Wednesday, October 29, 2008

Naskah- Merry Christ,mas with you

MERRY CHRISTMAS with YOU

( Di sebuah rumah mewah, pembantu keluar, lagi bersih2)
( Tiba2 dia teringat sesuatu)

Yenny : Waduh, saya harus cepat2 membangunkan Tuan…
( Yenny masuk ke dalam, Memapah Anto yang pakai tongkat)
Anto : Hmm…kenapa membangunkan saya telat satu menit? Ha?
Yenny : Lho? Kan Cuma lewat satu menit kan? Apa bedanya?
Anto : Hei, apa kamu tidak tahu? Satu menit itu sangat berharga? Ha? Apa kamu tidak tahu juga, gara-gara satu menit banyak kecelakaan yang terjadi di jalan? Lalu banyak orang yang kehilangan kesempatan hidup?
Yenny : Iya sih, tuan. Tapi itu kan terlalu dibesar-besarkan.
Anto : Iya, tapi sekarang semua hidup saya sekarang sudah telat satu menit. Saya tidak bisa menggosok gigi tepat waktu.
Yenny : Iya, Tuan. Saya minta maaf.
Anto : Lihat, gara2 berbicara dengan kamu, saya telah melewatkan waktu untuk duduk sebentar. Buatkan saya kopi.
Yenny : Baiklah. Tuan jangan emosi terus. Nanti menggangu kesehatan Tuan.
Anto : Huk..huk…(batuk)
Yenny : Nah kan, apa saya bilang. Ayo, cepat duduk….( dengan agak sedikit memerintah)
Anto : Saya masih bisa melakukan nya sendiri. Sudah, kamu siapkan kopi saja..
Yenny : benar Tuan? ( sambil melihat lagi)
Anto : Sudah, cepat buatkan saya kopi. ( Dengan susah payah duduk)…
Yenny : Baikkkkkkk Bossssss,….. ( dengan gaya lucu)
( Anto mencari Koran )
Anto : U yen, mana Koran tadi pagi? Kenapa tidak ada?
Yenny ( dari dalam) : Kan ada di bawah meja..
Anto : Mana? ( dengan teriak)
Yenny : (keluar memakaikan kacamata dan mengambilkan Koran) : Nah, ini kan? Silakan baca…Ini kopinya…
Anto : ( minum kopi) kenapa agak pahit kopinya? Ha?
Yenny : Pahit? Coba saya minum dulu…Iya..iya…padahal saya telah membuat sesuai dengan resepnya. 100 gr gula, 10 gr bubuk kopi dan 200 cc air kan? Apa timbangannya rusak ya?
Anto : kalau rusak, beli saja yang baru.. Gelas ukurnya juga…Daripada saya harus minum yang pahit begini…
Yenny : Baik, Tuan….Tapi sekarang Tuan minum saja….Saya masih ada kerjaan. Ya?
Anto : ya sudah….
( yenny membersihkan pohon natal)

Yenny : Wah, Tuan ..pohon natal ini sudah lama tidak diganti…kita beli yang baru ya?
Anto : Biarkan saja… lagipula kenapa kamu urus pohon natal yang jelek itu?
Yenny :Lho…jelek kenapa tidak mau diganti?
Anto : Beli yang baru kan mahal..
Yenny : yah, Tuan…tapi….gak pa2…yang penting bukan pohon natalnya..tapi bagaimana kita menikmati makna Natal..
Anto : He….tahu apa kamu tentang makna Natal? ( tertawa kecil)
Yenny : Iyalah…makna Natal kan kehadiran Tuhan bersama dengan umat manusia. Bayangkan Tuan, yang Maha kuasa dan suci mau menurunkan harga dirinya untuk bersama dengan manusia seperti kita yang berdosa ini..
Anto : hehe ( tertawa sinis) Kalau itu, saya juga tahu….Dari kecil di sekolah minggu sudah diajarkan.. Kalau Natal adalah kelahiran Tuhan Yesus..
Yenny : Ya, Tuan…tapi itu faktanya…Maknanya yang harus kita renungkan…yaitu HADIRNYA Tuhan di dunia… Immanuel..Itu sangat mendalam artinya…berarti Tuhan mau berbaikan dengan manusia…seperti kita dengan musuh kita atau orang yang kita anggap jauh… Begitu mulia hati Tuhan….kalau saja…( dipotong Anto)
Anto : hei…sudah..sudah.. Saya disini bukan mau minta kamu khotbahi….Saya rasa kamu cocok jadi pendeta saja. Tukang ngoceh…
Yenny ; Saya sebenarnya mao sih jadi pendeta…tapi kan mau melayani Tuan….Mana bisa?
Anto : Hei, jangan pikir dengan begitu maka saya akan naikkan gaji kamu…
Yenny : haha….Kalau mau naikkan, juga boleh…haha
Anto : Hei, sudah…jangan bercanda dengan saya…tahu?
Yenny : Maaf Tuan….Tapi..saya membayangkan kalau Christmas, semua keluarga akan berkumpul, alangkah indahnya…
Anto : hei, kerjakan tugas kamu… jangan mengganggu saya baca Koran…
Yenny : Iya,..saya merindukan natal kali ini Tuan Gunawan dan Nona Desy mau berkunmpul bersama…. Pasti indah sekali….
Anto : ( bangkit dengan marah) : Sudah berapa kali saya bilang, jangan menyebutkan nama mereka di depan saya…tahu?
Yenny : Tapi Tuan..
Anto : U yen, saya tidak mau mendengar lagi yang begitu ( dengan snagat tegas)
Yenny : Saya Cuma rindu mereka ( dengan suara kecil)
Anto : Jangan sentimental begitu… Untuk apa cengeng begitu? Saya bisa merayakan natal sendiri…Tidak perlu mereka..( dengan nafas terengah2, mau cari tempat duduk)
Yenny : Tuan, hati2….( memapah)
Anto : Huh…tidak usah…saya sendiri juga bisa….saya tidak perlu mereka….(emosi)
Yenny : iya..iya.. maafkan saya Tuan….Tuan duduk dulu..saya ambilkan minum dulu…
( Anto duduk sambil berpikir)
( Yenny keluar sambil melayani Tuan Anto)

( Sementara itu dari penonton, keluar gunawan, Margaret dan Thien2)

Thien2 : Pa, Ma kita mau beli apa untuk Hadiah natal nanti?
Margaret : Mama belum tahu… Kita lihat saja nanti…
Thien2 : Thien2 mau boneka spong Bob….
Gunawan : Iya, nanti papa beliin ya…yang BE….SAR sekali…
Thien2 : Hore…..hore….
Margaret : Pa..kita ke sun plaza saja…kan banyak hadiah disana…
Gunawan : Lho, kita bukannya mau ke monza?
Margaret : Lo? Papa ini bagaimana sih? Masak ke monza?
Gunawan : Haha…papa kan Cuma bercanda..
Thien2 : Pa, kita beli hadiah untuk kakek apa ya?
( Gunawan terdiam lama)
Margaret : Iya, sudah lama kita tidak mengunjungi kakek…
Gunawan : Sudah…saya tidak mau membicarakannya….
Margaret : Setiap kali begini…asasl membicarakan kakek pasti papa marah..
Gunawan : Pokoknya kita beli dulu hadiah natal…soal papa nanti saja bicara…
Thien2 : Saya rindu kakek….
Margaret : nah, anak kita saja bisa rindu..masak papa tidak sih?
Gunawan : Untuk apa pergi ke sana? Papa masih seperti dulu…
Margaret : Lho, tapi mungkin kakek sudah rindu….
Gunawan : Papa tidak akan berubah…sama saja sia2…
Margaret : tapi dia papa kamu …..
Gunawan : hei, kenapa kamu jadi menceramahi saya? Ha? ( dengan nada tinggi)
Margaret : Saya tidak menceramahi kamu… Saya kan Cuma kasihan sama kakek saja…( dengan nada tinggi juga)
Gunawan : kasihan? Apakah dia ada kasihan dengan saya? Ha?
Margaret : Itukan sudah masa lalu…Lagipula itu kan untuk kebaikan kamu…
Gunawan : Huh…termasuk mengusir saya dari rumah?
Margaret : Setiap orang pasti pernah membuat kesalahan….mungkin dia hanya emosional saja….saya yakin dia pasti menyesal….Buktinya dia ada suruh U yen untuk membujuk kamu balik kan? Lagipula kita kan sudah ke sana beberapa kali…Kakek sangat menyayangi Thien2…Natal saat ini ada waktu yang tepat untuk berbaikan dengan ayah kamu…
Gunawan : Sudah..jangan kamu membela dia terus….sekarang, mau beli hadiah tidak?
Margaret : Ya sudah…tidak usah beli lagi…Ayo, thien2…kita pulang….( dengan tidak mood)
Gunawan : Hei, mau kemana?
(Gunawan terdiam lama)

( ADEGAN FLASHBACK)
(Adegan dengan penuh kemarahan)
Gunawan : Saya sudah bilang sama papa, saya tidak mau pegang perusahaan papa
Anto : Apa kamu bilang? Jadi kamu mau keluar dan bekerja seperti gembel? Ha?
Gunawan : Setiap orang mempunyai jalan sendiri pa…
Anto : Termasuk menjerumuskan diri dalam pekerjaan hina?
Gunawan : Pa…jadi pelukis bukan pekerjaan hina..
Anto : Bukan hina kata kamu? Coba lihat? Berrapa orang yang bisa bertahan dengan melukis? Ha?
Gunawan : Tapi saya sudah komitmen..saya akan belajar di luar negeri…
Anto : Saya heran kenapa mata kamu begitu buta. Papa punya perusahan besar yang bisa kamu pegang
Gunawan : Pa, saya tidak cocok jadi pengusaha..
Anto : Lebih cocok jadi gembel?
Gunawan : Pa….pelukis bukan gembel…
ANto : Sama saja….Saya malu punya anak gembel…
Gunawan : saya juga malu punya papa yang memaksakan kehendak…
(PLAKKK…Anto menampar gunawan)
Anto : Sekarang, kamu keluar saja….Tanggung sendiri biaya hidup dan kuliah kamu….
Gunawan : Baiklah…saya akan buktikan kepada papa suatu saat…( dengan menunjuk)
( GUNAWAN keluar)
( Anto terdiam…seakan menyesal)
( Lampu tutup)

( Keluar Desy dan Handra)

Handra : Sayang, natal kali ini kita mau kemana?
Desy : Hmmm..bagaimana kalau kita pergi jalan2?
Handra : Boleh juga…nanti kita tanya tour..mau kemana?
Desy : bagaimana kalau ke shanghai? Lalu hongkong?
Handra : wahh…boleh juga ya..
Desy : Iya donk…kamu kan sudah kerja keras selama 2 tahun ini….sudah memimpin perusahaan besar…dari tukang jaga toko sampai manager top…haha…
Handra : Hei, kamu ngejek saya ya?
Desy : Tapi memang benarkan?
Handra : haha…semuanya itu anugerah Tuhan..
Desy : Eitt..jangan lupa..berkat istri juga…
Handra : haha…mana mungkin saya lupa istri saya tercinta ini
(S ambil geli2 desy…)
Handra : Hmm..tapi saya kira kali ini kita pergi mengunjungi kakek bagaimana?
( Desy tiba2 tidak mood)
Handra : Kenapa sayang?
Desy : saya masih tidak mau ketemu dia…
Handra : tapi dia papa kamu…
Desy : Iya, papa yang tidak mengerti anaknya…
Handra : Mungkin papa kamu ada salah dulu..tapi setiap orang bisa salah kan?
Desy : Iya, tapi dia ketelaluan…
Handra : Setiap papa pasti akan melindungi anak perempuannya….dia kan kuatir dengan kamu..masa depan kamu….
Desy : Tapi, dia keterlaluan…
Handra : Saya rasa natal kali ini waktunya untuk berkunjung..ingat lo, kakek sudah tua…Kasihan dia..hanya U yen saja yang menemaninya…Lagipula bukan dia yang salah saja….kamu dan saya juga bersalah…
Desy : Ntar saya lihat saja….( sambil masuk)
Handra : Hei, mau kemana?
Desy : Gak tahu….

(ADEGAN FLASHBACK)
Anto : Sudah papa bilang jauhi dia…
Desy : tapi Desy cinta kepadanya…
Anto : Huh..kamu tidak tahu arti cinta….
Desy : Dia juga sangat sayang ama Desy…
Anto : Kamu tidak tahu? Mungkin dia pura2 saja…lalu dia akan menguasai harta papa…
Desy : handra tidak mungkin sejahat dan selicik itu….
Anto : Hati manusia siapa yang tahu…lagipula dia Cuma tukang jaga toko supermarket…Mana ada masa depan…
Desy : Pa..Masa depan kita kan masih panjang..
Anto : Huh…Pokoknya papa tidak setuju…..
Desy : Desy tidak mau berpisah dengan dia…
Anto : Pokoknya sekarang kamu pisah dengan dia….kalau tidak…( dengan marah)
Desy : Handra sudah mau melamar Desy…
Anto : Apa????? Masih tukang jaga toko tapi sudah berani melamar? Kurang ajar…Pasti mau mempermainkan putri saya
Desy: Pa….( teriak) Handra tidak seperti itu…Desy akan terima lamarannya…
Anto : Ha???APA? Kamu……anak tak berbakti…pokoknya jangan sampai papa lihat dia menginjakkan kaki di rumah papa..
Desy : Baiklah…( nangis)…Desy akan pergi dengan dia….
( Desy pergi)
Anto : Pergi..pergi semuanya…..Pergi…(teriak)

( Setting : Rumah Anto)

(Anto keluar sambil memandangi foto Thien2, gunawan dan desy)
( tiba2 U yen keluar)
Yenny : Ha…ketahuan….lagi lihat foto siapa ya? Wanita cantik ya?
Anto : Wanita cantik apa? ( sambil cepat2 sembunyikan)
Yenny : (tiba2 mencabut dari tangan Anto)
Yenny : Wah…rupanya foto thien2 , tuan gunawan dan non Desy…Lucu ya? Ternyata non desy lucu waktu kecil….
Anto : Hei..kenapa kamu curi? Ha?
Yenny : Wah..Tuan..ketahuan ya…Tuan rindu mereka kan?
Anto : Hei, saya sudah katakana jangan campuri urusan saya…Tahu?
Yenny : Ah..Tuan..diam2 makan dalam…hhihihi….
Anto : Hei…saya tidak bermain2 dengan kamu…
Yenny : Tapi….kita tidak boleh mengingkari perasaan kita Tuan ( dengan nada polos)
Anto : U yen….saya sudah bilang…jangan main2 dengan saya..
Yenny : ( agak kesal) Tapi kenapa sih Tuan gak berbaikan dengan Tuan gunawan dan Non Desy saja?
Anto : Hei…kamu tidak punya telinga ya? Sudah berapa kali saya bilang…jangan menyebutkan nama mereka…ha?
Yenny : iya…saya tidak punya telinga…(sangat kesal)…kenapa Tuan menyiksa diri sendiri?
Anto : kamu….( dengan geram)…bicara lagi saya akan pecat kamu…
Yenny : Saya tidak takut….saya heran kenapa Tuan begitu keras kepala….Tuhan saja tidak keras kepala….saya tahu hati Tuan sangat mengasihi non desy dan tuan gunawan.
Anto : kamu….pergi…pergi dari hadapan saya….pergi…
Yenny : baik…saya tidak akan ganggu Tuan lagi…( dengan sedih, marah, kesal)
Anto : Huh…kalian semua sama saja (dengan teriak)…Pergi dari hadapan saya…pergi…huk…huk…( batuk dengan keras)

( U yen muncul di bawah)
Yenny : (dengan kesal) Kenapa orang tidak mau mengalah saja? Kenapa harus keras kepala? Saya tidak tahan lagi… saya akan pergi…
( Yenny berpikir lama, kalau bisa ada lagu natal)
Yenny : tapi….saya juga tidak boleh keras kepala……saya akan kembali…Kasihan Tuan Anto…

( Yenny balik, Anto batuk terus)
Yenny : Tuan..Tuan baik2 saja? Maafkan saya ya? Saya lancang mulut ( sambil memukul mulutnya sendiri)
Anto : Sudah…ambilkan obat saya…
Yenny : Baik Tuan….Tuan istirahat saja dulu….

( Anto memandangi foto gunawan dan desy)
( DEsy duduk sambil membayangkan papanya)
(Gunawan keluar juga sambil melihat papanya)
( LAgu merry christmas to you)

( Yenny memperagakan kirim sms untuk desy dan gunawan)

( Terakhir semuanya ketemu….sambil Yenny menyanyikan lagu natal )

Tuesday, October 28, 2008

Nama IXTHUS....

* Ixthus.....Ketika zaman Romawi dan kekristenan selalu ditindas, maka jemaat Kristen bersembunyi untuk beribadah dan berkumpul..Karena dilakukan secara tersembunyi, maka harus ada satu tanda yang dikenal oleh orang kristen terhadap yang lain...Simbol itu adalah Ikan..Bukan Ikan panggang atau goreng, tapi Ikan yang dalam bahasa Yunani ( ICHTHYS )yang sebenarnya ditranslate dari IXQUS ( sebuah singkatan abjad Yunani ). Singkatan itu adalah :
I Iota the first letter in the greek word Iesous - Jesus

X Chi the first letter in the greek word CHristos - Christ

Q Theta the first letter in the greek word THeos - of God

U Upsilon the first letter in the greek word Yios - Son

S Sigma the first letter in the greek word Soter - Saviour

Mari, kita mengemban misi ini yaitu untuk mengabarkan Tuhan Yesus Anak Allah sebagai Juruselamat lewat talenta dan kemampuan kita



Pembina Ixthus

Naskah-Aku Ingin Sekolah

AKU INGIN SEKOLAH
( Methodist-2 Teater)

SCENE 1 :
Tempat : Bebas, imajinasi, bersifat narrator, kadang bisa di rumah Andi

( Terdengar suara dari belakang)
Suara Ibu : Andi, apakah kamu sudah mengerjakan PR kamu? Ha? Cepat….kerjakan…

( Narator1 keluar)

Narator 1 : Hus….hampir saja….Ayo..cepat keluar…apa kamu juga mau disemprot?
( keluar narrator 2)

Narator 2 : Hei, tunggu saya….tunggu saya…Wow…dahsyat banget….
Narator 1 : Wah..bagaimana dengan nasib Andi ya?
Narator 2 : Sudahlah…tidak apa2…itukan untuk kebaikan Andi juga kan? Siapa suruh kamu mengajaknya main game? Ha? Apakah kamu tidak tahu, bahwa main game itu bisa membuat seseorang kecanduan?
Narator1 : Hei..hei….siapa yang bilang untuk kebaikan Andi? Ha? Apakah kamu tidak tahu bahwa menurut penelitian, main game itu bisa merangsang otak untuk berpikir?

(Narator 1 berperan sedang bermain game….sambil mengejek narrator 2)
Narator2 : wuah…wuah….siapa yang bilang? Ha? Hei, adik2…kalian jangan meniru dia, ok? Dia sudah out of mind…terlalu enak dan santai hidup…ini tidak baik ditiru….( dengan wajah mengejek)..Kita hidup harus bertanggung jawab…harus mendengar kata orang tua..
Narator 1 : ( menyela) : Yahhh…mendengar kata orang tua? Saya juga setuju….hidup baik2? Saya juga setuju…
(Narator2 terus berbicara tidak berehenti)_

Narator 2: Kita juga mesti mencari makna kehidupan..Kita mesti hidup di jalan Tuahn..oiya? kita mesti belajar keras waktu muda? Kita mesti sekolah baik2…
Narator 1 ( berteriak dnegan histeris) : SEKOLAH????? Oh….No..no…no….no…semua saya sangat setuju..tapi sekolah? Oh…no..no….

Narator 2 : oh..oh…saya tahu…saya tahu….saya tahu sekarang…kamu trauma kata SEKOLAH karena kamu pernah…..
Narator 1 : Hus..hus ( sambil menutup mulut Narator 1)….jangan bilang…atau kalau tidak….(sambil mengepalkan tinju, tapi dengan gaya yang lucu)
Narator 2 : Kalao tidak apa? Ha? Hehe….Nah…adik2 sekalian….dulu…Hero kita ini ( sambil menunjuk kepada Narator 2, sementara Narator2 marah dengan geram sekali)..pernah mengalami hal2 yang tidak menyenangkan di sekolah..haha…mau tahu? Ini dia…mari kita kembali ke masa lalu dengan pesawat waktu….Hus…hus….

( Narator 1 berubah menjadi peran murid, dia diejek oleh murid yang lain karean culun, dan bloon, lalu keluar gurunya….yang killer)
Guru : Nah, Kamu(menunjuk kepada narrator 1)…kalao gaya gravitasi di bumi 15 kali dari gravitasi di Neptunus, sedangkan berat badan kamu 45 kg dan umur kamu 40 tahun lalu kamu pergi ke Jupiter, maka coba kamu hitung jarak usia kamu ke bulan dengan gaya gravitasi 50 kali gaya gravitasi bumi dan dengan indeks relativitas 1 kali dari matahari…berapa berat badan kamu wakatu kembali ke bumi setelah menempuh waktu 15 tahun cahaya dari Pluto? Ayo..cepat dikerjakan di papan…..papan….( dengan teriak) kalau tidak bisa, berdiri selama 1 hari, lalu kaki diangkat, lalu tulis buka sebanyak 500 halaman dan satu lagi…..( mendekat kepada narrator 1)…kamu harus membersihkan WC dan mencuci baju saya selama 1 bulan……( teriak)

Narator 1 : WAHHHHHHHH ( dengan berteriak)
( lalu waktu kembali lagi)
(Narator 1 mennagis tersedu2)
Narator 2 : nah, apa saya bilangkan? Tapi saya sudah bilang berkali2….tidak semua sekolah seperti ini…iya kan? Tapi, sudahlah…kita juga tidak bisa menyalahkan dia….jangan nangis ya? ( menghibur narrator 1)
Narator 1 : ( tiba2 semangat) Makanya mulai dari sekarang..saya akan melakukan satu gerakan internasional ( dengan bangga)…GERAKAN ANTI SEKOLAH….hohohoho….
Narator 2 : haiya….kamu sudah gila ya? Apa kamu mau mengakibatkan semua manusia di dunia bodoh? Ha?
Narator 1 : Siapa bilang sekolah bisa pintar? Ha?
Narator 2 : Siapa bilang tidak sekolah pasti pintar? Ha?
Narator 1 : Tidak sekolah juga bisa pintar
Narator 2 : Sekolah juga bisa pintar…
Narator 1 : kamu??????....Ya sudah, saya ingin membuktikan kepada dunia, bahwa tidak usah sekolah, kita bisa mencapai apa yang kita inginkan….Coba dulu….saya Tanya..untuk apa kita sekolah….?

( Mereka bertengkar terus saling ngomel)
Narator 1 : hus....lihat ada penonton.....
Narator 2 : ha? Ada penonton? Tenang...tenang...Hmm...( merapikan sedikit)...Para penonton yang dimuliakan...Hari ini saya, Ping-Ping dan teman saya Pong-Pong akan menceritakan suatu kisah...kisah tentang,,,,
Narator 1 : Kisah tentang seorang pahlawan yang gagah berani menentang semua sistem .....( bicara dengan lantang, tapi akhirnya dipotong)
Narator 2 : Apa pahlawan? Jangan menyesatkan orang...Sini saya yang bicara saja....
Kisah ini mengenai seorang yang sedang bergumul apakah dia masih ingin sekolah atau tidak...Ini merupakan cerminan dari kita semua...jadi...( dipotong)
Narator 1 : Kenapa kamu mengatakannya dengan sangat sedih? Ha? Sini biar saya saja....Ini adalah cerita tentang Pahlawan ( Hero) yang dengan hebatnya melawan semua yang mengikat masa depan kita...Hero ini akan membuka mata hati kita bahwa selama ini kita telah dibohongi oleh sebuah sistem...sebuah sistem yang sangat mengerikan.,...sebuah sistem dimana harga diri, martabat manusia telah direndahkan....sebuah sistem dimana manusia tidak dipandang sebagai manusia lagi...sebuah sistem bernama...SEKOLAH....Huh..
Narator 2 : wow...wow....ckckckckck......pidato yang luar biasa sekali...kenapa tidak sekalian kamu menjadi Presiden saja....Ha?
Narator 1 : Siapa bilang saya tidak bisa menjadi presiden? Ha?
Narator 2 : Tapi menajdi preiden kan perlu sekolah kan? Haha....Ayo...
Narator 1 : Siapa bilang ? Ha?
( Mereka terus bertengkar.....;)
( Tiba2 Andi keluar)

Andi : Hei..kenapa kalian begitu ribut? Ha? Bikin saya pusing saja....Untuk apa bertengkar terus? Ha? Lebih baik kalian membantu saya mengerjakan PR.....Huh….dari tadi Cuma disuruh mengerjakan PR....Memangnya hidup ini hanya untuk kerjakan PR? Ha?
( Kedua narrator berbicara sendiri)
Narator 1 : Benar yang kamu katakan…..Untuk apa kita kerjakan PR? PR hanya untuk membuat ibu guru dan orang tua senang saja....
Narator 2 : Hus, mulai lagi...Andi jangan dengarkan dia......
Andi : Haiya…Tapi yang dia katakan memang benar kan? Hmmm...mungkin saya akan putuskan untuk tidak sekolah lagi...
Narator 2 : Haiya...kiamat sudah terjadi...kiamat sudah terjadi...Teman2 sekalian ( berbicara kepada penonton)...apakah anda sudah lihat? Kalau seseorang sudah memutuskan tidak mau sekolah, maka masa depannya sudah pasti...Dia akan menderita seumur hidup...Sayang sekali.....
Narator 1 : Siapa yang bilang begitu? Teman2...semua ini belum tentu seperti yang dibilang Ping-Ping ini....masih banyak hal yang tidak kita tahu....Ingat....Ini belum akhir cerita....Dan, kita bisa menentukan akhir cerita.....Hehe
Narator 2 : hei, kalo seseorang memutuskan tidak mau sekolah, ini sudah akhir cerita.....Akhir...akhir....
Narator 1 : pesimistis....
Narator 2 : tidak realistis....
Andi : huh...dimana buku fisika saya?
Narator 2 : ( tiba2 melompat)..masih ada harapan, saudara2....masih ada harapan...saya akan carikan...( Narator 2 mencari buku fisika lalu memberikan kepada Andi)
Andi : ( membuka buku, lalu membaca)...Momentum adalah.......Huh...kenapa susah sekali?
Narator 1 : Haiya....saya sudah bilang apa? Hukum fisika tidak ada gunanya….mana mungkin kamu cari kerja…lalu ditanya hokum Newton, hokum meomentum lah, teori relativitas…haiya…benar2 goblok….
Andi : benar yang kamu katakana….
Narator2 : hei...jangan sembarangan dulu...coba kamu lihat....( di layar LCD, orang sedang membangun jembatan, bangunan)...lihat baik2...kalau tidak ada hukum Newton, tidak ada Hukum Gaya dan berat, mana mungkin dibanun jembatan dan rumah yang kokoh...
Narator 1 : Hmmm...siapa bilang itu semuanya perlu? Cuma untuk segelintir orang...
Andi : Sudah...sudah....sekarang apa kalian bisa bantu saya mengerjakan tugas ini? ( mengatakan dengan keras sebuah soal yang susah.....)..
( Semua terdiam).....
Andi : ha...saya tahu...hukum relativitas seperti ini....ketika anda...berada di suatu tempat...entah dimana.....( mata melayang jauh...tiba2 berubah posisi seperti jaman bangsawan dulu)
( kedua narator menjadi murid)
( Keluar seorang gadis yang cantik)
Andi : Anda bertemu dengan dia….lalu jatuh cinta kepadanya….( menyanyikan satu lagu cinta yang romantis dan klasik) ...( lalu keduanya menari, keluar jam manusia berdetak dengan cepat, seluruh panggung menjadi pentas menari, keluar penari2...)...
Narator 1 : Ohh...sangat romantis sekali...
Narator 2 : Indah sekali.....Ayo, kita menari....
( Narator 1dan 2 menari)
( Kemudian musik berubah tegang....tiba2 keluar malaikat kegelapan memakai topeng...dan merenggut nyawa gadis......jam manusia berdetak makin cepat).....
Andi : Kekasihku...( dengan sedih)...kenapa kamu meninggalkan aku? Jangan....waktu kita masih panjang...
( Gadis itu semakin lemah, Andi mengajaknya menari lagu terakhir...lagu sedih keluar...Andi dan gadis itu menari dengan sedih.....gadis itu akhirnya pelan2 meninggal....)
Andi : kenapa? Kenapa? Waktu begitu cepat berlalu? Kenapa engkau harus meninggalkan aku? Kenapa?
Narator 1 : ( menangis) hiks..hiks...saya jadi teringat kepada gadis saya dulu...
Narator 2 : Akhirnya hanya waktu yang membuat sesuatu jadi berharga...

( Tiba2 suasana berubah)
Andi : nah, itulah arti relativitas....bagaimana? perasaan anda semua?
Narator 1 : Seandainya saya tahu hukum fisika begitu indah, maka saya pasti mencintai sekolah...
Narator2 : Hmm...Saya masih terbawa suasana....
Andi : Sekarang adalah tugas biologi, kimia, sejarah, matematika....( mengambil semua buku tugas...haaaaaaaaaa...( berteriak)...saya tidak mampu lagi....saya mau berhenti....
( Tiba2 mama keluar)
Mama : Siapa bilang mau berhenti? Ha?
( Semua narator menjauh dengan cepat)
Mama : Siapa yang ebrani bilang tidak mau sekolah? HA?
( Semua ketakutan)
Andi : hehe,...mama....mana ada yang bilang....saya Cuma bilang.....saya tidak mau sekolah....di hari...Minggu...hehe
Mama : la iya la....semua orang juga gak sekolah di hari Minggu....
Narator 2 : Ups...ada yang sekolah di hari minggu....Sekolah Minggu.....
Narator 1 : hus ( menutup mulut narator 2) Apa kamu mau kita celaka? Ha?
Mama : Baiklah kalau begitu....besok siap2 ke sekolah....Ini adalah sekolah terbaik....mama sudah memilihkan untuk kamu.....
Semua : HA? Sekolah baru lagi??
Mama : Iya, mama sudah memilih sekolah yang handal, tri lingual ( english –mandarin-France), fasilitas lengkap, komputer Wi-fi...bahkan dapat PDA lagi waktu pendaftaran...Ini adalah sekolah FIVE STAR in Indonesia....
Semua : Five Star? Kenapa mirip hotel ya?
Mama : Iya...Gurunya semuanya terbitan luar negri...meski ada juga yang terjemahan...
Semua : bingung ( emangnya buku? )
Mama : lagipula ini ada sekolah nasional internasional interdenominasi plus plus..dapat poin plus..hadiah plus....voucher plus...semuanya plus plus...siapa bilang hanya orang kaya yang bisa? Ha? Ini, mama daftarin kamu, mama dapat hadiah nokia N73...
Semua : ha? ( pingsan langsung)
Mama : makanya semuanya...dengarkan mama...( berbicara kepada penonton, dnegan suara tegas.....) .............KALIAN HARUS SEKOLAH....

( Musik berhenti, lampu padam)

SCENE 2

( Situasi sudah di sekolah)
( Banyak murid2 keluar)...
( Ada murid yang dijahilin dan nangis, ada murid yang sok jago, ada murid yang sok cantik selalu make up, ada murid yang latah, ada murid yang selalu aneh2, ada yang selalu murung...dsb)
( Ping, Pong, dan Andi keluar secara bersamaan...dari belakang)
Narator 2 : Wahhhh...kita sudah sampai di sekolah terhebat/......benar2 sekolah bintang lima....
Narator 1 : Apanya yang bintang lima? Lihat...sudah banyak bintang....atapnya saja bocor....
Ping : Eittt...Itulah kamu...selalu saja melihat kesalahan orang lain...kita hidup di dunia hanya sekali....kenapa mesti buang waktu melihat yang jelek?
Pong : Tapi...lihatlah, Andi....Saya takut.....
Ping : Hei, kamu jangan membawa pengalaman masa lalu kamu untuk menakuti Andi...OK?
( Andi melihat2 sekeliling, lalu masuk beberapa kawan2, yang bersifat merendahkan Andi)
Pong : Huh.....Coba lihat saja apa yang akan terjadi jika anda di sekolah ini.....Nah, teman2 sekalian....akhirnya Andi pergi ke sekolah...sekolah yang katanya hebat sekali...
Ping : Benar sekali....sekolah dimana banyak orang hebat sudah tamat dari sini...sekolah yang benar2 top...Sekolah yang modern...sekolah yang luar biasa.....
Pong : yah....benar2 luar biasa sehingga Andi menjadi gemetar dan ketakutan...Kasihan Andi....seharusnya dia sekarang berada di tempat yang menyenangkan...Tapi SEKOLAH???? Oh....no...no...no....Sekolah adalah tempat dimana orang dipaksa berpikir...dipaksa untuk menulis....dipaksa untuk taat...dipaksa untuk belajar....Seharusnya belajar menjadi menyenangkan....menyenangkan ( dalam melodi)...Coba lihat sekarang...Coba lihat Andi yang lemah ini....Poor Andi....sekarang dia seperti di sarang harimau... ( peragakan semua kawan2nya sok2an di hadapan Andi)..Mau lari tidak bisa...mau kembali...takut berjumpa dnegan harimau yang lebih besar ( maksudnya mama Andi)...Uh....hiks..hiks..hiks....
Ping : Tapi...bagaimanapun ia harus sekolah....haruis sekolah...itu demi masa depannya....demi harapannya....demi mimpinya....demi cita2nya....
Pong : Waktu semakin dekat....( terdengar suara tik tok...tik tok...)...Waktu bel semakin dekat...dekat...dekat......dekat....
( Tiba2 terdengar suara bel)
Pong : Kiamat terjadi...kiamat sudah terjadi....Ahhhhh....
( Pong, Ping dan Andi berlari ingin keluar,, tapi tidak bisa, akhirnya duduk bersama murid2 lain)

( Terdengar suara tik...tok...tik...tok...tik...tok...)
( keluar kepala Sekolah)
Kepala Sekolah : Saya kepala sekolah disini...Mulai sekarang kalian adalah murid dari Sekolah yang tergolong Top di negara ini...Kalian harus bangga dan wajib belajar dnegan tekun...Sekolah ini dulu belum begini....sejarah sekolah ini adalah......( sambil cuap2)...
( Kepala Sekolah dengan bangga menjelaskan sejarah sekolahnya dengan panjang lebar)...
( Semua murid2 menjadi ngantuk...tiba2 kepala sekolah berteriak)
Kepala Sekolah : Nah...inilah sejarah sekolah kita...Ini wajib dihapal oleh semua murid disini...Mengerti??????
Murid : Mengerti......
Pong : Nah itulah hal yang pertama yang tidak berguna....untuk apa kita mengingat sejarah2 yang tidak berguna? Hanya untuk mempertebal kesombongan kita...Tapi itulah Sekolah....Sekolah adalah Kesombongan,.....
Ping : Eitt....siapa yang bilang sejarah tidak perlu? Dengan mengingat sejarah maka kita bisa....
Pong : Bisa apa? Ha?
Ping : Bisa lebih menjiwai kehidupan kita ( menerawang jauh)
Pong : Sejarah....sejarah....Untuk apa kita belajar sejarah? ( berlari melingkari pentas)...Sejarah hanya untuk dilupakan....
Ping : Untuk dilupakan? Tidak....Kita harus belajar sejarah supaya....kita ingat perjuangan orang yang telah mendahului kita....Sejarah adalah Semangat...sejarah adalah Motivasi...Sejarah adalah Masa depan....seperti....

( Keadaan berubah menjadi peperangan.....narator , murid dan Andi menjadi tentara Indonesia.....dan berperang...melawan Jepang....)
Ping : Kita harus melawan....Ahhh.....saya terluka./..///
Pong : Ping-Ping....Saya datang untuk menolong....Hiaattttt.....
Andi : Hati2.....ada musuh./....
( Tiba2 musuh datang dan menusuk Pong2)
( Pong2 terluka parah)
Ping : Pong2.....Pong2...jangan kamu meninggalkan saya....
Andi : Pong2...pong2.....ayo, cepat bernafas...jangan tidur ( menempeleng wajah Pong2)
( Musik menjadi sedih)
( Masih terdengar suara peperangan)
Pong2 : Ehh...teri...ma.....ka...sih ( dengan suara terbata2)....sepertinya saya...ha...rus...meninggalkan....ka...lian...
Ping : jangan, Pong....Jangan.....( terdengar letusan....)
Andi : Cepat, kita harus pergi dari sini...Jepang sudah mengepung kita.....
Ping : Pong...Pong....
Pong : Sudahlah...re...lakan saya.....saya rela...tapi kamu harus ingatkan anak cucu kita....kita telah berperang melawan penjajah.....penjajah yang bagaimanapun harus kita hapus dari dunia karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan....
Ping : Pong2.....
( Keadaan menjadi semakin bahaya)
Andi : Kita harus meninggalkan Pong2.....
Pong2 : pergilah....Ingat...generasi mendatang kita harus tahu perjuangan kita...supaya perjuangan kita tidak menjadi sia2.....
( Tiba2 penjajah datang)
( Ping2 dan Andi pergi dnegan sedih)

( keadaan berbalik kembali)
Pong2 : Lho...saya belum mati....saya belum mati.....
Ping2 : Tapi...kamu sendiri ngomong....bahwa perjuangan dahulu tidak boleh dilupakan....sudah mati baru ngomong begitu....
Pong2: Hmmm....benar juga kata kamu....tapi saya tetap yakin sekolah tidak ada gunanya......
Andi : hei, kalian...bisa diam tidak? Guru sudah datang......( Tiba2 sunyi senyap.........terdengar langkah sepatu....musik menjadi seram......)

SCENE 3

( Guru Fisika masuk, semua murid2 akhirnya bernafas lega, karena guru fisika ternyata sangat bersahabat)

Guru Fisika : Halo, semuanya....Salam mestakung.....
( Semua murid2 bingung)
Guru Fisika : nah, saya akan mengajarkan Fisika tingkat tinggi dan canggih karena sekolah ini adalah sekolah Top.....Sudah...siap?
(S emua murid mengganggukkan kepala)
Guru Fisika : nah, fisika yang pertama adalah Foton...Foton adalah perpecahan energi dari gelombang sinar yang bla....bla....bla....( termasuk rumus fisika yang ditulis di depan papan tulis)
( Smeua murid menjadi ngantuk......)
Andi : Foton...tarian elektrik....gelombang elektrik...hukum Heisenberg...Ketidakteraturan molekul....( mata mulai melayang2 karena ngantuk....)...Tarian Molekul.....

( keadaan berubah.....tiba2 menjadi tarian foton...disertai musik...keluar dancer menarikan satu tarian.....Tujuan tarian menunjukkan adanya ketidakteraturan foton)

Guru Fisika : nah, sudah ngerti?
( Semua murid sudah tertidur)
Guru Fisika : Berarti sudah ngerti semua....
( Tiba2 bel berbunyi)

( Ping2 dan pong2 menjadi narator)
Ping2 : Saya baru mengerti apa itu tarian Foton....yang sekarang sedang dicari oleh ahli fisika modern....Fisika seperti tarian....( mulai menari sedikit)
Pong 2 : nah, saudara2....sementara suasana semakin tegang.....tegang...dan tegang.....saya mendengar...guru satu ini adalah guru killer......(d engan wajah menyeramkan)...Guru yang tidak punya hati...tidak punya perasaan...tidak punya apapun...
Ping2 : benar...saya juga mendengar begitu...dan teman2....satu lagi..katanya guru ini adalah bekas penjagal daging babi....
Pong2 : (terkejut.) Benarkah? AHHHHHH....Ayo, cepat lari.....
Ping2 : Jangan dulu....kita harus menhadapi apapun itu tantangan.....kita sudah sampai disini...kita harus maju....
Andi : tapi...ini adalah guru killer......
Pong2 : Benar....AHHHHH...saya takut....
Andi : tapi benar yang dikatakan Ping2..kita tidak boleh takut....kita harus maju....
( Semua mengambil langkah prajurit, keluar musik Mars)
( Tiba2 Guru Killer datang........masuk...semua terdiam....gemetaran...)

Guru Killer : Saya mendengar ada suara ribut.....Siapa yang berani ribut? HA?????????? ( Suaranya sangat keras)
( Ping2 dan Pong2 ketakutan semua....ahhhhhh)
Guru killer : Sekali lagi, Awas kalian...( dengan suara menyeramkan lalu mengeluarkan pisau jagal.....)
Guru killer : Sekarang perhatikan....hei.....kamu....saya melihat hidung kamu bergerak.....saya tidak mau ada satupun anggota badan kalian yang bergerak...TAHU??????????????
Guru Killer : Kerjakan soal ini....X+Y+Z = log 1000 + dif sin cos 30 + akar kuadrat dari rumus abc dimana abc adalah integral dari 1000+cos sin tan 150 – 60 derajat Fahrenheit...Kamu, maju kerjakan.......
(S eorang murid gemetar maju)
Guru Killer : Bisa?
Murid : ( menggelengkan kepala)
Guru Killer : Keluarkan tangan kamu...letakkan di atas meja....
( murid meletakkan di atas meja.;......)
*( lalu guru itu mencincang mejanya, bukan tangannya.....)
Guru Killer : Lain kali....tidak bisa kerjakan...jari kalian hilang satu.....Kerjakan di rumah....
( Akhirnya guru killer keluar)

Pong2 : Teman2...( dnegan suara gemetar)...saya rasa kita sudah jelas......sekolah adalah pembantaian......
Ping2 : Tapi....tidak smeua guru seperti itu.....
( terdengar bel lagi)
Ping2 : nah...teman2....Kita akan berjumpa dengan guru yang paling hebat...dimana cucu Einstein belajar darinya.....katanya dia mempunyai ilmu yang sangat luar biasa sekali......

Pong2 : Benar...benar sekali....sampai dia sendiri tidak ngerti apa yang diucapkan dan dikerjakan....

( Keluar Guru sejarah)
Guru sejarah : ( dengan wajah tatapan kosong)...Nah, anak2...sekarang kita akan masuk ke dalam sejarah peperangan Diponegoro melawan..belanda...saya akan bercerita....Dulu...Diponegoro adalah....bla...bla....dia melawan belanda...kemudian Diponegoro menghunus pedang, memotong org Belanda, pertama2 jarinya, kemudian kakinya, lalu kepalanya, lalu dikeluarkan paru2nya, lalu hidungnya, giginya dikeluarkan semua....lalu satu2 persatu2 dimasukkan ke dalam kuali...lalu dimasak dengan bumbu Royco...hahahaha ( tertawa seperti org gila)...terakhir, matanya ditaruh sebagai hiasan
(Semua murid2 sudah muntah2....)

( Tiba2 keluar dua org dari rumah sakit....)
( Membawa Guru sejarahn pergi)
Guru Sejarah : tunggu....tungggu...saya belum selesai......saya belum selesai.....( dengan berteriak)

Andi : SAYA MAU KELUAR DARI SEKOLAH.....Saya tidak ingin sekolah

( Lampu tutup, gelap.....)
SCENE 4

Pong : Teman2....begitulah kalau kita belajar di sekolah..seperti Andi...yang selalu sibuk mengerjakan PR ini dan itu....tidak bisa lagi mempunyai waktu santai....Sebenarnya belajar tidak harus di sekolah....tapi juga bisa dimana-mana.....
Ping : Benar...Belajar bisa terjadi dimana2...bisa di kamar tidur, bisa di kamar mandi...bisa di jalan umum, bisa juga di sekolah
Pong ; Wahhhh.....Sekolah lagi...( menutup telinga)..
Andi : hei, sudah...bisa kalian diam??? Ha? Kalian sudah merebut peran saya sebagai pemeran utama....Saya adalah pemeran utama...saya lah yang akan menentukan awal dan akhir cerita ini...tahu?
( ping dan Pong merasa bersalah)
Andi : Nah...Sekarang setelah saya tahu bagaimana sekolah itu....saya juga ingin tahu bagaimana jika tidak sekolah....Apakah kita akan lebih baik kalau tidak sekolah???

Pong : Wow...kalau itu, saya bisa tunjukkan kepada kita semua bahwa kalau tidak sekolah maka akan begitu....MENYENANGKAN....
MUSIK.....

( Lampu padam,.....Keluar musik.....Dancer keluar...suasana menjadi seperti kelab malam)..

( Setelah bergembira bersama, maka semua kecapekan)

Andi : haha...ternyata tidak sekolah begitu menyenangkan....
Pong : benar sekali....Eiiit....coba lihat.....Ada cewek cakep.....
( Seorang cewek keluar )
Ping : Jangan dilihat....( menutup mata Andi)
Andi : Sudah terlanjur saya lihat...Saya tiba2 jatuh cinta....
( keluar musik love song)

Cewek : Maukah kamu berdansa denganku?
Pong : ( terlena ) saya mau.....
Andi : hei, bukan kamu yang ditanya....saya yang ditanya....Ya, saya mau....
( keluar musik dansa....)
Pong : Akhirnya, mereka jatuh cinta....dan mereka akan hidup happily ever after.....Ohhh..oh...betapa indahnya akhir cerita ini...
Ping : saya juga jadi terharu..kalau begini akhirnya...saya rasa tidak sekolah juga tidak apa2....

( Andi dan Cewek saling bertatapan)

Pong : Inilah yang kita tunggu2...( suara menjadi cepat, musik cepat )...bagaimana dua insan bertemu...menjalin kasih...menjadi sebuah cerita indah...novel yang bestseller....Romeo dan Juliet,....Rama dan Sinta....Legenda abadi...Cinta abadi....yang menggerakkan semua hormon....

Ping : dan semua cairan kimia tubuh./...ke dalam pembuluh darah....jantung menjadi berdebar2....Neurotransmitter keluar dari sinyal syaraf....terjadi reaksi kimia...serotonin membanjiri tubuh...ikatan senyawa terjadi....senyawa kompleks bernama Cinta....tanpa ikatan C, H, O...yang ada hanya ikatan Batin...yang diturunkan dari surga....Inilah Partikel terindah di dunia....CINTA.........

Pong : Dan...akhirnya......terjadilah Kesetimbangan Kimia....Keseimbangan Aksi dan Reaksi....Keseimbangan Alam semesta...Keseimbangan X dan Y......Dan integralnya adalah kata CINTA.....Oh...betapa indahnya....

Ping : berakhir sudah./..teman2 sekalian....demikianlah akhir cerita kita yang Happy Ending....( dnegan senang)

( Tiba2 terjadi sesuatu, lampu kilat...musik menjadi seram.,....dan Cewek itu tiba ingin meninggalkan Andi dan pergi dnegan orang lain)
Pong : Apa yang terjadi? Apa yang terjadi? Ha? Kenapa bisa begitu?
Ping : Andi....Andi....tabahkan hatimu....

( Cewek itu akhirnya meninggalkan Andi)
( Andi menjadi sedih dan patah hati)
Andi : Ahhhhhh....saya ingin mati...ingin mati....
Pong : jangan...jangan...masih ada harapan.....
Ping ; benar, Andi,....Tuhan masih sayang kita....
Andi : Tidak, tidak ada gunanya lagi saya hidup...saya sudah kehilangan segalanya....
Hiks...hiks...
Pong : Kehilangan sesorang bukan berarti kita sudah kehilangan diri kita sendiri....
Ping : benar....manusia akan meninggalkan semua yang dicintainya di dunia....itu pasti..tapi...kita akan bertemu lagi di satu Dunia...Dunia tanpa derita, tanpa air mata, dunia tanpa kesedihan, tanpa dosa...itulah dunia Surga....
Andi : Saya tidak tahu lagi harus bagaimana.....
( Semua sedih)

Pong : Saya tahu....Kita masih punya harapan...teman2...jika semuanya sudah tidak punya harapan....
Ping : Apa itu?
Pong : Hmm...kalau bukan apa lagi? Uang....
Andi : ha? Jangan...saya bisa dimarahi mama....Uang yang sudah diberikan....tidak boleh difoya2kan....
Pong : Bukan itu maksudnya....Kita bukan foya2...tapi kita pakai untuk menghasilkan lebih banyak lagi...Kalau kita banyak uang, maka kita akan....bisa membeli segalanya....Kita bisa Bahagia kembali...

Ping : Hmm.,.. Ide bagus....tapi...kita tidak tahu mesti bagaimana.....
Pong : Mudah, kita tanam saham....lalu kita buka usaha....usaha yang laris...haha
Andi : hmm. Bagus juga...tapi....saya...tidak tahu bagaimana berdagang...
Pong : haiya...begitu saja tidak bisa....Ada modal, ada untung, ada rugi, ada pendapatan, ada pengeluaran...mudah kan?
Ping ; Iya...tapi rumusnya bagaimana?
Andi : benar.....saya benar2 tidak mengerti....
Pong : Itu tidak perlu...yang perlu hanya berani saja....bagaimana?
Andi : Ok.....saya setuju...
Ping : tapi...itu bahaya.....
Pong : hei, kalau kita sudah banyak uang, kita bisa membeli kebahagiaan,.....

( keluar musik, mereka pergi berdagang)
( tapi akhirnya mereka dibohongi.....)

Pedagang : haha...makanya kalian...belajar dulu ilmu ekonomi....Sekolah yang baik2...haha....
Andi : tapi....anda sudah membohongi kami...
Pedagang : tapi, begitulah dunia, Nak....Membohongi dan dibohongi....kamu mau bagaimana lagi? Jangan sok suci....haha....
Pong : tapi itu tidak adil...Orang yang sekolah seharusnya tidak menipu orang....Kita diajari supaya hidup dengan penuh integritas....
Pedagang : haha...Untuk apa sekolah? Saya tanya dulu? Sekolah itu supaya kamu dapat gelar, lalu kamu bisa menipu orang lain.... hahahaha....

Ping : kamu...melecehkan sekolah....( marah)
Pedagang : memangnya kenapa? Ha? Bukankah semua yang bergelar itu disini korupsi? Jangan heran, tahu? Makanya......buka mata< nak....buka mata...dan inilah dunia kita...haha

( Pedagang masuk)
Andi : Semuanya sudah hilang......
Pong : Ayo, kita pulang saja......

( mereka pulang dan masuk)

SCENE 5

(S esampainya di rumah)

Ping : teman2, bagaimana kelanjutan dar kisah ini? Saya sangat takut.....untuk mengetahui kelanjutannya...
Pong : benar....speretinya akan terjadi ledakan yang lebih hebvat dari gempa bumi mananpun..

Mama : Andi, kamu sudah pulang? Bagaimana di sekolah? Baik2 saja? Mama tidak menyangka, mendaftarkan kamu bisa dapat hadiah HP....
Andi : Ma, saya ingin bicara ( dnegan lesu)

Mama : Apa yang ingin kamu bicarakan? Apa guru dis ekolah kamu jahat? Mama akan hajar...apa teman2 kamu jahat? Mama akan panggil pengacara.....Apa sekolah kamu tidak menyenangkan? Kita pindah sekolah baru lagi...gpp....besok kita sudah bis apindah...Biar tahu rasa sekolah itu... ada apa, sayangku?

Andi : ma, andi....tidak...ingin....sekolah...lagi...

Mama : apa kamu bilang?
Andi : Andi...tidak ingin sekolah lagi...
Mama : Coba bilang sekali lagi....
Andi : Saya tidak mau sekolah lagi...

Mama : Andi...benarkah? Haiya....( nangis dnegan keras)...mama sudah susah payah sekolahin kamu, kamu tidak mau sekolah? Hiks....kamu tidak kasihan sama mama.....

Andi : tapi, Ma...Andi sudah melihat smeuanya....sekolah itu tidak penting.....tidak ada gunanya.....

Mama : Apa kamu bilang? ( dnegan marah)...siapa yang bilang tidak ada gunanya? Kalau tidak sekolah, maka kamu yang menjadi tidak berguna.....

Andi : Pokoknya Andi mau berhenti......
Mama : Andi, kamu sudah berani melawan mama ya?
Andi : Mama ingin Andi sekolah karena mau mendapat hadiah saja kan?
Mama : Andi? Kamu.....berani ngomong begitu sama mama? Kamu...
Andi : Andi tidak mau sekolah.....Titik...

Pong : Wah, gawat sekali.....kenapa Andi berani membantah mamanya? Itu seharusnya tidak terjadi......tidak terjadi.....
Ping : Benar...Andi...kamu harus cepat bertobat.....
Andi : Kalian semua diam./...( berteriak)...Saya tidak ingin sekolah....saya ingin menjadi orang sukses...siapa bilang kalau mau sukses tidak perlu sekolah? Ha?

Ping : Andi????
Mama : baiklah...kalau kamu tidak mau sekolah...sekarang...mama tidak akan membiayai kamu lagi.....
Andi : Tidak perlu....saya bisa membiayai diri sendiri...
Mama : Andi....mama sangat sedih...kenapa kamu bisa begini.....
Andi : Saya bisa begini karena mama selalu memaksakan kehendak mama....
Mama : Andi, kamu ( menampar Andi )
Andi : Baiklah, ma....saya akan pergi...saya akan pergi...( dnegan sedih dan menangis)
Mama : Andi, maafkan Mama ya?

Ping : Andi, maafkan mama kamu.....
Pong : benar, maafkan mama kamu....

(Suasana menjadi sepi )
Andi : Saya akan pergi.....
Mama : Apa kamu akan meninggalkan Mama?
Andi : Mungkin......
( suasana hening...)

Ping : Andi, kamu tidak boleh begitu......
Pong : benr, kamu tidak boleh begitu.....Katakan kalau kamu menyesal....

Andi : Diam, kalian semua.......
( Andi pergi....)
Mama : menangis....

Ping : kita harus bagaimana? Ha?
Pong : saya tidak tahu...bagaimana ini? Apa kita akan meninggalkan Andi sendirian?
Ping ; kenapa ceritanya bisa begitu?
Pong : kita tidak boleh meninggalkan Andi....
Ping : Tapi, kita juga tidak boleh meninggalkan Mama Andi...Dia sedang bersedih hati.....

( Lampu padam...musik pelan....)

( Andi keluar)
Andi : Untuk apa kita sekolah? Supaya pintar? Lalu bisa mempermainkan hati orang lain? Atau supaya bisa menipu orang? Sekolah hanya untuk menyenagkan hati orang tua? Saya juga ingin membuktikan bahwa saya bisa berhasil tanpa sekolah......Fisika, Kimia, Biologi, Matematika, Sejarah, Ekonomi, Sosiologi....huh.....siapa yang peduli dengan itu? Membosankan sekali....

Andi : Saya akan mencari pekerjaan dulu......
( Bertemu dengan beberapa orang)
Andi : maaf, apa saya bisa melamar pekerjaan?
Orang 1 : Oiya? Mau melamar jadi apa?
Andi : Menjadi Manager.....
Orang 1 : Eh,mmmm...potongan kamu ok juga....saya ras bisa juga....Tamatan S2 mana?
Andi : S2?
Orang 1 : benar.....
Andi : Saya tidak tamat SMA....
Orang 1 : Tidak tamat SMA?
Andi : benar....
Orang 1 : Berani melamar menjadi Manager? Sampai kiamat pun tidak bisa...
Andi : tapi, kemampuan saya sangat hebat....
Orang 1 : Haha....saya tahu....semua orang juga bilang begitu....Nak, apa kamu tahu? Sekarang, sangat mudah mencari org yang kemampuannya sama dengan kamu, tapi dia sudah lulus sarjana.....banyak sekali org yang menginginkan pekerjaan ini...Belum tamat SMA? Berani lamar? Haha....Cuci baju saya saja tidak pantas....Apa kamu tahu? Pembantu saya saja sudah lulusan SMA...Sudah pergi sana, masih banyak yang antri......

Andi : huh...mengesalkan....Saya akan buktikan......

( Andi bertemu dengan beberapa org, tapi selalu ditolak...akhirnya Andi merasa lapar, tidak punya uang....ia menjual bajunya...lalu kedinginan.....)

Andi : Apa yang sedang terjadi?????
( lalu nampak satu orang, Andi ingin bekerja)
( Lalu Andi bekerja sebagai kuli dan tukang cuci baju....)

( Andi bekerja sampai capek, kedinginan, dihina, diremehkan.....)

Andi : Kenapa hidup saya bisa begini????? Apa Tuhan sudah tidak peduli kepada saya lagi??? ( menangis sedih)

( Andi kecapekan, lalu tertidur)

SCENE 6

( kakek muncul)
Kakek : Hei, Andi.....
Andi : Siapa kamu?
Kakek :S iapa saya tidak penting....siapa kamu itu lebih penting.....
Andi : Saya sudah tahu....itu tidak penting...
Kakek : benarkah? Hehe.....Kamu adalah orang yang membantah mama kamu....
Andi : kamu jangan ikut campur....
Kakek : Hmm...siapapun yang membantah orang tuanya itu sangat tidak baik.....
Andi : Tapi, saya punya alasan.....
Kakek : benarkah?
Andi : benar....Mama memaksakan kehendaknya,.,,,,
Kakek : Mama kamu juga punya alasannya.....
Andi : Saya tidak peduli...Orang tua sekarang hanya bisa memaksakan kehendak...
Kakek : Sama juga.....anak2 sekarang hanya bisa membantah orang tuannya,......
Andi : Kamu jangan ikut campur....
Kakek : Wow...Galak juga...tapi saya lihat kamu tidak ada bahagia sama sekali....
Andi : Suatu saat saya akan bahagia....
Kakek : Dengan bekerja begini? Hahaha.....
Andi : Jangan menghina saya...saya sudah cukup terhina....
Kakek : Seandainya kamu mendengar kata mama kamu.....

Andi : Huh....Mama saya tidak peduli perasaan saya....
Kakek :S iapa bilang...justru dia peduli perasaan kamu....peduli masa depan kamu....
Andi : Kenapa bilang begitu?
Kakek : mama kamu tidak mau kamu menghadapi hal yang sama seperti mama kamu hadapi dulu...
Andi : ( penasaran) Apa itu?
Kakek : makanya tadi saya bilang, mama kamu juga ada alasannya.....
Andi : Bolehkah saya tahu??? ( suara menajdi lembut)

Kakek : baiklah....saya akan membawa kamu melihat hal yang sangat menarik.....tutup mata kamu....
( Lampu padam)

SCENE 7
( kakek membawa Andi melihat)

(Seorang perempuan muda, diperintah oleh Ibu/tante)

Tante : Hei, kalau kerja yang benar....tahu?
Mama : Maaf...maaf...
Tante :A da mata tidak? Hmm...makanya, kalau tidak bisa kerja, jangan kerja...menghabiskan uang saya saja......tulis nama saja tidak bisa....huh...buta huruf....
Mama : maafkan saya...
Tante : Nanti kalau selesai cuci baju, bersihkan toilet...lalu didepan ada kotoran anjing....harus bersih...tahu?
Andi : Keterlaluan......

Tante : Satu lagi....jangan kotori rumah saya dengan kaki kamu yang jorok itu.....Kalau mau kerja lebih baik, makanya sekolah baik2....
Mama : iya......

Kakek : Kamu tahu siapa dia?
Andi : Tidak....
Kakek : Itu mama kamu dulu......
Andi : ( Terdiam)...
( Menggambarkan mama lagi berjualan
Sambil menggendong bayi...sambil belajar keras.....musik tentang pengorbanan mama)

Kakek : tapi, sekarang kamu tidak tahu lagi...Itu masa lalu mama kamu....Dia tidak ingin kamu mengalaminya lagi....
Andi : Oh...Mama....maafkan Andi......

Kakek : mama kamu lagi menunggu di rumah.....
Andi : Apakah dia mau menerima saya kembali?
Kakek : Pasti...Dia lagi menunggu kamu ......
Untuk apa kamu bekerja begini? Sedangkan kamu masih bisa sekolah?
Andi : Benar....saya akan kembali kepada mama saya......
Kakek : Baiklah....saya akan membawa kamu langsung.....

( Lampu padam)

SCENE 8

Andi : Mama......
Mama : Andi, kamu kah itu? Oh...kamu sudah kembali......
Andi : maafkan Andi, mama......Andi berjanji akan sekolah kembali........Andi sudah tahu kenapa mama memaksa Andi sekolah...
Mama : mama tahu....mama tahu.....
Andi : Ma....mana tas sekolah Andi? Andi sekarang mau sekolah.....

(S ementara di sisi lain....terlihat kakek, ping, pong)
Ping : Akhirnya......
Pong : Iya...untung ada kawan kita yangs atu lagi...
Kakek : hei, kalian harus traktir saya makan....
Pong ; bereslah.....kita makan sushi tei di Sun plaza? Ok?
Kakek : Siipp la.....

Ping ; Akhirnya, teman2....Untunglah ceritanya dapat berakhir....berakhir dnegan happy ending...meskipun kita semua deg2an...nah, teman2....Untuk apa kita sekolah? Anda bisa menjawab sendiri....

Andi : ( tiba2 ) Ayo, kita pergi sekolah.....
Pong : APA? SEKOLAH LAGI? AMPUNNNNNNNNNNNNNNNN.....................................................................................

( Keluar musik dan lagu penutup)

Naskah-Heavenly Love

HEAVENLY LOVE



( Terdengar musik natal yang sendu, lalu ganti dengan lagu Natal yang gembira)

MC : Saudara-saudara sekalian…..Hari ini merupakan hari yang istimewa bagi kita semua…Karena akan ada atraksi yang luar biasa dan saya yakin sekali akan menghibur kita sekalian….Saya yakin bapak2 ibu tidak akan sia-sia datang ke tempat ini….Mari kita sambut manusia teraneh di dunia ini…..Elephant Man…
NB : Disebut Elephant Man karena mukanya yang sangat aneh….Punya hidung yang panjang…( kalau gak bisa, ganti dengan muka yang lain)
NB : MC harus didandani, kalau bisa seperti badut…

( Keluar Elephant Man sambil memperagakan atraksi yang agak lucu)

MC : Tepuk tangan untuk manusia gajah ini…..Sekarang anda sudah tahu kenapa dia dipanggil Elephant Man…Benar…karena dia mirip dengan gajah…Benarkan? Haha…Coba sini dulu…Lihat….Sangat lucu kan?( sambil menarik hidungnya)…Haha…Ayo..beri salam kepada penonton…Ayo cepat…( sambil berlaku kasar)

EP( Elephant Man) : Selamat siang/sore/malam semuanya ( dengan terbata-bata)
MC : Hahaha….Ternyata Gajah bisa berbicara juga....Sudah…ayo cepat masuk……( EP masuk)….Sekarang bapak ibu, anda sudah menyaksikan manusia gajah…kami akan mengumpulkan persembahan untuk memberi nafkah kepadanya….
( MC turun mengumpulkan persembahan sedikit, boleh dibantu orang…usahakan ada orang bawah yang kasih uang…jangan pakai uang jemaat)
MC : terima kasih…terima kasih…haha
( MC naik lagi)
MC : terima kasih untuk sumbangan anda semuanya…..Kami akan membuka atraksi ini lagi pada hari Natal nanti…..Nantikanlah kehadiran kami dengan aksi yang lebih hebat…..Selamat tinggal…hahaha…

( MC masuk)
( MC keluar bersama papa EP)

MC : Huh….hari ini saya sangat capek…Cuma untung sedikit…Bagaimana sih anak kamu ini? Ha?
Papa : Hei, jangan selalu sebut anak saya…dia bukan anak saya…Mana bagian saya?
MC : kali ini Cuma segini….
Papa : Apa? Cuma segini? Apa tidak salah? ( sedikit marah)
MC : Hei, jangan salahkan saya…Salahkan anak kamu itu…
Papa : Huh….Sudah saya bilang jangan sebut dia anak saya…Saya tidak akan mempunyai anak sejelek dia…..Chio Phi Kang…Chio Phi Kang…cepat keluar…cepat…( dengan marah….)
EP : Ya….saya..keluar papa..
( Papa menampar EP langsung)
Papa : sudah berapa kali saya bilang, jangan panggil saya papa…..saya bukan papa kamu….Saya adalah boss kamu…
EP : maa…afkan…..say…a…..bos…..s
Papa : Bagus….Hei…apa kamu sudah bosan hidup? Tadi pertunjukkan kenapa dapat cuma segini? Ha?
EP : Eh…sa..ya….tidak….ta…hu ( dengan takut)
Papa : Apa kamu bilang ? Tidak tahu? APa kamu tahu saya lagi tidak punya uang? Ha? Kamu ingin kiat semua mati ya? Ha? ( lalu memukul dengan keras)
Papa : oh…saya tahu..kamu sengaja kan? Supaya saya tidak menyuruh kamu jadi manusia aneh di pertunjukkan lagi kan? Ha? ( menendang EP hingga jatuh)
( EP menangis)
MC : Hei, sudahlah…kasihan dia…
Papa : Apa? Kasihan dia? Apa dia tidak kasihan dengan saya? HA ? ( Menendang lagi) Kalau kamu kasihan, kamu ambil dia saja, biar menjadi peliharaan kamu…Kalau tahu dari dulu begini, saya tidak akan mengambil kamu dari tempat sampah…biar kamu mati saja…Puih….

MC : Baiklah…jangan marah terus….lain kali kita pasti dapat uang lebih…sekarang saya pulang dulu…Jangan lupa hari Natal nanti…ok?
Papa : Baiklah…. Saya tidak antar kamu lagi…
MC : Sudah…gak apa-apa… Saya berharap kita bisa kerjasama lagi…ok?
Papa : Ok…Pasti…
(MC masuk)

Papa : Huh…kamu memang ingin kita matikan? Ha?
EP : bukan begitu…pa…eh…bos..
Papa : Hmm. Sebagai hukumannya…kamu tidak akan saya beri makan pada malam ini…Biar kamu merenungkan kesalahan kamu selama ini…dan tidur di luar rumah…
( papa masuk, tinggal EP nangis pelan2, lalu pergi)
( peragakan EP tidur dalam keadaan dingin)

Pagi harinya……..
( Keluar seorang pr bersama anaknya)

Min2 : Bu, lihat…ada orang disitu…
Ibu : Ya, nak….Mungkin dia adalah gelandangan…Kasihana dia ya…
Min2 : kita kasih uang ya….
Ibu : iya…hehe…ternyata anak ibu sudah bisa beramal…
Min2 : Iya donk..kan Ibu yang ajar..
Ibu : Eit….Bukan Ibu..tapi Tuhan…
Min2 : Yesus…..( dengan teriak)
Ibu dan anak : hahaha
Ibu : Ayo, kasih uangnya……
Min2 : baik….
( Anak mendekati EP, membangunkan dia)
( EP bangun)
Min2 : Ahhhhhhhh….Ibu….( lari ketakutan)
Ibu : Ada apa?
Min2 : Lihat…dia mengerikan……
(EP menjadi minder dan malu)
Ibu : ( melihat bentar) jangan takut anakku….dia tidak jahat kok..ada ibu disini…
( Ibu mendekati EP, merasa iba)
Ibu : Nak, kenapa kamu berada disini?
EP : ( dengan takut) Sa…ya…….
Ibu : ada apa? Dimana orang tuamu?
EP : eh…eh….
Ibu : Apa yang bisa saya bantu?
EP : sa..ya…………
Ibu : katakan saja….Dimana rumahmu? Ayo, saya antar pulang….
EP : ehh…( ketakutan)
( Akhirnya EP melarikan diri dan pulang)
Ibu : nak…Nak…( berusaha memanggil EP)
Min2 : ada apa dengan dia Mama? Kenapa wajahnya begitu aneh?
Ibu : hei…jangan bilang begitu…Mungkin dia terlahir cacat…Kasihan dia..
Min2 : Iya,Ma…tadi dia begitu takut…apa kita harus mengejarnya?
Ibu : Sudahlah…Semoga Allah Bapa beserta dengan dia….
Min2 : Iya, ma…. Ayo, ma…. Kita beli hadiah Natal….
Ibu : ( tersenyum) Iya, ayo….kita ke plaza mencari hadiah untuk papa…
Min2 : hore…..

( Ibu dan Min2 masuk)
( Tiba2 ada suara dan EP keluar terhuyung2, disertai barang lemparan)

Papa : Huh…Pergi sana…..Biar mati saja kau….bikin susah saja…Menjahit saja tidak bisa…Pergi cari minuman keras untuk saya…Kalau belum dapat, jangan pulang…Goblok…Kenapa saya bisa bernasib seperti ini?

( EP Masuk)
( Keluar beberapa anak main2, EP melihat dari samping, sangat ingin bermain dengan mereka)

( EP akhirnya mendekat kepada mereka)
Anak 1 : Hiiii…..siapa ini….
Anak 2 : Ahhh…( teriak takut)…ada monster………..
Anak 3 : Siapa dia? Ayo kita pergi….

( EP mendekat ingin berteman)

Anak 1 : pergi sana….pergi..
Anak2 : ayo, kita usir dia…..
( Anak2 mengambil batu atau yang lainnya melempar EP)
( EP akhirnya pergi……)
Anak 1 : ihhhhhh…..menjijikan wajahnya….
Anak 2 : benar sekali….kenapa ada manusia seperti itu?
Anak 3 : Kata ibu saya, kalau begitu pasti titisan iblis…
Anak 1 : Ih….mirip film Constantine ya?
Anak 2 : Film itu kan bukan tentang titisan iblis.,..
Anak 1 : Mana saya tahu…
Anak 2 : sembarangan
Anak 3 : sudah….ayo kita pergi ke taman yang agak jauh….supaya tidak ketemu makhluk aneh itu lagi…..

(Ketiga anak masuk)

( Lokasi : di gereja, lagi mempersiapkan natal)

Susan : Hei….Ayo teman2….Kita cepat hias pohon natal ini…. Waktu kita tinggal sedikit..
Min2 : Iya….ayo…Budi, kamu cepat ambil kain lap…Cepat lap mimbar kita
Budi : ok..siap boss….hehe
Rita hei, kawan2…( sambil membereskan dekorasi)…apa hadiah natal kalian tahun ini?

( EP sambil berjalan masuk ke dalam dari belakang gereja, dengan pelan tanpa diketahui mereka)

Budi : wah..tahun ini papa saya mau kasih saya sepeda motor…haha…
Susan : wah..asyik dong…
Min2 : lho, kamu sudah boleh naik sepeda motor?
Budi : Iya dong…usia saya kan sudah 17 tahun ke atas..
Susan : tapi masih seperti anak2….hihihi
Budi : Hei, awas ya….Wa sudah jadi laki2 sejati..tahu..
(Semua cewek ketawa)
Susan : Kalau saya, papa mau kasih boneka Barbie yang baru….hihi
Rita : wah…asyik ya punya papa seperti kamu….Saya juga mau…
Susan : wuek…enak aza,…dia papa Susan seorang saja….Kalau kamu Min2?
Min2 : Kalau saya…hadiahnya belum tahu sih…tapi biasanya mama suka membawa saya ke panti asuhan untuk menghibur mereka…
Susan : wah…enak juga ya…
Min2 : iya, kata mama natal bukan waktunya hura2..justru waktunya kita menunjukkan kepada orang kasih natal….Biar orang dapat mengerti untuk apa harus ada natal..
Budi : Hmmm. Benar juga….
Rita : apa kamu mengerti?
Budi : Hehe…gak juga….
Semua : Huuuuu……….

( EP maju dan duduk di didepan, tapi tanpa diketahui mereka, boleh juga duduk di depan bersama penonton)

Min2 : Kata Mama saya, natal adalah waktu dimana kita bersama dengan orang2 yang dikasihi, orang2 terbuang dan orang2 yang merasa tidak dikasihi..
Susan : wah…kalau begitu kita mesti kasih banyak orang hadiah lo..
Min2 : Tidak juga, kata Mama, yang penting kita bersama mereka untuk mensharingkan makna Natal..supaya mereka tahu, mereka tidak sendirian di dunia…masih ada Allah Bapa yang peduli terhadap manusia…Maka dari itu Tuhan Yesus datang, ssupaya manusia bisa merasakan kasih surgawi itu…
Rita : Saya setuju dengan perkataan kamu………..

Budi : ( sambil makan)Saya juga…. Saya rasa…(nyam2) kamu cocok jadi pendeta deh…
Rita : Iya, dan kamu cocok jadi tukang makan….dasar congok..
Budi : hehe…
Min2 : hei…saya pernah bertemu dengan sesorang yang aneh lo…
Susan : aneh? Maksudnya?
Min2 : Hidungnya mirip gajah…
(EP terkejut)

Semua : Masak sih?
Min2 : Iya…tapi dia manusia lo..
Rita : mungkin dia cacat..
Min2 ; Iya, mama saya juga bilang begitu..Kasihan dia…..
Susan : mungkin kalau kita bertemu lagi, kitra mesti menunjukkan belas kasihan..
Min2 : Iya….
Rita : sudahlah…ayo kita latihan nyanyi…Jangan lupa kita ada pujian di Kebaktian Remaja Sambu Baru….
Min2 : oiya, hampir lupa…ayo latihan…

( Ambil posisi, nyanyikan lagu natal….< EP sangat menikmatinya)
( Sesuadha selesai nyanyi, tiba2 Rita melihat EP)

Rita : Ahhhhh, ada makhluk aneh…..( teriak)
Semua : Ada apa? ( Budi mengambil tongkat siap siaga)
Min2 : Tunggu….dia adalah manusia aneh yang tadi saya cerita…
Susan : masak? Jangan2 dia mengikuti kamu ke gereja….Ihhh..jangan2 dia mau menculik kamu….
EP : ( menggelengkan kepala) bu..kan….bukan….saya Cuma…lewat…
Rita : Eh, dia bisa bicara….
Budi : iya pasti donk..dia kan manusia juga…..Ayo, kita usir dia dari sini…Hus…Hus…( dengan takut juga)
EP : Maaf…kan… saya…..saya….telah…mengganggu…( EP beranjak pergi)

Min2 : (tiba2) Jangan…jangan…berhenti..
(EP berhenti sejenak)
Min2 : Kawan2, apakah kawan2 lupa yang barusan saya bilang…kita kan sudah setuju membagikan kasih natal kepada siapapun juga…. Tidak kecuali…adalah dia…
Susan : tapi….dia….agak…
Min2 : Aneh? Tapi dia tetap adalah manusia yang dikasihi oleh Allah Bapa…sama sperti kita…apakah kita lebih baik dari dia?
Rita : Tapi….
Budi : Wah…susah…memang kita mesti mengasihi..tapi dnegan dia…kita suruh pendeta saja lah….pendeta kan lebih beriman dari kita…
Min2 : justru kita lah yang harus menunjukkan kepada dia…mengapa orang Kristen begitu berbeda…lalu kenapa harus ada natal…Kalau tidak kita…siapa lagi?
Susan : ehmm.. ya..sudah….panggil dia lagi..
Min2 ; Eit….siapa nama kamu….sorry, kami tadi berlaku kasar….siapa nama kamu? Kami semua adalah kawan…..

( EP mendekat, dituntun Min2)
Min2 : Siapa nama kamu?
EP : Nama saya Chio Phi Kang….
Min2 : Oiya…saya mIn2…ini Susan…ini Budi…ini Rita…Dimana ortu kamu?
EP : Eee….Saya tidak punya mama……Cuma ayah angkat….
Min2 : Oiya….
Susan : Hei, lihat dia punya luka….kasihan..mungkin dia sering disiksa…
Budi : apa kamu lapar?
( Sodorkan makanan)
EP : ( malu2)…
Min2 ; Gak papa…. Makan saja… kita masih banyak kok…
( EP Makan dengan lahap sekali)

Susan : Kasihan dia…saya yakin dia pasti sering disiksa ayah angkatnya…
Min2 : Sudah kenyang?
EP : terima kasih…disini gereja ya?
Min2 : Iya….kami sebentar lagi sudah akan merayakan natal…
EP : Natal?
Rita : Iya, natal…dimana ada lagu yang enak, ada hadiah, ada kasih..
Budi : dan santa claus
EP : Santa Claus?
(Semua ketawa)

EP : tadi adalah lagu natal?
Min2 : Iya….Ayo, kita nyanyi lagi yok….
(EP ragu tapi akhirnya mau)
( Semua nyanyi lagu natal sambil memperagakan memberikan hadiah kepada EP)
(EP sangat gembira, semua nyanyi sambil masuk)

( EP pulang ke rumah sambil bernyanyi lagu natal)
Papa : Hei, dari mana kamu? Ha?
EP : Eh…..dari…
Papa : dari mana? Ha? Mana bir saya? Ha?
EP : Saya…..
Papa : darimana? Ha? Cepat katakan ( mencengkram EP)
EP : dari gereja……
Papa : Gereja? Goblok…( memukul EP)…saya suruh cari bir, malah ke gereja…mau jadi pendeta ya? Asal kamu tahu saja, pendeta juga sama semua…orang Kristen sama saja…Cuma mementingkan diri sendiri…katanya penuh kasih..Puihhhh…(meludah)…mana ada itu….Cuma mengasihi sesama mereka saja…lalu mengasihi orang kaya…mana peduli terhadap kita orang miskin…apalagi kepada kamu manusia aneh…

EP : tapi…mereka peduli…mereka bermain dengan saya…Katanya Allah mereka peduli…..
Papa : apa? Peduli? Hahahaha ( tertawa pedih)……kalau tuhan mereka peduli, kenapa kita hidup susah…saya katakan kepada kamu…kalau bukan saya yang ambil kamu, tidak ada yang mau dengan kamu…tahu? Mereka mau memungut kamu? Potong kepala saya…saya yang susah payah membesarkan kamu…heheh..mana ada yang peduli?
EP : Tapi..mereka peduli….
Papa :kamu sudah dibohongi mereka…tidak ada yang peduli…tidak ada yang peduli…..
EP : kenapa papa selalu marah jika ada yang menyebut orang Kristen?
Papa : Karena……karena….( dengan sangat marah)
EP : karena apa pa?
Papa : Karena….( duduk dengan sedih…..)…..semua orang Kristen munafik…
EP : tapi…tidak semua..
Papa : jangan membantah saya…Sudahlah…ini hadiah apa?
EP : Hadiah natal..
Papa : Apa? ( lalu membuang hadiah tersebut) Natal apaan? Saya heran kenapa orang Kristen semua merayakan natal yang goblok itu? Untuk apa ada Natal?
EP : Natal adalah curahan kasih Bapa di surga..
Papa : hahaha..kalau Bapa di surga penuh kasih…kenapa banyak Kristen adalah penipu…merayakan natal tapi menindas orang lain..puih..saya jijik….
EP : Maksud papa?
Papa : Tahukah kamu yang membuat saya begini miskin? Karena teman saya…dan dia adalah Kristen…dia menipu saya hingga bangkrut…puih…jangan bilang orang Kristen lagi…awas…
EP : Tapi..
Papa : Sudah….kamu pergi saja…saya tidak mau melihat kamu…cepat…( dengan marah)
EP : tapi…
Papa : cepat….

( EP pergi)
Papa : Huh….Hadiah Natal apaan? Kalau benar2 ada kasih Natal….hehe…bohong saja….
( tiba2 masuk beberapa preman)
Preman1 : halo..kita jumpa lagi..saya mau bertanya kapan mau bayar hutang…ha?
Preman 2 : benar, kamu sudah lama berhutang…sejak kamu bangkrut..
Papa : maafkan saya…saya….belum punya uang..
Preman 1 : Belum punya uang? Ha? Beraninya kamu bilang begitu sama kami? ( memukul dan meninju papa)
Preman 2 : Kami pinjamkan kamu uang karena kasihan…kata kamu harus membesarkan anak kamu…
Papa : Tapi itu memang benar…
Preman 1 : Lalu? Mana bayarannya? Ha?
( memukul lagi)
Papa : Aduh…tolong…jangan…saya akan bayar nanti…beri saya waktu..
Preman 2 : Oh…gitu ya? Itu kalimat basi yang sering kamu ucapkan….pesan boss kami agar memberi pelajaran bagi kamu..
Papa : Tolong, jangan….
Preman 1 : kalau gak mau, bayar sekarang…
Papa : tapi saya tidak mempunyai uang……
Preman 2; Hmm.nampaknya komunikasi kita tidak lancar ya? Ayo..
( Kedua preman menghajar papa sampai babak belur, mematahkan kakinya, kalau bisa peragakan, sampai papa terjatuh gak bisa bangkit)

Preman 2 : rasakan….kalau kami balik lagi belum ada uang, siapkan peti mati yang bagus, tahu???? AYo pergi..

( Preman masuk, tinggal papa)

( EP duduk di taman, sedih….)
( IBu dan Min2 lewat)
Ibu : Hei, kamu…
Ep : Iya,bu..
Ibu : kenapa disini?
EP : saya diusir…
Ibu : Ha? Diusir?
Min2 : Pasti oleh ayah angkat kamu….
(EP menggangguk kepala)

Ibu : kenapa diusir?
EP : Karena saya menyinggung tentang natal dan orang Kristen…
Ibu : Hmm…napa?
EP : Pernah ada orang Kristen yang menipu dia..
Ibu : Pantas….tapi kaum harus tahu, tidak semua orang Kristen seperti itu..
EP :iya…
Ibu: Ayo….Ibu antar pulang….
EP : Iya…tapi..
Ibu : Ibu akan jelaskan pada papa kamu..
EP : tapi..papa saya kasar orangnya
Ibu : Tidak usah kuatir….Ibu bisa atasi kok…kalau perlu bantuan, akan ibu bantu..ayo..
(EP pulang bersama ibu dan min2)
(Sesampainya di rumah, melihat papa sudah tergeletak)
EP : papa…papa….
Ibu : cepat bawa ke rumah sakit…..
( Lampu padam atau masuk)

( dokter keluar, lalu berbicara kepada ibu dan EP)
Dokter : Darahnya kurang…harus segera transfusi darah…tapi persediaan darah di RS ini tidak, apalagi darahnya agak langka, AB minus…Siapa disini yang AB Minus?
EP : Saya AB dokter, tapi…belum tahu Minus atau positif
Dokter : baiklah..mari kita periksa…Apakah kamu bersedia memberikan darah kamu?
EP : iya, dia adalah papa saya…..
Dokter : baiklah,ikut saya….

Min2 : Ma, kasihan EP ya?
Ibu : Iya, tapi dia sudah memahami apa arti natal..karena dia mau memberikan darahnya kepada orang yang menganiaya dia…sama seperti Bapa memberikan Anaknya untuk musuhnya yaitu manusia….dan manusia menganiaya Yesus….tapi Yesus tetap mencurahkan darahNya untuk manusia.
Min2 : hm…

( Nampak papa sedang terbaring dan EP disamping)
Papa : Maafkan papa ya?
EP : Tidak apa2….kita mulai dari awal lagi ya?
(Papa menggangguk)
( Semua masuk)
(NB: Kalau susah keluar dalam keadaan terbaring, boleh bicara di dalam saja)


( semua masuk)
( Kalau bisa semua panitia natal keluar dan bernyanyi lagu natal bertema kasih natal)
( EP memapah papanya keluar….didikuti kawan2, ibu dan Min2 mengikuti natal di gereja)
(papanya memeluk EP erat2….)
( Kesimpulan drama bisa dari lagu natal….We are the reason atau More than everything)
( Selesai…..GBU)

Naskah-Faith, Love, Hope

Faith, Hope and Love

Pemeran tokoh:
Kakek1 : Mempunyai sifat keras kepala, mau hidup sendiri, pikun, tidak mau dibantu orang, pemarah..meninggalkan anaknya..
Kakek2 : selalu merasa bersalah atas kematian istrinya, karena sering mabuk-mabukan dan berfoya2. Hidup dalam rasa mengasihani diri dan menghukum dirinya sendiri
Nenek 3 : Menderita Alzheimer, mulai lupa siapa dirinya.. Tidak ada sanak saudaranya lagi. Hidup sebatang kara. Ditinggal anak dan suami karena bencana..….Ntah kemana..
Kakek 4 : semangat, ceria, selalu mengganggap dirinya hebat dan tahu segalanya, dan selalu berfilsafat tapi hatinya kosong…Sebenarnya ia kecewa dengan hidup ini…karena ditinggal pasangannya…
Pembantu 1 : Pemeran utama..seseorang yang sedang praktek di rumah jompo..yang sebenarnya tidak mau melayani orang jompo..tapi akhirnya…ia menemukan bahwa melayani orang jompo merupakan tugas yang mulia
Pembantu 2 : Seseorang yang sangat ceroboh..sering dimarahi, tetapi sangat sabar…Agak sedikit latah
Dan beberapa anak2 dari kakek2 ( tergantung naskah)


( Di sebuah panti jompo, terdengar musik yang lembut)

Setting : Sebuah rumah panti jompo, papan nama Panti Jompo Kasih Sayang

SCENE1

( Keluar musik riang)
Pembantu 2 : haiya…Kenapa masih ada kotoran disini? Huh ( mengeluh sebentar)…Aiya…apa ini? ( mengangkat sebuah kotoran)..Jorok…kenapa saya harus mengambil praktek kerja di tempat ini? Huh..benar2 melelahkan…

Pembantu 1 : Sudahlah, jangan mengeluh terus.. Tidak baik bagi orang muda seperti kita..( terus masuk)

Pembantu 2 : Hmm..Ya , benar juga…tidak boleh mengeluh…tidak boleh mengeluh..( sambil komat kamit)
( Tiba2 Kakek1 keluar dan pembantu 2 menabrak kakek1 )
Kakek 1 : hei, kalo ada mata digunakan…
Aming : Ups…sori…sori..
Kakek 1 : Huh…Kalo sudah rabun, pakai kacamata…
Aming : ups…galak amat…hehe…sori Bos…

Kakek1 : ( keluar dengan susah payah)…
Aming : Mari Kek, saya Bantu….
Kakek1 : Apa kek, kek? Nama saya Kao Siung…Panggil saya Bapak kao Siung..
Aming : Maaf…Kek…eh..maaf…Bapak Kao Siung
Kakek1 : Asal kamu tahu saja, meski saya sudah berumur, tapi semangat masih muda seperti kamu..Memang anak muda sekarang tidak tahu diuntung.,…semuanya sudah disediakan…akibatnya menjadi tidak berbakti kepada orang tua….
Aming : Benar,…anak sekarang sangat beruntung..Dimanja…disayang berlebihan..Kita sebagai generasi muda ( berkhotbah di depan)

Kakek1 : Hei…saya sedang berbicara tentang kamu…goblok….anak muda sekarang memang kurang ajar…(batuk)
Aming: Maafkan saya…..Ayo saya papah…
Kakek 1 : Tidak usah…Pergi sana ( mendorong pembantu)
Aming : tapi kek…eh..maaf..bapak kao siung…..anda masih lemah….baru sembuh dari sakit…
Kakek1 : Saya masih kuat….siapa disini yang berani bilang saya lemah? ( berteriak)..ha? ( tiba2 mau terjatuh,batuk2 dan secepatnya dipapah oleh pembantu)
Aming : Nah, apa saya bilang…ayo duduk dulu…Hihi..hihi ( Ketawa terus)..
( Kakek1 melotot…marah)

Aming : Ups…sori, Bos…hehe….
Kakek 1 : Huh…saya tidak butuh pembantu macam kamu..pergi..pergi…Sudah bloon, menyebalkan lagi…
Aming ; Oh…maafkan saya, Bapak Kao Siung…( merasa bersalah)

( Nini keluar)
Nini : ada apa Aming? Kamu membuat Bapak Kao Siung marah lagi?
Aming ; Iya, saya tidak sengaja…..
Kakek1 : Huh….Suruh dia pergi…
Nini : Aming, kamu pergi dulu ya…..Saya yang akan mengurus bapak Kao siung…
Aming ; Baiklah…..

Nini : Sini saya Bantu….
Kakek1 : Sudah, jangan pedulikan saya…saya tidak butuh belas kasihan kamu…saya masih kuat ( Masih batuk2)
Pembantu : Akan saya ambilkan air minum…
Kakek1 : saya hanya mau minum air mineral yang sudah disaring 10 kali…
Nini : Ya…saya sudah tau….( agak kesal)
Kakek1 : Dasar anak muda….Tahunya hanya bersenang2 dan menghabiskan uang orang tua saja…Sesudah itu membiarkan orang tuanya…Sendirian….( Matanya menerawang jauh)
( Nini masuk)

( Tiba2 masuk kakek 4 dan nenek 3)
Kakek4 : ( mendekati kakek1) Haiya…kenapa dipikirin? Hidup hanya sebentar saja…hidup ini seperti uap..yang sbentar kelihatan lalu lenyap…
Nenek3 : Hei, sepertinya saya pernah mendengar kata2 itu….
Kakek4 : haiya, masak tidak tahu? Kata2 ini saya ambil dari Alkitab, yang selalu ditaruh di tepi tempat tidur kita.
Nenek3 : Oh…Alkitab…Saya dulu suka baca komik itu…
Kakek4 : haiya…Nenek..nenek..Alkitab bukan komik..tapi kitab suci orang Kristen..
Nenek3 : Oh…masak? Seingat saya itu komik…seperti donal bebek..
Kakek4 : Hehe..Nenek semakin pikun saja..
Nenek3 : Hei, pikun2 tapi nenek masih bisa menghafal kitab Perjanjian Baru…
Kakek4 : Wah…masak sih nek?
Nenek : Huh…meremehkan saya ( dengan sedikit sombong yang lucu)
Kakek4 : Coba dulu…
Nenek : Matus, Makus, Lukus, Yunus, Rusul, Rumus, Humus,
Kakek 4 : haha….nenek memang hebat…
Nenek : Iya kan…
Kakek1 : hei, kalian bisa diam tidak? Ha?
Kakek4 : Ups…Maaf…rupanya kita membangunkan singa yang lagi tidur…haha ( berkata kepada nenek3)

Nenek : Singa? Saya tidak melihat ada singa
Kakek1 : Hei…kalau kalian masih tidak mau diam…..saya akan…( dengan suara keras dan mengangkat tongkat)
Kakek4 : Hei..apa ini? Apakah kamu tidak tahu…siapa yang menggunakan tongkat akan binasa oleh tongkat? Ha?

Kakek1 : Kamu…berani melawan saya? Ha? Tidak ada orang di dunia ini yang boleh melawan saya…
( Aming keluar sambil melihat)

Aming ; Sudah..sudah..jangan bertengkar lagi…kita harus hidup rukun damai..Tuhan Yesus kan bilang begitu..
Kakek1 : Hei..jangan kamu sebut nama Tuhan di hadapan saya..Tahu?
Aming : Ups….sori..
Kakek 1 : Huh…Tuhan Yesus apa? Tuhan apa itu?
Aming ; Itu Tuhan yang mengasihi kita…sayang sama kita…( nyanyi lagu Jesus Loves me)
Kakek1 : ei…berhenti nyanyi…saya ingatkan kamu…di dunia ini tidak ada kasih sayang…tahu?
Aming : Iya…i..ya ( ketakutan)

( Kakek4 mengejek kakek1, kakek1 sambil masuk, kakek 2masuk)
Nini : sudahlah, jangan kalian bertengkar lagi..nanti bisa sakit…
Kakek 2 : Ada apa dengan Kao siung?
Kakek4 : ntah….lagi bad mood…

Nini : sudah..ayo duduk nek….
Kakek 4 : huh…sok berkuasa….padahal apa yang dia tahu? Tahunya Cuma marah2…
Nini: Sudah Kakek…
Kakek4 : heii..saya sudah bilang berkali2…panggil saya kakek Kong Hu Cu…
Nini : Oiya? Maaf…maaf..Kakek Kong Hu Cu

Kakek4 : Hahaha….begini baru bagus..Kamu tahu tidak anak muda…Hidup di dunia ini seperti panggung sandiwara saja…kamu berakting..hanya pura2…penuh dengan kebohongan….Semua orang menjalani hidup dengan topengnya masing2…
Aming : wah..kakek…sepertinya anda cocok jadi sutradara teater..
Kakek2 : masak sih begitu hebat? Kok saya tidak tahu?
Kakek4 : haha…. Kamu belum tahu kehebatan saya…dulu, saya pernah menjadi dosen yang sangat dikagumi…saya baca banyak buku filsafat dan kehidupan..Orang2 selalu berkonsultasi dengan saya…Saya juga sangat hebat dalam berpuisi dan berprosa…Tulisan saya selalu dimuat di koran2.,..
Nini : Wah…Sepertinya kakek banyak berprestasi
Kakek4 : makanya kawan2 kakek suka memanggil kakek Kong Hu Cu…kakek dulu juga adalah superstar..Hampir dikontrak oleh perusahaan film…kalo tidak, kakek sudah bisa seperti Jacky chen..haiya…..( memperagakan kungfu)

( nenek tiba2 menangis)
Nini : nek..nek..ada pa?
Nenek : nenek teringat jacky chen….anak nenek
Kakek4 : (tertawa) Jacky Chen itu actor nek…benar2 tidak bisa ditolong lagi…
Aming : tapi mungkin saja nama anaknya Jacky Chen, iyakan Nek?


Aming : hei, bagaimana kalau kita kita menari sebentar? Ha? Bagaimana?
Kakek4 : wah, bakal seru nih…siapa takut? Ha?
Nenek : nenek juga mau m,enari…Dulu Nenek dengan mei Siang suka menari…benarkan?
Kakek 2 : Wah, sepertinya ingatannya sudah pulih….
NeneK : benarkan Mei Siang? ( bicara dnegan pembantu)
Kakek4 : haha…siapa yang bilang sudah pulih? Makin kacau saja….
Aming : jadi, kita lomba siapa yang bisa menari paling lama…ok?
Kakek4 ; huh, siapa takut? Ayo…
Kakek2 : Ah, kalian saja yang main….
Aming : Ayolah…..
Kakek2 : baiklah kalao begitu
( Musik keluar…semua disko dengan gaya jenaka….kakek2 malu2, yang paling heboh kakek4….semua bermain sampai lelah…

( Layar ditutup, lampu dimatikan)
SCENE 2

( Kakek 4 mengejar nenek)
Kakek4 : hei, nek…kamu salah ambil….Kamu ambil sikat gigi saya…Ini kan punya kamu..
Nenek : hei…kamu yang ambil punya saya,.,..
( Sambil kejar2an dan menjatuhkan barang2)
Kakek2 : ( keluar) Hei, sudahlah….kenapa mesti bertengkar…
Kakek4 : hei, apa kamu mau suruh saya pakai punya wanita? Tidak bisa…
Kakek2 : Sudahlah…mengalah dulu…
Kakek4 : Dalam hidup kita memang boleh mengalah, tapi terhadap kebenaran kita tidak boleh mengalah..
Kakek2 : Simpan saja teori kamu…sudah tua masih banyak teori…
Kakek4 ; Hei, lebih baik berkata2 hikmat daripada seperti kamu,…setiap hari hanya mengurung diri…muka sedih…sepertinya tidak ada harapan hidup lagi..
Kakek2 : memang usia kita kan tidak muda lagi…jadi kita perlu merenungkan setiap kesalahan yang kita perbuat…
Kakek4 : haha ( setengah mengejek)…Orang bijak berkata….kita harus bangkit dari kesalahan kita…Lupakan masa lalu, hadapi masa depan dengan tegar…. Ming Thien Hui Ken hao….
Kakek2 : huh…kita memang sedang di ujung hidup..apanya ming thien hui ken hao? Lagipula ada kesalahan yang tidak bisa diperbaiki…harus ditebus seumur hidup…( berkata pelan, mata berkaca2 sambil menerawang jauh)

( Kakek1 masuk)
Kakek 4 : Hus ( sambil berbisik) Singa sudah masuk…..
Kakek 1 : Ada apa ribut2 tadi? Bikin saya susah tidur saja…
Kakek4 : Hei, bukan kamu yang tinggal disini saja…..kami juga tinggal disini..
Kakek1 : Tapi kalian harus menghormati hak orang lain..dasar tak berpendidikan…
Kakek4 : hei, kamu menghina saya? Gelar saya lebih banyak dari kamu, Tahu?
Kakek1 : gelar murahan semua….
Kakek 4 : Kurang ajar….
Kakek2 : Hei, sudahlah…kita kan sama2 tinggal disini…kenapa mseti bertengkar?
Kakek 4 : kalo berani, ayo kita berdebat? Seberapa hebat ilmu kamu?
Kakek1 : Huh…kamu belum tahu berapa banyak karyawan yang pernah saya pimpin semasih muda…banyak yang seperti kamu..sok pintar..Tapi uang masih memegang segalanya…Untuk apa pintar tapi miskin?
Kakek 4 : Untuk apa banyak uang tapi akhirnya ke panti jompo? Sudah bangkrut ya?
Kakek1 : kamu….

Kakek 2 ; Hei, kalian….jangan bertengkar lagi..Tidak baik untuk kesehatan kita
Kakek 1 : Saya tidak membutuhkan nasehat dari orang depresi dan pesimis…

( pembantu pulang dengan membawa belanjaan)
Nini : Halo, saya sudah pulang…..Saya membawa banyak makanan hari ini…
Kakek4 : wow, ada makanan enak….haha…terima kasih a hao……
Nenek : Ada makanan? Hmm…apa saya sudah makan?...Hei ( bertanya kepada kakek 1 ) Apa saya sudah makan? Apa saya sudah makan ya?
Kakek 1 : Sudah, pergi sana…( mendorong nenek)
Nini : hei, hati2….kenapa kakek begitu?
Kakek4 : hei, kenapa kamu kasar kepada nenek tua ini? Ha?
Kakek1 : Mengganggu saja..huh…menjijikkan…
Kakek4 ; Padahal sendiri yang menjijikan…
Kakek 1 : Apa kamu bilang? Kamu berani melawan saya? Ha?
Kakek 2 : Sudah…sudahlah..napa mesti bertengkar…Kamu harus minta maaf kepada nenek …
Kakek1 : Seharusnya dia yang minta maaf kepada saya…huh…
( sementara Nini membantu nenek)
Nenek : Tadi sepertnya nenek jatuh dari surga..hihi….tapi untung ada kamu anakku, Mei siang….( membelai pembantu)
Pembantu : nek, saya bukan mei siang….saya Nini…
Nenek : nini? Hm? Ayolah, jangan bohong sama saya…Nenek senang kamu sudah kembali…( sambil nangis) Kenapa meninggalkan nenek sendirian? Nenek takut…nenek takut…( Sambil memeluk nini)

Kakek 4 : Lihat perbuatan kamu…Betapa sombongnya kamu…
Kakek1 : ini bukan sombong…ini soal prinsip…Kalau kita hidup tanpa prinsip, untuk apa lagi kita hidup?
Kakek4 : Oh…prinsip ( sambil mengejek)..Termasuk tidak memperdulikan orang? Saya baru tahu prinsip kamu suka menganiaya orang …hehe ( mengejek)
Kakek1 : Apa kamu bilang? Ha? Spertinya kamu tidak bisa ditolerir lagi…Ayolah…saya akan lawan kamu..
Kakek 4 : huh…siapa takut? Ehh…gini2 saya pernah belajar kungfu…Ayo, saya sudah lama tidak mempraktekkannya..
( keduanya pasang kuda2)
Kakek2 : ei, sudah…jangan berkelahi lagi….
( berusaha menengahi)
Kakek1 : kamu jangan ikut campur…Tahu? Ayo…

( tiba2 pembantu berteriak dengan keras)
Nini : Sudah…semuanya…Apakah kalian tidak bisa diam? HA? ( dnegan suara keras dan marah)

( Semuanya terdiam)
Nini : kenapa kalian tidak bisa saling mengalah saja? HA? Gara2 urusan sepele begini kalian mau berkelahi? Ingat…kalian sudah tua…..kenapa bertingkah seperti anak2? Ha ( hampir menangis)…Lihat, Kasihan nenek….

Kakek1 : baiklah, saya memang salah…tapi kamu jangan pernah bilang saya sudah tua….tidak bisa apa2 lagi…saya masih kuat..Tahu? ( dengan marah)..Huh./.
Kakek4 : ( juga tersinggung) Benar, saya juga masih muda….saya belum tua…..Tahu? Jangan pernah bilang saya tua? Huh ( sambil amsuk)

Kakek 2 : Meskipun kami sudah tua, tapi kamu seharusnya tidak bilang begitu….Kalian memang tidak mengerti kami yang sudah tua ini…Sudahlah, jangan sia-siakan waktu kamu disini…ya? Kami semuanya sudah kehilangan sesuatu…sesuatu yang berharga….( sambil masuk)

( Nini menjadi tertegun….lalu pelan2 memapah nenek masuk, nenek sambil berceloteh…)

( malam hari, keluar musik yang lembut sekali…Angin terdengar….pelan…pelan sekali)
(Pembantu keluar)
Kakek2 : ( datang) Kakek rasa kamu jangan disini lagi…
Nini : Napa Kek?
Kakek 2 : Nanti kamu akan menghabiskan waktu kamu disini…
Nini : Tapi….
Kakek2 : Seharusnya waktu muda kamu dipergunakan untuk mencapai cita2mu…bukan disini melayani kami….
Nini : Tapi..saya rela..
Kakek2 : Kami memang tinggal menunggu hari tiba saja…
Nini : Hus, kakek jangan bilang begitu..
Kakek2 : pantang? Hehe…tapi memang benarkan? Hidup kita seperti uap…tidak bisa berbalik kembali….
Nini : Saya juga bertanya apakah saya harus disini terus….
Kakek 2 : Hmm…kejarlah impianmu anak muda…kami tidak apa2 disini…
Nini : Yah…Tapi saya selalu ingat akan panggilan saya kepada Tuhan…
Kakek2 : Tuhan? Hehe…Sepertinya semua yang disini sudah kehilangan arti kata itu..
Nini : Kata Tuhan? Mengapa? Bukankah itu alasan bahwa kita masih tetap hidup dan harus bersyukur?
Kakek2 : haha…( tertawa getir)..Kami semua sudah kehilangan sesuatu dalam diri kami…Mana bisa percaya Tuhan lagi?
Nini : tapi…
Kakek2 : Saya juga sangat ingin percaya kepadaNYa,…Tapi dosa saya terlalu besar…apakah Dia mau menerima saya kembali?
Nini : pasti…pasti Tuhan akan menerima anda kembali…
Kakek2 : haha…( tertawa getir)..Benarkah? Saya belum pernah kenal Tuhan yang begitu…Seandainya kamu tahu, betapa besarnya kesalahan yang sudah saya lakukan…( Menerawang jauh..memikirkan sesuatu) hingga saya kehilangan orang yang saya cintai…( mata berkaca2)

FLASHBACK
(Terbayang waktu muda)
( tiba2 masuk dan berteriak sambil mabuk berat)
Kakek2 ( muda) : Hei….Aling…dimana minuman saya? Ha?
A ling : A kuang..napa kamu selalu begitu? Ha?
A kuang : Hei, kamu jangan turut campur urusn laki2….Mana minuman saya? Pasti kamu simapan kan?
Aling ; Suamiku…sadarlah…kita sudah berhutang banyak…..
A kuang : justru itu….saya ingin melupakan semuanya sejenak..Tahu? ha? HAhaha ( sambil mengcengkram istrinya)….Apakah kamu tahu, btapa saya snagat tersiksa? Ha? ( nangis) saya sebagai…kepala…keluarga…tapi tidak bisa membiayai hidup keluarga…..
A ling : Suamiku…kita kan masih bisa berusaha…..Masih banyak kawan yang bisa Bantu kita
Akuang : Sudah….saya bosan dengan hidup ini….Persetan dengan hidup..Persetan dengan kawan…tidak ada kawan di dunia ini…Apakah kamu tidak tahu, gara2 kawan, kita bangkrut? Ha? ( tertawa sambil menangis) Hahahaha…hiks..hiks…haha..Persetan dengan semuanya…
Aling ; ( menangis tersedu2) Pa, jangan begitu,…ya?
A kuang : sudah minggir..mana minuman saya? Ha?
( pergi mengambil minuman keras, tapi Aling mencegah)
Aling : Pa, sudahlah..Kita masih bisa berdoa..Tuhan pasti buka jalan….
Akuang : hei..jangan ngomong Tuhan di depan saya….Ha? Kurang ajar…Tuhan mana yang membiarkan anaknya menderita? Ha? Tuhan? Hahahaha…tuhan dimana Engkau? ( smabil bernyanyi)…tuhan, dimana engkau?
Akuang : ha…ada minuman keras…rupanya kamu menyimpannya disini…
A ling : Pa, jangan ( mengambil botol minuman)
A kuang : Minggir…( berteriak) dan mendorong istrinya jatuh)
( A ling jatuh terbetur kepalanya dan berdarah)
Aling ; Ahhh…suamiku…Akuang…
A kuang : ( tiba2 tersadar) A ling…Aling..kamu gak apa2…..maafkan saya….( menyesal)..maafkan saya….
Aling ; tidak apa2….A kuang…in..gat….jang…an menyalah…kan….Tu..han…
Akung ; istriku….Aling….Aling ( berteriak)
( ALing menghembuskan nafas terakhir)

Nini : Saya rasa, sebesar dosa apapun kita pasti Tuhan mau menerima kita kembali…
Kakek2 : Hm…hehe…Nini..saya sudah tidak punya iman itu lagi.. dan, semua orang disini juga begitu….Kehilangan Iman, Kasih dan Pengharapan….Jangan kamu kira Kao Siung kuat sekali…( tertawa kecil)hehe…Dia juga sering menangis…saya sering mendengar isak tangisannya….dia snagat merindukan anaknya…
Nini : Hmm..( terdiam)
Kakek2 : Sudahlah….Besok kamu sebaiknya meninggalkan kami saja..Kami sudah bisa mandiri kok…
Nini : Tapi, nenek…
Kakek2 : Saya akan menjaganya…….juga bersama dengan ALiang…
Nini : tapi…
Kakek2 : Sudah larut…ayo, kita tidur….
( kakek2 bberjalan pelan masuk, nini termenung)

SCENE 4
( keluar kakek1, smabil terbatuk2…masih malam itu juga)
Kakek1 : Huk..huk…Batuk sialan….Kenapa saya bisa selemah ini…..Seharusnya tempat saya bukan disini…..( menerawang jauh)

( Terdengar suara anak atau cucunya)
Anak : pa, sini…pa…tendang bolanya…
Kao Siung : Ya, papa tendang ya…tangkap…
( terdengar tawa canda….kemudian lenyap)
Kakek1 : ( menangis….)…..Semuanya salah papa….Papa memang bersalah…..( emnangis sedih)

FLASHBACK
(Adegan dengan penuh kemarahan)
Gunawan : Saya sudah bilang sama papa, saya tidak mau pegang perusahaan papa
Kakek1 : Apa kamu bilang? Jadi kamu mau keluar dan bekerja seperti gembel? Ha?
Gunawan : Setiap orang mempunyai jalan sendiri pa…
Kakek1 : Termasuk menjerumuskan diri dalam pekerjaan hina?
Gunawan : Pa…jadi pelukis bukan pekerjaan hina..
Kakek1 : Bukan hina kata kamu? Coba lihat? Berrapa orang yang bisa bertahan dengan melukis? Ha?
Gunawan : Tapi saya sudah komitmen..saya akan belajar di luar negeri…
Kakek1 : Saya heran kenapa mata kamu begitu buta. Papa punya perusahan besar yang bisa kamu pegang
Gunawan : Pa, saya tidak cocok jadi pengusaha..
Kakek1 : Lebih cocok jadi gembel?
Gunawan : Pa….pelukis bukan gembel…
Kakek1 : Sama saja….Saya malu punya anak gembel…
Gunawan : saya juga malu punya papa yang memaksakan kehendak…
(PLAKKK…Kakek1 menampar gunawan)
Kakek1 : Sekarang, kamu keluar saja….Tanggung sendiri biaya hidup dan kuliah kamu….
Gunawan : Baiklah…saya akan buktikan kepada papa suatu saat…( dengan menunjuk)
( GUNAWAN keluar)
( kakek1 terdiam…seakan menyesal, mau memanggil gunawan kembali, tapi ragu…)

(Kembali ke Kakek1)
Kakek1 : Seandainya waktu bisa balik, anakku…Papa pasti akan merubah sikap papa…( menangis tersedu2)
( LAmpu TutuP)

SCENE 5
( Kakek 4 masuk)
(A ming juga)
Aming : Kakek..perlu saya Bantu?
Kakek4 : Ha? Kamu panggil saya apa? ( dnegan marah)
Aming ; Ups…sori...Kakek Kong Hu Cu…
Kakek4 ( tiba2 tertawa)…Nama sekarang tidak penting lagi….
Aming : Nama? Shakepespeare ( mengucapkan salah) mengatakan Apalah artinya sebuah nama?
Kakek 4 : benar..juga reputasi dan kepintaran…semuanya akan lenyap..
Aming : tapi Firman Tuhan tidak akan lenyap selama-lamanya…Amin…
Kakek4 : Haha….Kamu…Dulu Kakek juga percaya begitu..tapi…tidak ada gunanya lagi..
Aming : Kakek salah..ada gunanya…untuk hidup sekarang maupun hidup yang akan datang..
Kakek4 : Maksud kakek tidak ada gunanya lagi bagi kakek sekarang, karena…( Dengan sedih…)
Aming : Kakek..
Kakek 4 : Aming….Kakek kasih nasehat yang paling berharga…dalam dunia ini tidak ada yang lebih bernilai daripada bersama dengan orang yang kita kasihi..
AMing : hmm..Aming mnegrti
Kakek4 : Jangan sampai tua seperti kakek begini, baru menyesal…
( Menerawang jauh)

FLASHBACK

Kakek4 ( lagi bekerja keras) di ruang kerja
( Datang istrinya )
Istri : Sayang, kenapa begitu larut masih bekerja? ( memeluk suaminya)
Kakek4 : Sudah, jangan ganggu saya…saya lagi sibuk…
Istri : Huh…setiap saat sibuk..kapan ada waktu kamu untuk keluarga?
Kakek4 : Hei, projek ini harus selesai.. kalo tidak, bagaimana saya bisa mendapat uang?
Istri : uang..uang..uang saja yang kamu pikirkan. Kapan kamu pernah pikirkan saya, dan si kecil Benny..
Kakek4 : Hei ( dengan nada tinggi) saya kerja susah payah semuanya kan untuk keluarga saya juga…kamu jangan memojokkan saya begitu
Istri : Tapi kami lebih butuh kamu daripada semua projek kamu…daripada semua gelar kamu..dari semua kepintaran kamu…
Kakek4 : hei, jangan menghina semua jerih payah saya..tahu? Gara2 semuanya ini saya sangat dihormati orang?
Istri : Hormat? Hormat? Jadi ini semua yang kamu cari? Kehormatan? Ha?
Kakek4 : Hei, semuanya kan untuk kalian? Dari mana rumah bagus ini? Darimana semua perabot ini? Darimana mobil kita? Semua dari jerih payah dan otak saya..
Istri : Saya tidak butuh semuanya./…Ben kecil juga gak butuh..( dengan mennagis)
( Kerluar Ben kecil anak mereka)
Ben : Papa…Mama….ada apa?
Istri : Gak apa2 Ben….Gak apa2 Ben…Ben tidur ya?
Ben : mama dan papa bertengkar ya?
Kakek4 : Tidak kok Ben..papa dan mama Cuma diskusi
Ben : Pa, bagaimana rencana kita pergi kamping?
Kakek4 : Hmm..maafkan papa ya? Papa tidak bisa
Ben : tapi papa sudah janji
Kakek4 : Ben pergi bersama mama dan kakek nenek aza ya?
Ben : Ben mau pergi bersama papa
Kakek 4 : Papa tidak bisa>.
Ben : ( mulai menangis)..papa jahat…
Kakek4 : Ben..
( Ben lari masuk)
Istri : Lihat, anak kita saja bisa merasakan yang saya rasakan.
Kakek4 : Sudah…( nada tinggi)..jangan membuat saya makin bingung….Sudah..sudah..saya mau kerja
(Istri sambil nangis) : Baiklah kalo begitu…kami akan camping sendiri…….( dengan sedih masuk)
( Kakek 4 masih bekerja)

( LAMPU DIMATIKAN)
( LAMPU DIHIDUPKAN)
( Kakek 4 masuk dan melompat)
Kakek 4 : Saya pulang….saya pulang ( Dengan gembira)
Kakek 4 : A mei, saya dapat projek itu….kita kaya….hore….
( Kakek terus berteriak memnaggil istri dan nama anaknya, tapi rumah kosong)
Kakek4 ; Amei, Benny…..
( Perasaan marah, takut dan sedih bercampur)
Kakek4 : Amei….Amei.. Oh..Mungkin hanya pergi sebentar…
( Tiba2 kakek4 melihat ada surat, diambil dan dibacanya)

Isi surat : Suamiku, pada saat kamu membaca surat ini…kami sudah pergi…jauh sekali…tidak usah mennayakan kemana kami akan pergi..yang penting pergi ke tempat kami akan menemukan kebahagiaan hidup..Tidak usah kuatir bagaimana kami akan hidup, karena kami sudah dicukupkan…Maafkan saya..Kami selalu menyayangimu….
Love, A mei dan Ben kecil

Kakek4 : ( Sedih dan menangis) : Tidak..tidak…( lalu seperti orang gila mencari terus….terus..terus…)
( Kakek 4 menyesali semuanya)


SCENE 6
( Nini bergumul apakah akan pergi, sudah berkemas)
Aming ; jadi, begitu saja pengabdianmu?
Nini : Saya bergumul aming..
Aming : Memang benar saya mungkin tidak sepintar kamu…tapi saya tahu hal ini..saya mengasihi kakek nenek disini..
Nini : saya juga…tapi saya tidak tahan disini lagi…Suasananya sama sekali diluar harapan saya..
Aming : Saya tidak mengerti itu…kenapa tidak kamu melihat kepada Kasih Tuhan?
Nini : Kasih..kasih…semuanya kasih ( dnegan marah)…apa itu kasih? Bagaimana dengan keluarga mereka? Apakah mereka penuh dnegan kasih? Meninggalkan mereka di tempat ini? Ha?
Aming : saya tidak tahu itu…tapi..
Nini : Tapi apa? Aming, saya sudah tidak tahan….ribut setiap hari..
Aming : Yang saya tahu, kitalah yang harus menunjukkan kasih itu, bukan menunjuk kepada kesalahan orang lain..
Nini : huh…simpan saja teori kamu..
Aming : Tapi…itu bukan teori saya…Itulah yang dilakukan dan dikatakan Tuhan Yesus ketika disalibkan..
Nini : Hm..Sudahlah, Aming….saya pusing..maafkan saya..terima kasih sudah menjadi sahabatku..

SCENE 7
( nenek dan kakek4 masuk)
Nini : Kakek A liang..Nenek Mei Li….
Kakek4 ; Sudah mau pergi? ( dengan nada datar)
Nini : Mungkin…
Nenek : Apakah Mei Siang mau meninggalkan nenek lagi?Nenek tidak mau…tidak mau…tidak mau…..Tidak ada yang boleh meninggalkan nenek lagi…tidak boleh….Nenek tidak ingin sendiri lagi..( berteriak)
Kakek4 ; Sudahlah…nenek Mei Li…Nini punya kehidupan sendiri…
Nini : Maafkan nini ya?
Kakek 4 : Sudahlah..kakek akan kasih wejangan…Hidup adalah perjuangan….maka kamu harus berjuang…..Kamu harus bergantung sama kamu sendiri..tidak boleh kepada orang lain….Yakinlah kamu akan sukses….
Nini : terima kasih kek…
Kakek2 : Yang penting jangan melakukan sesuatu yang akan kamu sesali seumur hidup kamu
Nini : kek….
Kakek2 : ( menerawang jauh) Jangan seperti Kakek…
Nini : Kek…(prihatin)
Kakek 4 : Seperti yang Alkitab bilang…Demikianlah tinggal ketiga hal ini yaitu iman, pengharapan dan kasih..yang paling besar adalah Kasih…Jangan tinggalkan orang yang kamu kasihi..
Nini : kek…..
Kakek4 ; hehe ( menghapus air mata)..sudahlah, kakek tidak mau membebani kamu lagi…kamu sudah boleh pergi……
( Nini sedih…)
Kakek2 : tapi ingat kami…Ok? Jangan pernah lupakan kami…
Nini : Pasti kek…Pasti…..
Kakek4 : Selamat Jalan anakku…
( Nini berjalan menjauh, keluar musik)
Nenek : Mei Siang..Jangan main jauh2 ya? Di luar banyak orang jahat…Nenek disini menunggu kamu balik…..

( Nini dengan sedih cepat2 pergi)
( Sambil jalan, Nini bergumul)….

Kilas Balik
Kakek1 batuk….( lalu duduk)
Kakek2 berdiri sedih…seperti mau bunuh diri…
Nenek sendiri ngomong….ama Mei Siang
Kakek4 dalam merenung…..


Akhir : Nini memutuskan untuk balik…Kemudian satu lagu keluar…semua kelihatan gembira…keluarga berbalik kembali…

Naskah-Paskah

PASKAH

( Terlihat kuburan Yesus)

( Keempat tentara masuk berbaris dengan kocak, mis saling mendorong atau salah langkah, boleh nyanyikan satu lagu)

( Lalu keempat tentara menjaga kuburan dengan serius…Tapi akhirnya semua agak gelisah)

Tentara 1 : Wuahhhh( ngantuk)… Kenapa kita harus menjaga kuburan ini? Menyebalkan…
Tentara 2 : Benar, dan tidak ada seorangpun yang boleh mendekat…..Siapa yang mao mendekat pada kuburan? Ihhh……….

Tentara 1 : Tapi, baru kali tugas saya menjaga kuburan…..Apanya yang hebat? Paling2 orang mati saja….
Tentara 3 : Hei, jangan sembarangan ngomong…. Saya dengar orang yang mati ini adalah calon Raja Yahudi…
Tentara 2 : Ah, masak sich?
Tentara 3 : ( sini2) Saya juga dengar Dia itu orang sakti… Katanya…..
( tiba2 tentara 4 berteriak agak keras)
Tentara 4 : Benar…..(Semua terkejut)
Tentara 2 : Hei, hati2 kalau ngomong… Ini kuburan, Tahu? Mengagetkan orang saja….
Tentara 4 : Maaf… maaf…. Saya juga dengar Dia sangat banyak pengikutNya… Makanya kita disuruh jaga kuburanNya… Takut kalau ada muridNya yang datang dan mencuri mayatNya…
Tentara 1 : Ehmm… Ternyata begitu ya? Tapi siapa ya Dia di dalam ini? Kenapa bisa begitu terkenal?
Tentara 4 : Saya dengar namaNya Yesus…Dia banyak melakukan kuasa dan mujijat……
Tentara 2 : Mujijat? Hahaha… Saya tidak percaya mujijat kok…
Tentara 1 : Mujijat? Mujijat apa saja?
Tentara 3 : Yang saya dengar….Teman saya yang lumpuh disembuhkan…
Tentara 1 : Wow…..
Tentara 3 : Yang buta dicelikkan./…
Tentara 1 : Wow…..
Tentara 4 : Iya, saya dengar bahkan yang mati dibangkitkan….
Tentara 2 : Wow, ah? Masak sich?
Tentara 4 : Iya? Coba kamu bayangkan… Saya dengar dia juga bisa mengampuni dosa orang,…
Tentara 2 : Dosa? Benarkah?
Tentara 1 : Itu pasti bohong
Tentara2 : Sudahlah…kita harus menjaga kuburan ini ddengan baik2..kepala kita taruhannya
Tentara 3 : Iya…saya gak peduli Yesus mau siapa kek….yang penting kita jaga baik2

( Ada 2 atau 3 orang lewat)
Org1 : Hei, kamu lihat… Kuburan siapa yang dijaga begitu ketat?
Org2 : Saya dengar itu kuburan Yesus…..
Org 3 : Yesus? Yang banyak melakukan mujijat itu? Yang baru disalibkan?
Org 2 : Benar….Kasihan… Padahal Dia begitu baik
Org 1 : Hei, kenapa kamu bilang dia baik?
Org 3 : Saya rasa Dia memang cari penyakit sendiri….Siapa suruh begitu pamer diri.. mengatakan Diri adalah Allah… Mao bangkit pada hari ke-3
Org 1 : Oh… mungkin karena itu, kuburan Yesus dijaga ketat….Hei, kamu percaya?
Org 3 : Bangkit? Hanya ALLAH saja yang mampu melakukan itu… Yesus? ( geleng2 kepala)
( Datang tentara mengusir mereka)
Org 1 : Ayo, cepat pergi… nanti kita ditangkap…

( Tentara kembali berjaga..hening…..lalu tiba2 terjadi gempa)


Tentara 2 : Hei, suara apa itu? Hei, kawan2 bangun…. Dengar… suara apa itu….?
Tentara 1 : benar…. Suara apa itu?
Tentara 3 ; gempa… gempa… Ada gempa….
Tentara 1 ; …. Tolong saya…..
Tentara 4 ; Lihat… Pintu kuburannya terbuka…. Wah… Hantu,…..
Tentara 2 : Ayo, lari….. Cepat… kita lapor komandan….
Tentara 1 ; Tolong….tolong…kaki saya tidak bisa bergerak…. Wahhhhhh
Tentara 4 : Ayo, cepat ( Menarik tentara 1….)..kita pergi…

( Keempat tentara kabur masuk)

( Keesokan harinya, tiga perempuan datang ke kuburan)

Maria : Ha…kenapa kubrannya terbuka?
Perempuan2 : benar…ayo..kita lihat di dalam…
( tiba2 nampak malaikat, kedua perempuan ketakutan)
Malaikat : "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring. Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu."