Tuesday, October 28, 2008

Naskah-Faith, Love, Hope

Faith, Hope and Love

Pemeran tokoh:
Kakek1 : Mempunyai sifat keras kepala, mau hidup sendiri, pikun, tidak mau dibantu orang, pemarah..meninggalkan anaknya..
Kakek2 : selalu merasa bersalah atas kematian istrinya, karena sering mabuk-mabukan dan berfoya2. Hidup dalam rasa mengasihani diri dan menghukum dirinya sendiri
Nenek 3 : Menderita Alzheimer, mulai lupa siapa dirinya.. Tidak ada sanak saudaranya lagi. Hidup sebatang kara. Ditinggal anak dan suami karena bencana..….Ntah kemana..
Kakek 4 : semangat, ceria, selalu mengganggap dirinya hebat dan tahu segalanya, dan selalu berfilsafat tapi hatinya kosong…Sebenarnya ia kecewa dengan hidup ini…karena ditinggal pasangannya…
Pembantu 1 : Pemeran utama..seseorang yang sedang praktek di rumah jompo..yang sebenarnya tidak mau melayani orang jompo..tapi akhirnya…ia menemukan bahwa melayani orang jompo merupakan tugas yang mulia
Pembantu 2 : Seseorang yang sangat ceroboh..sering dimarahi, tetapi sangat sabar…Agak sedikit latah
Dan beberapa anak2 dari kakek2 ( tergantung naskah)


( Di sebuah panti jompo, terdengar musik yang lembut)

Setting : Sebuah rumah panti jompo, papan nama Panti Jompo Kasih Sayang

SCENE1

( Keluar musik riang)
Pembantu 2 : haiya…Kenapa masih ada kotoran disini? Huh ( mengeluh sebentar)…Aiya…apa ini? ( mengangkat sebuah kotoran)..Jorok…kenapa saya harus mengambil praktek kerja di tempat ini? Huh..benar2 melelahkan…

Pembantu 1 : Sudahlah, jangan mengeluh terus.. Tidak baik bagi orang muda seperti kita..( terus masuk)

Pembantu 2 : Hmm..Ya , benar juga…tidak boleh mengeluh…tidak boleh mengeluh..( sambil komat kamit)
( Tiba2 Kakek1 keluar dan pembantu 2 menabrak kakek1 )
Kakek 1 : hei, kalo ada mata digunakan…
Aming : Ups…sori…sori..
Kakek 1 : Huh…Kalo sudah rabun, pakai kacamata…
Aming : ups…galak amat…hehe…sori Bos…

Kakek1 : ( keluar dengan susah payah)…
Aming : Mari Kek, saya Bantu….
Kakek1 : Apa kek, kek? Nama saya Kao Siung…Panggil saya Bapak kao Siung..
Aming : Maaf…Kek…eh..maaf…Bapak Kao Siung
Kakek1 : Asal kamu tahu saja, meski saya sudah berumur, tapi semangat masih muda seperti kamu..Memang anak muda sekarang tidak tahu diuntung.,…semuanya sudah disediakan…akibatnya menjadi tidak berbakti kepada orang tua….
Aming : Benar,…anak sekarang sangat beruntung..Dimanja…disayang berlebihan..Kita sebagai generasi muda ( berkhotbah di depan)

Kakek1 : Hei…saya sedang berbicara tentang kamu…goblok….anak muda sekarang memang kurang ajar…(batuk)
Aming: Maafkan saya…..Ayo saya papah…
Kakek 1 : Tidak usah…Pergi sana ( mendorong pembantu)
Aming : tapi kek…eh..maaf..bapak kao siung…..anda masih lemah….baru sembuh dari sakit…
Kakek1 : Saya masih kuat….siapa disini yang berani bilang saya lemah? ( berteriak)..ha? ( tiba2 mau terjatuh,batuk2 dan secepatnya dipapah oleh pembantu)
Aming : Nah, apa saya bilang…ayo duduk dulu…Hihi..hihi ( Ketawa terus)..
( Kakek1 melotot…marah)

Aming : Ups…sori, Bos…hehe….
Kakek 1 : Huh…saya tidak butuh pembantu macam kamu..pergi..pergi…Sudah bloon, menyebalkan lagi…
Aming ; Oh…maafkan saya, Bapak Kao Siung…( merasa bersalah)

( Nini keluar)
Nini : ada apa Aming? Kamu membuat Bapak Kao Siung marah lagi?
Aming ; Iya, saya tidak sengaja…..
Kakek1 : Huh….Suruh dia pergi…
Nini : Aming, kamu pergi dulu ya…..Saya yang akan mengurus bapak Kao siung…
Aming ; Baiklah…..

Nini : Sini saya Bantu….
Kakek1 : Sudah, jangan pedulikan saya…saya tidak butuh belas kasihan kamu…saya masih kuat ( Masih batuk2)
Pembantu : Akan saya ambilkan air minum…
Kakek1 : saya hanya mau minum air mineral yang sudah disaring 10 kali…
Nini : Ya…saya sudah tau….( agak kesal)
Kakek1 : Dasar anak muda….Tahunya hanya bersenang2 dan menghabiskan uang orang tua saja…Sesudah itu membiarkan orang tuanya…Sendirian….( Matanya menerawang jauh)
( Nini masuk)

( Tiba2 masuk kakek 4 dan nenek 3)
Kakek4 : ( mendekati kakek1) Haiya…kenapa dipikirin? Hidup hanya sebentar saja…hidup ini seperti uap..yang sbentar kelihatan lalu lenyap…
Nenek3 : Hei, sepertinya saya pernah mendengar kata2 itu….
Kakek4 : haiya, masak tidak tahu? Kata2 ini saya ambil dari Alkitab, yang selalu ditaruh di tepi tempat tidur kita.
Nenek3 : Oh…Alkitab…Saya dulu suka baca komik itu…
Kakek4 : haiya…Nenek..nenek..Alkitab bukan komik..tapi kitab suci orang Kristen..
Nenek3 : Oh…masak? Seingat saya itu komik…seperti donal bebek..
Kakek4 : Hehe..Nenek semakin pikun saja..
Nenek3 : Hei, pikun2 tapi nenek masih bisa menghafal kitab Perjanjian Baru…
Kakek4 : Wah…masak sih nek?
Nenek : Huh…meremehkan saya ( dengan sedikit sombong yang lucu)
Kakek4 : Coba dulu…
Nenek : Matus, Makus, Lukus, Yunus, Rusul, Rumus, Humus,
Kakek 4 : haha….nenek memang hebat…
Nenek : Iya kan…
Kakek1 : hei, kalian bisa diam tidak? Ha?
Kakek4 : Ups…Maaf…rupanya kita membangunkan singa yang lagi tidur…haha ( berkata kepada nenek3)

Nenek : Singa? Saya tidak melihat ada singa
Kakek1 : Hei…kalau kalian masih tidak mau diam…..saya akan…( dengan suara keras dan mengangkat tongkat)
Kakek4 : Hei..apa ini? Apakah kamu tidak tahu…siapa yang menggunakan tongkat akan binasa oleh tongkat? Ha?

Kakek1 : Kamu…berani melawan saya? Ha? Tidak ada orang di dunia ini yang boleh melawan saya…
( Aming keluar sambil melihat)

Aming ; Sudah..sudah..jangan bertengkar lagi…kita harus hidup rukun damai..Tuhan Yesus kan bilang begitu..
Kakek1 : Hei..jangan kamu sebut nama Tuhan di hadapan saya..Tahu?
Aming : Ups….sori..
Kakek 1 : Huh…Tuhan Yesus apa? Tuhan apa itu?
Aming ; Itu Tuhan yang mengasihi kita…sayang sama kita…( nyanyi lagu Jesus Loves me)
Kakek1 : ei…berhenti nyanyi…saya ingatkan kamu…di dunia ini tidak ada kasih sayang…tahu?
Aming : Iya…i..ya ( ketakutan)

( Kakek4 mengejek kakek1, kakek1 sambil masuk, kakek 2masuk)
Nini : sudahlah, jangan kalian bertengkar lagi..nanti bisa sakit…
Kakek 2 : Ada apa dengan Kao siung?
Kakek4 : ntah….lagi bad mood…

Nini : sudah..ayo duduk nek….
Kakek 4 : huh…sok berkuasa….padahal apa yang dia tahu? Tahunya Cuma marah2…
Nini: Sudah Kakek…
Kakek4 : heii..saya sudah bilang berkali2…panggil saya kakek Kong Hu Cu…
Nini : Oiya? Maaf…maaf..Kakek Kong Hu Cu

Kakek4 : Hahaha….begini baru bagus..Kamu tahu tidak anak muda…Hidup di dunia ini seperti panggung sandiwara saja…kamu berakting..hanya pura2…penuh dengan kebohongan….Semua orang menjalani hidup dengan topengnya masing2…
Aming : wah..kakek…sepertinya anda cocok jadi sutradara teater..
Kakek2 : masak sih begitu hebat? Kok saya tidak tahu?
Kakek4 : haha…. Kamu belum tahu kehebatan saya…dulu, saya pernah menjadi dosen yang sangat dikagumi…saya baca banyak buku filsafat dan kehidupan..Orang2 selalu berkonsultasi dengan saya…Saya juga sangat hebat dalam berpuisi dan berprosa…Tulisan saya selalu dimuat di koran2.,..
Nini : Wah…Sepertinya kakek banyak berprestasi
Kakek4 : makanya kawan2 kakek suka memanggil kakek Kong Hu Cu…kakek dulu juga adalah superstar..Hampir dikontrak oleh perusahaan film…kalo tidak, kakek sudah bisa seperti Jacky chen..haiya…..( memperagakan kungfu)

( nenek tiba2 menangis)
Nini : nek..nek..ada pa?
Nenek : nenek teringat jacky chen….anak nenek
Kakek4 : (tertawa) Jacky Chen itu actor nek…benar2 tidak bisa ditolong lagi…
Aming : tapi mungkin saja nama anaknya Jacky Chen, iyakan Nek?


Aming : hei, bagaimana kalau kita kita menari sebentar? Ha? Bagaimana?
Kakek4 : wah, bakal seru nih…siapa takut? Ha?
Nenek : nenek juga mau m,enari…Dulu Nenek dengan mei Siang suka menari…benarkan?
Kakek 2 : Wah, sepertinya ingatannya sudah pulih….
NeneK : benarkan Mei Siang? ( bicara dnegan pembantu)
Kakek4 : haha…siapa yang bilang sudah pulih? Makin kacau saja….
Aming : jadi, kita lomba siapa yang bisa menari paling lama…ok?
Kakek4 ; huh, siapa takut? Ayo…
Kakek2 : Ah, kalian saja yang main….
Aming : Ayolah…..
Kakek2 : baiklah kalao begitu
( Musik keluar…semua disko dengan gaya jenaka….kakek2 malu2, yang paling heboh kakek4….semua bermain sampai lelah…

( Layar ditutup, lampu dimatikan)
SCENE 2

( Kakek 4 mengejar nenek)
Kakek4 : hei, nek…kamu salah ambil….Kamu ambil sikat gigi saya…Ini kan punya kamu..
Nenek : hei…kamu yang ambil punya saya,.,..
( Sambil kejar2an dan menjatuhkan barang2)
Kakek2 : ( keluar) Hei, sudahlah….kenapa mesti bertengkar…
Kakek4 : hei, apa kamu mau suruh saya pakai punya wanita? Tidak bisa…
Kakek2 : Sudahlah…mengalah dulu…
Kakek4 : Dalam hidup kita memang boleh mengalah, tapi terhadap kebenaran kita tidak boleh mengalah..
Kakek2 : Simpan saja teori kamu…sudah tua masih banyak teori…
Kakek4 ; Hei, lebih baik berkata2 hikmat daripada seperti kamu,…setiap hari hanya mengurung diri…muka sedih…sepertinya tidak ada harapan hidup lagi..
Kakek2 : memang usia kita kan tidak muda lagi…jadi kita perlu merenungkan setiap kesalahan yang kita perbuat…
Kakek4 : haha ( setengah mengejek)…Orang bijak berkata….kita harus bangkit dari kesalahan kita…Lupakan masa lalu, hadapi masa depan dengan tegar…. Ming Thien Hui Ken hao….
Kakek2 : huh…kita memang sedang di ujung hidup..apanya ming thien hui ken hao? Lagipula ada kesalahan yang tidak bisa diperbaiki…harus ditebus seumur hidup…( berkata pelan, mata berkaca2 sambil menerawang jauh)

( Kakek1 masuk)
Kakek 4 : Hus ( sambil berbisik) Singa sudah masuk…..
Kakek 1 : Ada apa ribut2 tadi? Bikin saya susah tidur saja…
Kakek4 : Hei, bukan kamu yang tinggal disini saja…..kami juga tinggal disini..
Kakek1 : Tapi kalian harus menghormati hak orang lain..dasar tak berpendidikan…
Kakek4 : hei, kamu menghina saya? Gelar saya lebih banyak dari kamu, Tahu?
Kakek1 : gelar murahan semua….
Kakek 4 : Kurang ajar….
Kakek2 : Hei, sudahlah…kita kan sama2 tinggal disini…kenapa mseti bertengkar?
Kakek 4 : kalo berani, ayo kita berdebat? Seberapa hebat ilmu kamu?
Kakek1 : Huh…kamu belum tahu berapa banyak karyawan yang pernah saya pimpin semasih muda…banyak yang seperti kamu..sok pintar..Tapi uang masih memegang segalanya…Untuk apa pintar tapi miskin?
Kakek 4 : Untuk apa banyak uang tapi akhirnya ke panti jompo? Sudah bangkrut ya?
Kakek1 : kamu….

Kakek 2 ; Hei, kalian….jangan bertengkar lagi..Tidak baik untuk kesehatan kita
Kakek 1 : Saya tidak membutuhkan nasehat dari orang depresi dan pesimis…

( pembantu pulang dengan membawa belanjaan)
Nini : Halo, saya sudah pulang…..Saya membawa banyak makanan hari ini…
Kakek4 : wow, ada makanan enak….haha…terima kasih a hao……
Nenek : Ada makanan? Hmm…apa saya sudah makan?...Hei ( bertanya kepada kakek 1 ) Apa saya sudah makan? Apa saya sudah makan ya?
Kakek 1 : Sudah, pergi sana…( mendorong nenek)
Nini : hei, hati2….kenapa kakek begitu?
Kakek4 : hei, kenapa kamu kasar kepada nenek tua ini? Ha?
Kakek1 : Mengganggu saja..huh…menjijikkan…
Kakek4 ; Padahal sendiri yang menjijikan…
Kakek 1 : Apa kamu bilang? Kamu berani melawan saya? Ha?
Kakek 2 : Sudah…sudahlah..napa mesti bertengkar…Kamu harus minta maaf kepada nenek …
Kakek1 : Seharusnya dia yang minta maaf kepada saya…huh…
( sementara Nini membantu nenek)
Nenek : Tadi sepertnya nenek jatuh dari surga..hihi….tapi untung ada kamu anakku, Mei siang….( membelai pembantu)
Pembantu : nek, saya bukan mei siang….saya Nini…
Nenek : nini? Hm? Ayolah, jangan bohong sama saya…Nenek senang kamu sudah kembali…( sambil nangis) Kenapa meninggalkan nenek sendirian? Nenek takut…nenek takut…( Sambil memeluk nini)

Kakek 4 : Lihat perbuatan kamu…Betapa sombongnya kamu…
Kakek1 : ini bukan sombong…ini soal prinsip…Kalau kita hidup tanpa prinsip, untuk apa lagi kita hidup?
Kakek4 : Oh…prinsip ( sambil mengejek)..Termasuk tidak memperdulikan orang? Saya baru tahu prinsip kamu suka menganiaya orang …hehe ( mengejek)
Kakek1 : Apa kamu bilang? Ha? Spertinya kamu tidak bisa ditolerir lagi…Ayolah…saya akan lawan kamu..
Kakek 4 : huh…siapa takut? Ehh…gini2 saya pernah belajar kungfu…Ayo, saya sudah lama tidak mempraktekkannya..
( keduanya pasang kuda2)
Kakek2 : ei, sudah…jangan berkelahi lagi….
( berusaha menengahi)
Kakek1 : kamu jangan ikut campur…Tahu? Ayo…

( tiba2 pembantu berteriak dengan keras)
Nini : Sudah…semuanya…Apakah kalian tidak bisa diam? HA? ( dnegan suara keras dan marah)

( Semuanya terdiam)
Nini : kenapa kalian tidak bisa saling mengalah saja? HA? Gara2 urusan sepele begini kalian mau berkelahi? Ingat…kalian sudah tua…..kenapa bertingkah seperti anak2? Ha ( hampir menangis)…Lihat, Kasihan nenek….

Kakek1 : baiklah, saya memang salah…tapi kamu jangan pernah bilang saya sudah tua….tidak bisa apa2 lagi…saya masih kuat..Tahu? ( dengan marah)..Huh./.
Kakek4 : ( juga tersinggung) Benar, saya juga masih muda….saya belum tua…..Tahu? Jangan pernah bilang saya tua? Huh ( sambil amsuk)

Kakek 2 : Meskipun kami sudah tua, tapi kamu seharusnya tidak bilang begitu….Kalian memang tidak mengerti kami yang sudah tua ini…Sudahlah, jangan sia-siakan waktu kamu disini…ya? Kami semuanya sudah kehilangan sesuatu…sesuatu yang berharga….( sambil masuk)

( Nini menjadi tertegun….lalu pelan2 memapah nenek masuk, nenek sambil berceloteh…)

( malam hari, keluar musik yang lembut sekali…Angin terdengar….pelan…pelan sekali)
(Pembantu keluar)
Kakek2 : ( datang) Kakek rasa kamu jangan disini lagi…
Nini : Napa Kek?
Kakek 2 : Nanti kamu akan menghabiskan waktu kamu disini…
Nini : Tapi….
Kakek2 : Seharusnya waktu muda kamu dipergunakan untuk mencapai cita2mu…bukan disini melayani kami….
Nini : Tapi..saya rela..
Kakek2 : Kami memang tinggal menunggu hari tiba saja…
Nini : Hus, kakek jangan bilang begitu..
Kakek2 : pantang? Hehe…tapi memang benarkan? Hidup kita seperti uap…tidak bisa berbalik kembali….
Nini : Saya juga bertanya apakah saya harus disini terus….
Kakek 2 : Hmm…kejarlah impianmu anak muda…kami tidak apa2 disini…
Nini : Yah…Tapi saya selalu ingat akan panggilan saya kepada Tuhan…
Kakek2 : Tuhan? Hehe…Sepertinya semua yang disini sudah kehilangan arti kata itu..
Nini : Kata Tuhan? Mengapa? Bukankah itu alasan bahwa kita masih tetap hidup dan harus bersyukur?
Kakek2 : haha…( tertawa getir)..Kami semua sudah kehilangan sesuatu dalam diri kami…Mana bisa percaya Tuhan lagi?
Nini : tapi…
Kakek2 : Saya juga sangat ingin percaya kepadaNYa,…Tapi dosa saya terlalu besar…apakah Dia mau menerima saya kembali?
Nini : pasti…pasti Tuhan akan menerima anda kembali…
Kakek2 : haha…( tertawa getir)..Benarkah? Saya belum pernah kenal Tuhan yang begitu…Seandainya kamu tahu, betapa besarnya kesalahan yang sudah saya lakukan…( Menerawang jauh..memikirkan sesuatu) hingga saya kehilangan orang yang saya cintai…( mata berkaca2)

FLASHBACK
(Terbayang waktu muda)
( tiba2 masuk dan berteriak sambil mabuk berat)
Kakek2 ( muda) : Hei….Aling…dimana minuman saya? Ha?
A ling : A kuang..napa kamu selalu begitu? Ha?
A kuang : Hei, kamu jangan turut campur urusn laki2….Mana minuman saya? Pasti kamu simapan kan?
Aling ; Suamiku…sadarlah…kita sudah berhutang banyak…..
A kuang : justru itu….saya ingin melupakan semuanya sejenak..Tahu? ha? HAhaha ( sambil mengcengkram istrinya)….Apakah kamu tahu, btapa saya snagat tersiksa? Ha? ( nangis) saya sebagai…kepala…keluarga…tapi tidak bisa membiayai hidup keluarga…..
A ling : Suamiku…kita kan masih bisa berusaha…..Masih banyak kawan yang bisa Bantu kita
Akuang : Sudah….saya bosan dengan hidup ini….Persetan dengan hidup..Persetan dengan kawan…tidak ada kawan di dunia ini…Apakah kamu tidak tahu, gara2 kawan, kita bangkrut? Ha? ( tertawa sambil menangis) Hahahaha…hiks..hiks…haha..Persetan dengan semuanya…
Aling ; ( menangis tersedu2) Pa, jangan begitu,…ya?
A kuang : sudah minggir..mana minuman saya? Ha?
( pergi mengambil minuman keras, tapi Aling mencegah)
Aling : Pa, sudahlah..Kita masih bisa berdoa..Tuhan pasti buka jalan….
Akuang : hei..jangan ngomong Tuhan di depan saya….Ha? Kurang ajar…Tuhan mana yang membiarkan anaknya menderita? Ha? Tuhan? Hahahaha…tuhan dimana Engkau? ( smabil bernyanyi)…tuhan, dimana engkau?
Akuang : ha…ada minuman keras…rupanya kamu menyimpannya disini…
A ling : Pa, jangan ( mengambil botol minuman)
A kuang : Minggir…( berteriak) dan mendorong istrinya jatuh)
( A ling jatuh terbetur kepalanya dan berdarah)
Aling ; Ahhh…suamiku…Akuang…
A kuang : ( tiba2 tersadar) A ling…Aling..kamu gak apa2…..maafkan saya….( menyesal)..maafkan saya….
Aling ; tidak apa2….A kuang…in..gat….jang…an menyalah…kan….Tu..han…
Akung ; istriku….Aling….Aling ( berteriak)
( ALing menghembuskan nafas terakhir)

Nini : Saya rasa, sebesar dosa apapun kita pasti Tuhan mau menerima kita kembali…
Kakek2 : Hm…hehe…Nini..saya sudah tidak punya iman itu lagi.. dan, semua orang disini juga begitu….Kehilangan Iman, Kasih dan Pengharapan….Jangan kamu kira Kao Siung kuat sekali…( tertawa kecil)hehe…Dia juga sering menangis…saya sering mendengar isak tangisannya….dia snagat merindukan anaknya…
Nini : Hmm..( terdiam)
Kakek2 : Sudahlah….Besok kamu sebaiknya meninggalkan kami saja..Kami sudah bisa mandiri kok…
Nini : Tapi, nenek…
Kakek2 : Saya akan menjaganya…….juga bersama dengan ALiang…
Nini : tapi…
Kakek2 : Sudah larut…ayo, kita tidur….
( kakek2 bberjalan pelan masuk, nini termenung)

SCENE 4
( keluar kakek1, smabil terbatuk2…masih malam itu juga)
Kakek1 : Huk..huk…Batuk sialan….Kenapa saya bisa selemah ini…..Seharusnya tempat saya bukan disini…..( menerawang jauh)

( Terdengar suara anak atau cucunya)
Anak : pa, sini…pa…tendang bolanya…
Kao Siung : Ya, papa tendang ya…tangkap…
( terdengar tawa canda….kemudian lenyap)
Kakek1 : ( menangis….)…..Semuanya salah papa….Papa memang bersalah…..( emnangis sedih)

FLASHBACK
(Adegan dengan penuh kemarahan)
Gunawan : Saya sudah bilang sama papa, saya tidak mau pegang perusahaan papa
Kakek1 : Apa kamu bilang? Jadi kamu mau keluar dan bekerja seperti gembel? Ha?
Gunawan : Setiap orang mempunyai jalan sendiri pa…
Kakek1 : Termasuk menjerumuskan diri dalam pekerjaan hina?
Gunawan : Pa…jadi pelukis bukan pekerjaan hina..
Kakek1 : Bukan hina kata kamu? Coba lihat? Berrapa orang yang bisa bertahan dengan melukis? Ha?
Gunawan : Tapi saya sudah komitmen..saya akan belajar di luar negeri…
Kakek1 : Saya heran kenapa mata kamu begitu buta. Papa punya perusahan besar yang bisa kamu pegang
Gunawan : Pa, saya tidak cocok jadi pengusaha..
Kakek1 : Lebih cocok jadi gembel?
Gunawan : Pa….pelukis bukan gembel…
Kakek1 : Sama saja….Saya malu punya anak gembel…
Gunawan : saya juga malu punya papa yang memaksakan kehendak…
(PLAKKK…Kakek1 menampar gunawan)
Kakek1 : Sekarang, kamu keluar saja….Tanggung sendiri biaya hidup dan kuliah kamu….
Gunawan : Baiklah…saya akan buktikan kepada papa suatu saat…( dengan menunjuk)
( GUNAWAN keluar)
( kakek1 terdiam…seakan menyesal, mau memanggil gunawan kembali, tapi ragu…)

(Kembali ke Kakek1)
Kakek1 : Seandainya waktu bisa balik, anakku…Papa pasti akan merubah sikap papa…( menangis tersedu2)
( LAmpu TutuP)

SCENE 5
( Kakek 4 masuk)
(A ming juga)
Aming : Kakek..perlu saya Bantu?
Kakek4 : Ha? Kamu panggil saya apa? ( dnegan marah)
Aming ; Ups…sori...Kakek Kong Hu Cu…
Kakek4 ( tiba2 tertawa)…Nama sekarang tidak penting lagi….
Aming : Nama? Shakepespeare ( mengucapkan salah) mengatakan Apalah artinya sebuah nama?
Kakek 4 : benar..juga reputasi dan kepintaran…semuanya akan lenyap..
Aming : tapi Firman Tuhan tidak akan lenyap selama-lamanya…Amin…
Kakek4 : Haha….Kamu…Dulu Kakek juga percaya begitu..tapi…tidak ada gunanya lagi..
Aming : Kakek salah..ada gunanya…untuk hidup sekarang maupun hidup yang akan datang..
Kakek4 : Maksud kakek tidak ada gunanya lagi bagi kakek sekarang, karena…( Dengan sedih…)
Aming : Kakek..
Kakek 4 : Aming….Kakek kasih nasehat yang paling berharga…dalam dunia ini tidak ada yang lebih bernilai daripada bersama dengan orang yang kita kasihi..
AMing : hmm..Aming mnegrti
Kakek4 : Jangan sampai tua seperti kakek begini, baru menyesal…
( Menerawang jauh)

FLASHBACK

Kakek4 ( lagi bekerja keras) di ruang kerja
( Datang istrinya )
Istri : Sayang, kenapa begitu larut masih bekerja? ( memeluk suaminya)
Kakek4 : Sudah, jangan ganggu saya…saya lagi sibuk…
Istri : Huh…setiap saat sibuk..kapan ada waktu kamu untuk keluarga?
Kakek4 : Hei, projek ini harus selesai.. kalo tidak, bagaimana saya bisa mendapat uang?
Istri : uang..uang..uang saja yang kamu pikirkan. Kapan kamu pernah pikirkan saya, dan si kecil Benny..
Kakek4 : Hei ( dengan nada tinggi) saya kerja susah payah semuanya kan untuk keluarga saya juga…kamu jangan memojokkan saya begitu
Istri : Tapi kami lebih butuh kamu daripada semua projek kamu…daripada semua gelar kamu..dari semua kepintaran kamu…
Kakek4 : hei, jangan menghina semua jerih payah saya..tahu? Gara2 semuanya ini saya sangat dihormati orang?
Istri : Hormat? Hormat? Jadi ini semua yang kamu cari? Kehormatan? Ha?
Kakek4 : Hei, semuanya kan untuk kalian? Dari mana rumah bagus ini? Darimana semua perabot ini? Darimana mobil kita? Semua dari jerih payah dan otak saya..
Istri : Saya tidak butuh semuanya./…Ben kecil juga gak butuh..( dengan mennagis)
( Kerluar Ben kecil anak mereka)
Ben : Papa…Mama….ada apa?
Istri : Gak apa2 Ben….Gak apa2 Ben…Ben tidur ya?
Ben : mama dan papa bertengkar ya?
Kakek4 : Tidak kok Ben..papa dan mama Cuma diskusi
Ben : Pa, bagaimana rencana kita pergi kamping?
Kakek4 : Hmm..maafkan papa ya? Papa tidak bisa
Ben : tapi papa sudah janji
Kakek4 : Ben pergi bersama mama dan kakek nenek aza ya?
Ben : Ben mau pergi bersama papa
Kakek 4 : Papa tidak bisa>.
Ben : ( mulai menangis)..papa jahat…
Kakek4 : Ben..
( Ben lari masuk)
Istri : Lihat, anak kita saja bisa merasakan yang saya rasakan.
Kakek4 : Sudah…( nada tinggi)..jangan membuat saya makin bingung….Sudah..sudah..saya mau kerja
(Istri sambil nangis) : Baiklah kalo begitu…kami akan camping sendiri…….( dengan sedih masuk)
( Kakek 4 masih bekerja)

( LAMPU DIMATIKAN)
( LAMPU DIHIDUPKAN)
( Kakek 4 masuk dan melompat)
Kakek 4 : Saya pulang….saya pulang ( Dengan gembira)
Kakek 4 : A mei, saya dapat projek itu….kita kaya….hore….
( Kakek terus berteriak memnaggil istri dan nama anaknya, tapi rumah kosong)
Kakek4 ; Amei, Benny…..
( Perasaan marah, takut dan sedih bercampur)
Kakek4 : Amei….Amei.. Oh..Mungkin hanya pergi sebentar…
( Tiba2 kakek4 melihat ada surat, diambil dan dibacanya)

Isi surat : Suamiku, pada saat kamu membaca surat ini…kami sudah pergi…jauh sekali…tidak usah mennayakan kemana kami akan pergi..yang penting pergi ke tempat kami akan menemukan kebahagiaan hidup..Tidak usah kuatir bagaimana kami akan hidup, karena kami sudah dicukupkan…Maafkan saya..Kami selalu menyayangimu….
Love, A mei dan Ben kecil

Kakek4 : ( Sedih dan menangis) : Tidak..tidak…( lalu seperti orang gila mencari terus….terus..terus…)
( Kakek 4 menyesali semuanya)


SCENE 6
( Nini bergumul apakah akan pergi, sudah berkemas)
Aming ; jadi, begitu saja pengabdianmu?
Nini : Saya bergumul aming..
Aming : Memang benar saya mungkin tidak sepintar kamu…tapi saya tahu hal ini..saya mengasihi kakek nenek disini..
Nini : saya juga…tapi saya tidak tahan disini lagi…Suasananya sama sekali diluar harapan saya..
Aming : Saya tidak mengerti itu…kenapa tidak kamu melihat kepada Kasih Tuhan?
Nini : Kasih..kasih…semuanya kasih ( dnegan marah)…apa itu kasih? Bagaimana dengan keluarga mereka? Apakah mereka penuh dnegan kasih? Meninggalkan mereka di tempat ini? Ha?
Aming : saya tidak tahu itu…tapi..
Nini : Tapi apa? Aming, saya sudah tidak tahan….ribut setiap hari..
Aming : Yang saya tahu, kitalah yang harus menunjukkan kasih itu, bukan menunjuk kepada kesalahan orang lain..
Nini : huh…simpan saja teori kamu..
Aming : Tapi…itu bukan teori saya…Itulah yang dilakukan dan dikatakan Tuhan Yesus ketika disalibkan..
Nini : Hm..Sudahlah, Aming….saya pusing..maafkan saya..terima kasih sudah menjadi sahabatku..

SCENE 7
( nenek dan kakek4 masuk)
Nini : Kakek A liang..Nenek Mei Li….
Kakek4 ; Sudah mau pergi? ( dengan nada datar)
Nini : Mungkin…
Nenek : Apakah Mei Siang mau meninggalkan nenek lagi?Nenek tidak mau…tidak mau…tidak mau…..Tidak ada yang boleh meninggalkan nenek lagi…tidak boleh….Nenek tidak ingin sendiri lagi..( berteriak)
Kakek4 ; Sudahlah…nenek Mei Li…Nini punya kehidupan sendiri…
Nini : Maafkan nini ya?
Kakek 4 : Sudahlah..kakek akan kasih wejangan…Hidup adalah perjuangan….maka kamu harus berjuang…..Kamu harus bergantung sama kamu sendiri..tidak boleh kepada orang lain….Yakinlah kamu akan sukses….
Nini : terima kasih kek…
Kakek2 : Yang penting jangan melakukan sesuatu yang akan kamu sesali seumur hidup kamu
Nini : kek….
Kakek2 : ( menerawang jauh) Jangan seperti Kakek…
Nini : Kek…(prihatin)
Kakek 4 : Seperti yang Alkitab bilang…Demikianlah tinggal ketiga hal ini yaitu iman, pengharapan dan kasih..yang paling besar adalah Kasih…Jangan tinggalkan orang yang kamu kasihi..
Nini : kek…..
Kakek4 ; hehe ( menghapus air mata)..sudahlah, kakek tidak mau membebani kamu lagi…kamu sudah boleh pergi……
( Nini sedih…)
Kakek2 : tapi ingat kami…Ok? Jangan pernah lupakan kami…
Nini : Pasti kek…Pasti…..
Kakek4 : Selamat Jalan anakku…
( Nini berjalan menjauh, keluar musik)
Nenek : Mei Siang..Jangan main jauh2 ya? Di luar banyak orang jahat…Nenek disini menunggu kamu balik…..

( Nini dengan sedih cepat2 pergi)
( Sambil jalan, Nini bergumul)….

Kilas Balik
Kakek1 batuk….( lalu duduk)
Kakek2 berdiri sedih…seperti mau bunuh diri…
Nenek sendiri ngomong….ama Mei Siang
Kakek4 dalam merenung…..


Akhir : Nini memutuskan untuk balik…Kemudian satu lagu keluar…semua kelihatan gembira…keluarga berbalik kembali…

No comments: