Wednesday, October 29, 2008

Naskah- Merry Christ,mas with you

MERRY CHRISTMAS with YOU

( Di sebuah rumah mewah, pembantu keluar, lagi bersih2)
( Tiba2 dia teringat sesuatu)

Yenny : Waduh, saya harus cepat2 membangunkan Tuan…
( Yenny masuk ke dalam, Memapah Anto yang pakai tongkat)
Anto : Hmm…kenapa membangunkan saya telat satu menit? Ha?
Yenny : Lho? Kan Cuma lewat satu menit kan? Apa bedanya?
Anto : Hei, apa kamu tidak tahu? Satu menit itu sangat berharga? Ha? Apa kamu tidak tahu juga, gara-gara satu menit banyak kecelakaan yang terjadi di jalan? Lalu banyak orang yang kehilangan kesempatan hidup?
Yenny : Iya sih, tuan. Tapi itu kan terlalu dibesar-besarkan.
Anto : Iya, tapi sekarang semua hidup saya sekarang sudah telat satu menit. Saya tidak bisa menggosok gigi tepat waktu.
Yenny : Iya, Tuan. Saya minta maaf.
Anto : Lihat, gara2 berbicara dengan kamu, saya telah melewatkan waktu untuk duduk sebentar. Buatkan saya kopi.
Yenny : Baiklah. Tuan jangan emosi terus. Nanti menggangu kesehatan Tuan.
Anto : Huk..huk…(batuk)
Yenny : Nah kan, apa saya bilang. Ayo, cepat duduk….( dengan agak sedikit memerintah)
Anto : Saya masih bisa melakukan nya sendiri. Sudah, kamu siapkan kopi saja..
Yenny : benar Tuan? ( sambil melihat lagi)
Anto : Sudah, cepat buatkan saya kopi. ( Dengan susah payah duduk)…
Yenny : Baikkkkkkk Bossssss,….. ( dengan gaya lucu)
( Anto mencari Koran )
Anto : U yen, mana Koran tadi pagi? Kenapa tidak ada?
Yenny ( dari dalam) : Kan ada di bawah meja..
Anto : Mana? ( dengan teriak)
Yenny : (keluar memakaikan kacamata dan mengambilkan Koran) : Nah, ini kan? Silakan baca…Ini kopinya…
Anto : ( minum kopi) kenapa agak pahit kopinya? Ha?
Yenny : Pahit? Coba saya minum dulu…Iya..iya…padahal saya telah membuat sesuai dengan resepnya. 100 gr gula, 10 gr bubuk kopi dan 200 cc air kan? Apa timbangannya rusak ya?
Anto : kalau rusak, beli saja yang baru.. Gelas ukurnya juga…Daripada saya harus minum yang pahit begini…
Yenny : Baik, Tuan….Tapi sekarang Tuan minum saja….Saya masih ada kerjaan. Ya?
Anto : ya sudah….
( yenny membersihkan pohon natal)

Yenny : Wah, Tuan ..pohon natal ini sudah lama tidak diganti…kita beli yang baru ya?
Anto : Biarkan saja… lagipula kenapa kamu urus pohon natal yang jelek itu?
Yenny :Lho…jelek kenapa tidak mau diganti?
Anto : Beli yang baru kan mahal..
Yenny : yah, Tuan…tapi….gak pa2…yang penting bukan pohon natalnya..tapi bagaimana kita menikmati makna Natal..
Anto : He….tahu apa kamu tentang makna Natal? ( tertawa kecil)
Yenny : Iyalah…makna Natal kan kehadiran Tuhan bersama dengan umat manusia. Bayangkan Tuan, yang Maha kuasa dan suci mau menurunkan harga dirinya untuk bersama dengan manusia seperti kita yang berdosa ini..
Anto : hehe ( tertawa sinis) Kalau itu, saya juga tahu….Dari kecil di sekolah minggu sudah diajarkan.. Kalau Natal adalah kelahiran Tuhan Yesus..
Yenny : Ya, Tuan…tapi itu faktanya…Maknanya yang harus kita renungkan…yaitu HADIRNYA Tuhan di dunia… Immanuel..Itu sangat mendalam artinya…berarti Tuhan mau berbaikan dengan manusia…seperti kita dengan musuh kita atau orang yang kita anggap jauh… Begitu mulia hati Tuhan….kalau saja…( dipotong Anto)
Anto : hei…sudah..sudah.. Saya disini bukan mau minta kamu khotbahi….Saya rasa kamu cocok jadi pendeta saja. Tukang ngoceh…
Yenny ; Saya sebenarnya mao sih jadi pendeta…tapi kan mau melayani Tuan….Mana bisa?
Anto : Hei, jangan pikir dengan begitu maka saya akan naikkan gaji kamu…
Yenny : haha….Kalau mau naikkan, juga boleh…haha
Anto : Hei, sudah…jangan bercanda dengan saya…tahu?
Yenny : Maaf Tuan….Tapi..saya membayangkan kalau Christmas, semua keluarga akan berkumpul, alangkah indahnya…
Anto : hei, kerjakan tugas kamu… jangan mengganggu saya baca Koran…
Yenny : Iya,..saya merindukan natal kali ini Tuan Gunawan dan Nona Desy mau berkunmpul bersama…. Pasti indah sekali….
Anto : ( bangkit dengan marah) : Sudah berapa kali saya bilang, jangan menyebutkan nama mereka di depan saya…tahu?
Yenny : Tapi Tuan..
Anto : U yen, saya tidak mau mendengar lagi yang begitu ( dengan snagat tegas)
Yenny : Saya Cuma rindu mereka ( dengan suara kecil)
Anto : Jangan sentimental begitu… Untuk apa cengeng begitu? Saya bisa merayakan natal sendiri…Tidak perlu mereka..( dengan nafas terengah2, mau cari tempat duduk)
Yenny : Tuan, hati2….( memapah)
Anto : Huh…tidak usah…saya sendiri juga bisa….saya tidak perlu mereka….(emosi)
Yenny : iya..iya.. maafkan saya Tuan….Tuan duduk dulu..saya ambilkan minum dulu…
( Anto duduk sambil berpikir)
( Yenny keluar sambil melayani Tuan Anto)

( Sementara itu dari penonton, keluar gunawan, Margaret dan Thien2)

Thien2 : Pa, Ma kita mau beli apa untuk Hadiah natal nanti?
Margaret : Mama belum tahu… Kita lihat saja nanti…
Thien2 : Thien2 mau boneka spong Bob….
Gunawan : Iya, nanti papa beliin ya…yang BE….SAR sekali…
Thien2 : Hore…..hore….
Margaret : Pa..kita ke sun plaza saja…kan banyak hadiah disana…
Gunawan : Lho, kita bukannya mau ke monza?
Margaret : Lo? Papa ini bagaimana sih? Masak ke monza?
Gunawan : Haha…papa kan Cuma bercanda..
Thien2 : Pa, kita beli hadiah untuk kakek apa ya?
( Gunawan terdiam lama)
Margaret : Iya, sudah lama kita tidak mengunjungi kakek…
Gunawan : Sudah…saya tidak mau membicarakannya….
Margaret : Setiap kali begini…asasl membicarakan kakek pasti papa marah..
Gunawan : Pokoknya kita beli dulu hadiah natal…soal papa nanti saja bicara…
Thien2 : Saya rindu kakek….
Margaret : nah, anak kita saja bisa rindu..masak papa tidak sih?
Gunawan : Untuk apa pergi ke sana? Papa masih seperti dulu…
Margaret : Lho, tapi mungkin kakek sudah rindu….
Gunawan : Papa tidak akan berubah…sama saja sia2…
Margaret : tapi dia papa kamu …..
Gunawan : hei, kenapa kamu jadi menceramahi saya? Ha? ( dengan nada tinggi)
Margaret : Saya tidak menceramahi kamu… Saya kan Cuma kasihan sama kakek saja…( dengan nada tinggi juga)
Gunawan : kasihan? Apakah dia ada kasihan dengan saya? Ha?
Margaret : Itukan sudah masa lalu…Lagipula itu kan untuk kebaikan kamu…
Gunawan : Huh…termasuk mengusir saya dari rumah?
Margaret : Setiap orang pasti pernah membuat kesalahan….mungkin dia hanya emosional saja….saya yakin dia pasti menyesal….Buktinya dia ada suruh U yen untuk membujuk kamu balik kan? Lagipula kita kan sudah ke sana beberapa kali…Kakek sangat menyayangi Thien2…Natal saat ini ada waktu yang tepat untuk berbaikan dengan ayah kamu…
Gunawan : Sudah..jangan kamu membela dia terus….sekarang, mau beli hadiah tidak?
Margaret : Ya sudah…tidak usah beli lagi…Ayo, thien2…kita pulang….( dengan tidak mood)
Gunawan : Hei, mau kemana?
(Gunawan terdiam lama)

( ADEGAN FLASHBACK)
(Adegan dengan penuh kemarahan)
Gunawan : Saya sudah bilang sama papa, saya tidak mau pegang perusahaan papa
Anto : Apa kamu bilang? Jadi kamu mau keluar dan bekerja seperti gembel? Ha?
Gunawan : Setiap orang mempunyai jalan sendiri pa…
Anto : Termasuk menjerumuskan diri dalam pekerjaan hina?
Gunawan : Pa…jadi pelukis bukan pekerjaan hina..
Anto : Bukan hina kata kamu? Coba lihat? Berrapa orang yang bisa bertahan dengan melukis? Ha?
Gunawan : Tapi saya sudah komitmen..saya akan belajar di luar negeri…
Anto : Saya heran kenapa mata kamu begitu buta. Papa punya perusahan besar yang bisa kamu pegang
Gunawan : Pa, saya tidak cocok jadi pengusaha..
Anto : Lebih cocok jadi gembel?
Gunawan : Pa….pelukis bukan gembel…
ANto : Sama saja….Saya malu punya anak gembel…
Gunawan : saya juga malu punya papa yang memaksakan kehendak…
(PLAKKK…Anto menampar gunawan)
Anto : Sekarang, kamu keluar saja….Tanggung sendiri biaya hidup dan kuliah kamu….
Gunawan : Baiklah…saya akan buktikan kepada papa suatu saat…( dengan menunjuk)
( GUNAWAN keluar)
( Anto terdiam…seakan menyesal)
( Lampu tutup)

( Keluar Desy dan Handra)

Handra : Sayang, natal kali ini kita mau kemana?
Desy : Hmmm..bagaimana kalau kita pergi jalan2?
Handra : Boleh juga…nanti kita tanya tour..mau kemana?
Desy : bagaimana kalau ke shanghai? Lalu hongkong?
Handra : wahh…boleh juga ya..
Desy : Iya donk…kamu kan sudah kerja keras selama 2 tahun ini….sudah memimpin perusahaan besar…dari tukang jaga toko sampai manager top…haha…
Handra : Hei, kamu ngejek saya ya?
Desy : Tapi memang benarkan?
Handra : haha…semuanya itu anugerah Tuhan..
Desy : Eitt..jangan lupa..berkat istri juga…
Handra : haha…mana mungkin saya lupa istri saya tercinta ini
(S ambil geli2 desy…)
Handra : Hmm..tapi saya kira kali ini kita pergi mengunjungi kakek bagaimana?
( Desy tiba2 tidak mood)
Handra : Kenapa sayang?
Desy : saya masih tidak mau ketemu dia…
Handra : tapi dia papa kamu…
Desy : Iya, papa yang tidak mengerti anaknya…
Handra : Mungkin papa kamu ada salah dulu..tapi setiap orang bisa salah kan?
Desy : Iya, tapi dia ketelaluan…
Handra : Setiap papa pasti akan melindungi anak perempuannya….dia kan kuatir dengan kamu..masa depan kamu….
Desy : Tapi, dia keterlaluan…
Handra : Saya rasa natal kali ini waktunya untuk berkunjung..ingat lo, kakek sudah tua…Kasihan dia..hanya U yen saja yang menemaninya…Lagipula bukan dia yang salah saja….kamu dan saya juga bersalah…
Desy : Ntar saya lihat saja….( sambil masuk)
Handra : Hei, mau kemana?
Desy : Gak tahu….

(ADEGAN FLASHBACK)
Anto : Sudah papa bilang jauhi dia…
Desy : tapi Desy cinta kepadanya…
Anto : Huh..kamu tidak tahu arti cinta….
Desy : Dia juga sangat sayang ama Desy…
Anto : Kamu tidak tahu? Mungkin dia pura2 saja…lalu dia akan menguasai harta papa…
Desy : handra tidak mungkin sejahat dan selicik itu….
Anto : Hati manusia siapa yang tahu…lagipula dia Cuma tukang jaga toko supermarket…Mana ada masa depan…
Desy : Pa..Masa depan kita kan masih panjang..
Anto : Huh…Pokoknya papa tidak setuju…..
Desy : Desy tidak mau berpisah dengan dia…
Anto : Pokoknya sekarang kamu pisah dengan dia….kalau tidak…( dengan marah)
Desy : Handra sudah mau melamar Desy…
Anto : Apa????? Masih tukang jaga toko tapi sudah berani melamar? Kurang ajar…Pasti mau mempermainkan putri saya
Desy: Pa….( teriak) Handra tidak seperti itu…Desy akan terima lamarannya…
Anto : Ha???APA? Kamu……anak tak berbakti…pokoknya jangan sampai papa lihat dia menginjakkan kaki di rumah papa..
Desy : Baiklah…( nangis)…Desy akan pergi dengan dia….
( Desy pergi)
Anto : Pergi..pergi semuanya…..Pergi…(teriak)

( Setting : Rumah Anto)

(Anto keluar sambil memandangi foto Thien2, gunawan dan desy)
( tiba2 U yen keluar)
Yenny : Ha…ketahuan….lagi lihat foto siapa ya? Wanita cantik ya?
Anto : Wanita cantik apa? ( sambil cepat2 sembunyikan)
Yenny : (tiba2 mencabut dari tangan Anto)
Yenny : Wah…rupanya foto thien2 , tuan gunawan dan non Desy…Lucu ya? Ternyata non desy lucu waktu kecil….
Anto : Hei..kenapa kamu curi? Ha?
Yenny : Wah..Tuan..ketahuan ya…Tuan rindu mereka kan?
Anto : Hei, saya sudah katakana jangan campuri urusan saya…Tahu?
Yenny : Ah..Tuan..diam2 makan dalam…hhihihi….
Anto : Hei…saya tidak bermain2 dengan kamu…
Yenny : Tapi….kita tidak boleh mengingkari perasaan kita Tuan ( dengan nada polos)
Anto : U yen….saya sudah bilang…jangan main2 dengan saya..
Yenny : ( agak kesal) Tapi kenapa sih Tuan gak berbaikan dengan Tuan gunawan dan Non Desy saja?
Anto : Hei…kamu tidak punya telinga ya? Sudah berapa kali saya bilang…jangan menyebutkan nama mereka…ha?
Yenny : iya…saya tidak punya telinga…(sangat kesal)…kenapa Tuan menyiksa diri sendiri?
Anto : kamu….( dengan geram)…bicara lagi saya akan pecat kamu…
Yenny : Saya tidak takut….saya heran kenapa Tuan begitu keras kepala….Tuhan saja tidak keras kepala….saya tahu hati Tuan sangat mengasihi non desy dan tuan gunawan.
Anto : kamu….pergi…pergi dari hadapan saya….pergi…
Yenny : baik…saya tidak akan ganggu Tuan lagi…( dengan sedih, marah, kesal)
Anto : Huh…kalian semua sama saja (dengan teriak)…Pergi dari hadapan saya…pergi…huk…huk…( batuk dengan keras)

( U yen muncul di bawah)
Yenny : (dengan kesal) Kenapa orang tidak mau mengalah saja? Kenapa harus keras kepala? Saya tidak tahan lagi… saya akan pergi…
( Yenny berpikir lama, kalau bisa ada lagu natal)
Yenny : tapi….saya juga tidak boleh keras kepala……saya akan kembali…Kasihan Tuan Anto…

( Yenny balik, Anto batuk terus)
Yenny : Tuan..Tuan baik2 saja? Maafkan saya ya? Saya lancang mulut ( sambil memukul mulutnya sendiri)
Anto : Sudah…ambilkan obat saya…
Yenny : Baik Tuan….Tuan istirahat saja dulu….

( Anto memandangi foto gunawan dan desy)
( DEsy duduk sambil membayangkan papanya)
(Gunawan keluar juga sambil melihat papanya)
( LAgu merry christmas to you)

( Yenny memperagakan kirim sms untuk desy dan gunawan)

( Terakhir semuanya ketemu….sambil Yenny menyanyikan lagu natal )

No comments: