HEAVENLY LOVE
( Terdengar musik natal yang sendu, lalu ganti dengan lagu Natal yang gembira)
MC : Saudara-saudara sekalian…..Hari ini merupakan hari yang istimewa bagi kita semua…Karena akan ada atraksi yang luar biasa dan saya yakin sekali akan menghibur kita sekalian….Saya yakin bapak2 ibu tidak akan sia-sia datang ke tempat ini….Mari kita sambut manusia teraneh di dunia ini…..Elephant Man…
NB : Disebut Elephant Man karena mukanya yang sangat aneh….Punya hidung yang panjang…( kalau gak bisa, ganti dengan muka yang lain)
NB : MC harus didandani, kalau bisa seperti badut…
( Keluar Elephant Man sambil memperagakan atraksi yang agak lucu)
MC : Tepuk tangan untuk manusia gajah ini…..Sekarang anda sudah tahu kenapa dia dipanggil Elephant Man…Benar…karena dia mirip dengan gajah…Benarkan? Haha…Coba sini dulu…Lihat….Sangat lucu kan?( sambil menarik hidungnya)…Haha…Ayo..beri salam kepada penonton…Ayo cepat…( sambil berlaku kasar)
EP( Elephant Man) : Selamat siang/sore/malam semuanya ( dengan terbata-bata)
MC : Hahaha….Ternyata Gajah bisa berbicara juga....Sudah…ayo cepat masuk……( EP masuk)….Sekarang bapak ibu, anda sudah menyaksikan manusia gajah…kami akan mengumpulkan persembahan untuk memberi nafkah kepadanya….
( MC turun mengumpulkan persembahan sedikit, boleh dibantu orang…usahakan ada orang bawah yang kasih uang…jangan pakai uang jemaat)
MC : terima kasih…terima kasih…haha
( MC naik lagi)
MC : terima kasih untuk sumbangan anda semuanya…..Kami akan membuka atraksi ini lagi pada hari Natal nanti…..Nantikanlah kehadiran kami dengan aksi yang lebih hebat…..Selamat tinggal…hahaha…
( MC masuk)
( MC keluar bersama papa EP)
MC : Huh….hari ini saya sangat capek…Cuma untung sedikit…Bagaimana sih anak kamu ini? Ha?
Papa : Hei, jangan selalu sebut anak saya…dia bukan anak saya…Mana bagian saya?
MC : kali ini Cuma segini….
Papa : Apa? Cuma segini? Apa tidak salah? ( sedikit marah)
MC : Hei, jangan salahkan saya…Salahkan anak kamu itu…
Papa : Huh….Sudah saya bilang jangan sebut dia anak saya…Saya tidak akan mempunyai anak sejelek dia…..Chio Phi Kang…Chio Phi Kang…cepat keluar…cepat…( dengan marah….)
EP : Ya….saya..keluar papa..
( Papa menampar EP langsung)
Papa : sudah berapa kali saya bilang, jangan panggil saya papa…..saya bukan papa kamu….Saya adalah boss kamu…
EP : maa…afkan…..say…a…..bos…..s
Papa : Bagus….Hei…apa kamu sudah bosan hidup? Tadi pertunjukkan kenapa dapat cuma segini? Ha?
EP : Eh…sa..ya….tidak….ta…hu ( dengan takut)
Papa : Apa kamu bilang ? Tidak tahu? APa kamu tahu saya lagi tidak punya uang? Ha? Kamu ingin kiat semua mati ya? Ha? ( lalu memukul dengan keras)
Papa : oh…saya tahu..kamu sengaja kan? Supaya saya tidak menyuruh kamu jadi manusia aneh di pertunjukkan lagi kan? Ha? ( menendang EP hingga jatuh)
( EP menangis)
MC : Hei, sudahlah…kasihan dia…
Papa : Apa? Kasihan dia? Apa dia tidak kasihan dengan saya? HA ? ( Menendang lagi) Kalau kamu kasihan, kamu ambil dia saja, biar menjadi peliharaan kamu…Kalau tahu dari dulu begini, saya tidak akan mengambil kamu dari tempat sampah…biar kamu mati saja…Puih….
MC : Baiklah…jangan marah terus….lain kali kita pasti dapat uang lebih…sekarang saya pulang dulu…Jangan lupa hari Natal nanti…ok?
Papa : Baiklah…. Saya tidak antar kamu lagi…
MC : Sudah…gak apa-apa… Saya berharap kita bisa kerjasama lagi…ok?
Papa : Ok…Pasti…
(MC masuk)
Papa : Huh…kamu memang ingin kita matikan? Ha?
EP : bukan begitu…pa…eh…bos..
Papa : Hmm. Sebagai hukumannya…kamu tidak akan saya beri makan pada malam ini…Biar kamu merenungkan kesalahan kamu selama ini…dan tidur di luar rumah…
( papa masuk, tinggal EP nangis pelan2, lalu pergi)
( peragakan EP tidur dalam keadaan dingin)
Pagi harinya……..
( Keluar seorang pr bersama anaknya)
Min2 : Bu, lihat…ada orang disitu…
Ibu : Ya, nak….Mungkin dia adalah gelandangan…Kasihana dia ya…
Min2 : kita kasih uang ya….
Ibu : iya…hehe…ternyata anak ibu sudah bisa beramal…
Min2 : Iya donk..kan Ibu yang ajar..
Ibu : Eit….Bukan Ibu..tapi Tuhan…
Min2 : Yesus…..( dengan teriak)
Ibu dan anak : hahaha
Ibu : Ayo, kasih uangnya……
Min2 : baik….
( Anak mendekati EP, membangunkan dia)
( EP bangun)
Min2 : Ahhhhhhhh….Ibu….( lari ketakutan)
Ibu : Ada apa?
Min2 : Lihat…dia mengerikan……
(EP menjadi minder dan malu)
Ibu : ( melihat bentar) jangan takut anakku….dia tidak jahat kok..ada ibu disini…
( Ibu mendekati EP, merasa iba)
Ibu : Nak, kenapa kamu berada disini?
EP : ( dengan takut) Sa…ya…….
Ibu : ada apa? Dimana orang tuamu?
EP : eh…eh….
Ibu : Apa yang bisa saya bantu?
EP : sa..ya…………
Ibu : katakan saja….Dimana rumahmu? Ayo, saya antar pulang….
EP : ehh…( ketakutan)
( Akhirnya EP melarikan diri dan pulang)
Ibu : nak…Nak…( berusaha memanggil EP)
Min2 : ada apa dengan dia Mama? Kenapa wajahnya begitu aneh?
Ibu : hei…jangan bilang begitu…Mungkin dia terlahir cacat…Kasihan dia..
Min2 : Iya,Ma…tadi dia begitu takut…apa kita harus mengejarnya?
Ibu : Sudahlah…Semoga Allah Bapa beserta dengan dia….
Min2 : Iya, ma…. Ayo, ma…. Kita beli hadiah Natal….
Ibu : ( tersenyum) Iya, ayo….kita ke plaza mencari hadiah untuk papa…
Min2 : hore…..
( Ibu dan Min2 masuk)
( Tiba2 ada suara dan EP keluar terhuyung2, disertai barang lemparan)
Papa : Huh…Pergi sana…..Biar mati saja kau….bikin susah saja…Menjahit saja tidak bisa…Pergi cari minuman keras untuk saya…Kalau belum dapat, jangan pulang…Goblok…Kenapa saya bisa bernasib seperti ini?
( EP Masuk)
( Keluar beberapa anak main2, EP melihat dari samping, sangat ingin bermain dengan mereka)
( EP akhirnya mendekat kepada mereka)
Anak 1 : Hiiii…..siapa ini….
Anak 2 : Ahhh…( teriak takut)…ada monster………..
Anak 3 : Siapa dia? Ayo kita pergi….
( EP mendekat ingin berteman)
Anak 1 : pergi sana….pergi..
Anak2 : ayo, kita usir dia…..
( Anak2 mengambil batu atau yang lainnya melempar EP)
( EP akhirnya pergi……)
Anak 1 : ihhhhhh…..menjijikan wajahnya….
Anak 2 : benar sekali….kenapa ada manusia seperti itu?
Anak 3 : Kata ibu saya, kalau begitu pasti titisan iblis…
Anak 1 : Ih….mirip film Constantine ya?
Anak 2 : Film itu kan bukan tentang titisan iblis.,..
Anak 1 : Mana saya tahu…
Anak 2 : sembarangan
Anak 3 : sudah….ayo kita pergi ke taman yang agak jauh….supaya tidak ketemu makhluk aneh itu lagi…..
(Ketiga anak masuk)
( Lokasi : di gereja, lagi mempersiapkan natal)
Susan : Hei….Ayo teman2….Kita cepat hias pohon natal ini…. Waktu kita tinggal sedikit..
Min2 : Iya….ayo…Budi, kamu cepat ambil kain lap…Cepat lap mimbar kita
Budi : ok..siap boss….hehe
Rita hei, kawan2…( sambil membereskan dekorasi)…apa hadiah natal kalian tahun ini?
( EP sambil berjalan masuk ke dalam dari belakang gereja, dengan pelan tanpa diketahui mereka)
Budi : wah..tahun ini papa saya mau kasih saya sepeda motor…haha…
Susan : wah..asyik dong…
Min2 : lho, kamu sudah boleh naik sepeda motor?
Budi : Iya dong…usia saya kan sudah 17 tahun ke atas..
Susan : tapi masih seperti anak2….hihihi
Budi : Hei, awas ya….Wa sudah jadi laki2 sejati..tahu..
(Semua cewek ketawa)
Susan : Kalau saya, papa mau kasih boneka Barbie yang baru….hihi
Rita : wah…asyik ya punya papa seperti kamu….Saya juga mau…
Susan : wuek…enak aza,…dia papa Susan seorang saja….Kalau kamu Min2?
Min2 : Kalau saya…hadiahnya belum tahu sih…tapi biasanya mama suka membawa saya ke panti asuhan untuk menghibur mereka…
Susan : wah…enak juga ya…
Min2 : iya, kata mama natal bukan waktunya hura2..justru waktunya kita menunjukkan kepada orang kasih natal….Biar orang dapat mengerti untuk apa harus ada natal..
Budi : Hmmm. Benar juga….
Rita : apa kamu mengerti?
Budi : Hehe…gak juga….
Semua : Huuuuu……….
( EP maju dan duduk di didepan, tapi tanpa diketahui mereka, boleh juga duduk di depan bersama penonton)
Min2 : Kata Mama saya, natal adalah waktu dimana kita bersama dengan orang2 yang dikasihi, orang2 terbuang dan orang2 yang merasa tidak dikasihi..
Susan : wah…kalau begitu kita mesti kasih banyak orang hadiah lo..
Min2 : Tidak juga, kata Mama, yang penting kita bersama mereka untuk mensharingkan makna Natal..supaya mereka tahu, mereka tidak sendirian di dunia…masih ada Allah Bapa yang peduli terhadap manusia…Maka dari itu Tuhan Yesus datang, ssupaya manusia bisa merasakan kasih surgawi itu…
Rita : Saya setuju dengan perkataan kamu………..
Budi : ( sambil makan)Saya juga…. Saya rasa…(nyam2) kamu cocok jadi pendeta deh…
Rita : Iya, dan kamu cocok jadi tukang makan….dasar congok..
Budi : hehe…
Min2 : hei…saya pernah bertemu dengan sesorang yang aneh lo…
Susan : aneh? Maksudnya?
Min2 : Hidungnya mirip gajah…
(EP terkejut)
Semua : Masak sih?
Min2 : Iya…tapi dia manusia lo..
Rita : mungkin dia cacat..
Min2 ; Iya, mama saya juga bilang begitu..Kasihan dia…..
Susan : mungkin kalau kita bertemu lagi, kitra mesti menunjukkan belas kasihan..
Min2 : Iya….
Rita : sudahlah…ayo kita latihan nyanyi…Jangan lupa kita ada pujian di Kebaktian Remaja Sambu Baru….
Min2 : oiya, hampir lupa…ayo latihan…
( Ambil posisi, nyanyikan lagu natal….< EP sangat menikmatinya)
( Sesuadha selesai nyanyi, tiba2 Rita melihat EP)
Rita : Ahhhhh, ada makhluk aneh…..( teriak)
Semua : Ada apa? ( Budi mengambil tongkat siap siaga)
Min2 : Tunggu….dia adalah manusia aneh yang tadi saya cerita…
Susan : masak? Jangan2 dia mengikuti kamu ke gereja….Ihhh..jangan2 dia mau menculik kamu….
EP : ( menggelengkan kepala) bu..kan….bukan….saya Cuma…lewat…
Rita : Eh, dia bisa bicara….
Budi : iya pasti donk..dia kan manusia juga…..Ayo, kita usir dia dari sini…Hus…Hus…( dengan takut juga)
EP : Maaf…kan… saya…..saya….telah…mengganggu…( EP beranjak pergi)
Min2 : (tiba2) Jangan…jangan…berhenti..
(EP berhenti sejenak)
Min2 : Kawan2, apakah kawan2 lupa yang barusan saya bilang…kita kan sudah setuju membagikan kasih natal kepada siapapun juga…. Tidak kecuali…adalah dia…
Susan : tapi….dia….agak…
Min2 : Aneh? Tapi dia tetap adalah manusia yang dikasihi oleh Allah Bapa…sama sperti kita…apakah kita lebih baik dari dia?
Rita : Tapi….
Budi : Wah…susah…memang kita mesti mengasihi..tapi dnegan dia…kita suruh pendeta saja lah….pendeta kan lebih beriman dari kita…
Min2 : justru kita lah yang harus menunjukkan kepada dia…mengapa orang Kristen begitu berbeda…lalu kenapa harus ada natal…Kalau tidak kita…siapa lagi?
Susan : ehmm.. ya..sudah….panggil dia lagi..
Min2 ; Eit….siapa nama kamu….sorry, kami tadi berlaku kasar….siapa nama kamu? Kami semua adalah kawan…..
( EP mendekat, dituntun Min2)
Min2 : Siapa nama kamu?
EP : Nama saya Chio Phi Kang….
Min2 : Oiya…saya mIn2…ini Susan…ini Budi…ini Rita…Dimana ortu kamu?
EP : Eee….Saya tidak punya mama……Cuma ayah angkat….
Min2 : Oiya….
Susan : Hei, lihat dia punya luka….kasihan..mungkin dia sering disiksa…
Budi : apa kamu lapar?
( Sodorkan makanan)
EP : ( malu2)…
Min2 ; Gak papa…. Makan saja… kita masih banyak kok…
( EP Makan dengan lahap sekali)
Susan : Kasihan dia…saya yakin dia pasti sering disiksa ayah angkatnya…
Min2 : Sudah kenyang?
EP : terima kasih…disini gereja ya?
Min2 : Iya….kami sebentar lagi sudah akan merayakan natal…
EP : Natal?
Rita : Iya, natal…dimana ada lagu yang enak, ada hadiah, ada kasih..
Budi : dan santa claus
EP : Santa Claus?
(Semua ketawa)
EP : tadi adalah lagu natal?
Min2 : Iya….Ayo, kita nyanyi lagi yok….
(EP ragu tapi akhirnya mau)
( Semua nyanyi lagu natal sambil memperagakan memberikan hadiah kepada EP)
(EP sangat gembira, semua nyanyi sambil masuk)
( EP pulang ke rumah sambil bernyanyi lagu natal)
Papa : Hei, dari mana kamu? Ha?
EP : Eh…..dari…
Papa : dari mana? Ha? Mana bir saya? Ha?
EP : Saya…..
Papa : darimana? Ha? Cepat katakan ( mencengkram EP)
EP : dari gereja……
Papa : Gereja? Goblok…( memukul EP)…saya suruh cari bir, malah ke gereja…mau jadi pendeta ya? Asal kamu tahu saja, pendeta juga sama semua…orang Kristen sama saja…Cuma mementingkan diri sendiri…katanya penuh kasih..Puihhhh…(meludah)…mana ada itu….Cuma mengasihi sesama mereka saja…lalu mengasihi orang kaya…mana peduli terhadap kita orang miskin…apalagi kepada kamu manusia aneh…
EP : tapi…mereka peduli…mereka bermain dengan saya…Katanya Allah mereka peduli…..
Papa : apa? Peduli? Hahahaha ( tertawa pedih)……kalau tuhan mereka peduli, kenapa kita hidup susah…saya katakan kepada kamu…kalau bukan saya yang ambil kamu, tidak ada yang mau dengan kamu…tahu? Mereka mau memungut kamu? Potong kepala saya…saya yang susah payah membesarkan kamu…heheh..mana ada yang peduli?
EP : Tapi..mereka peduli….
Papa :kamu sudah dibohongi mereka…tidak ada yang peduli…tidak ada yang peduli…..
EP : kenapa papa selalu marah jika ada yang menyebut orang Kristen?
Papa : Karena……karena….( dengan sangat marah)
EP : karena apa pa?
Papa : Karena….( duduk dengan sedih…..)…..semua orang Kristen munafik…
EP : tapi…tidak semua..
Papa : jangan membantah saya…Sudahlah…ini hadiah apa?
EP : Hadiah natal..
Papa : Apa? ( lalu membuang hadiah tersebut) Natal apaan? Saya heran kenapa orang Kristen semua merayakan natal yang goblok itu? Untuk apa ada Natal?
EP : Natal adalah curahan kasih Bapa di surga..
Papa : hahaha..kalau Bapa di surga penuh kasih…kenapa banyak Kristen adalah penipu…merayakan natal tapi menindas orang lain..puih..saya jijik….
EP : Maksud papa?
Papa : Tahukah kamu yang membuat saya begini miskin? Karena teman saya…dan dia adalah Kristen…dia menipu saya hingga bangkrut…puih…jangan bilang orang Kristen lagi…awas…
EP : Tapi..
Papa : Sudah….kamu pergi saja…saya tidak mau melihat kamu…cepat…( dengan marah)
EP : tapi…
Papa : cepat….
( EP pergi)
Papa : Huh….Hadiah Natal apaan? Kalau benar2 ada kasih Natal….hehe…bohong saja….
( tiba2 masuk beberapa preman)
Preman1 : halo..kita jumpa lagi..saya mau bertanya kapan mau bayar hutang…ha?
Preman 2 : benar, kamu sudah lama berhutang…sejak kamu bangkrut..
Papa : maafkan saya…saya….belum punya uang..
Preman 1 : Belum punya uang? Ha? Beraninya kamu bilang begitu sama kami? ( memukul dan meninju papa)
Preman 2 : Kami pinjamkan kamu uang karena kasihan…kata kamu harus membesarkan anak kamu…
Papa : Tapi itu memang benar…
Preman 1 : Lalu? Mana bayarannya? Ha?
( memukul lagi)
Papa : Aduh…tolong…jangan…saya akan bayar nanti…beri saya waktu..
Preman 2 : Oh…gitu ya? Itu kalimat basi yang sering kamu ucapkan….pesan boss kami agar memberi pelajaran bagi kamu..
Papa : Tolong, jangan….
Preman 1 : kalau gak mau, bayar sekarang…
Papa : tapi saya tidak mempunyai uang……
Preman 2; Hmm.nampaknya komunikasi kita tidak lancar ya? Ayo..
( Kedua preman menghajar papa sampai babak belur, mematahkan kakinya, kalau bisa peragakan, sampai papa terjatuh gak bisa bangkit)
Preman 2 : rasakan….kalau kami balik lagi belum ada uang, siapkan peti mati yang bagus, tahu???? AYo pergi..
( Preman masuk, tinggal papa)
( EP duduk di taman, sedih….)
( IBu dan Min2 lewat)
Ibu : Hei, kamu…
Ep : Iya,bu..
Ibu : kenapa disini?
EP : saya diusir…
Ibu : Ha? Diusir?
Min2 : Pasti oleh ayah angkat kamu….
(EP menggangguk kepala)
Ibu : kenapa diusir?
EP : Karena saya menyinggung tentang natal dan orang Kristen…
Ibu : Hmm…napa?
EP : Pernah ada orang Kristen yang menipu dia..
Ibu : Pantas….tapi kaum harus tahu, tidak semua orang Kristen seperti itu..
EP :iya…
Ibu: Ayo….Ibu antar pulang….
EP : Iya…tapi..
Ibu : Ibu akan jelaskan pada papa kamu..
EP : tapi..papa saya kasar orangnya
Ibu : Tidak usah kuatir….Ibu bisa atasi kok…kalau perlu bantuan, akan ibu bantu..ayo..
(EP pulang bersama ibu dan min2)
(Sesampainya di rumah, melihat papa sudah tergeletak)
EP : papa…papa….
Ibu : cepat bawa ke rumah sakit…..
( Lampu padam atau masuk)
( dokter keluar, lalu berbicara kepada ibu dan EP)
Dokter : Darahnya kurang…harus segera transfusi darah…tapi persediaan darah di RS ini tidak, apalagi darahnya agak langka, AB minus…Siapa disini yang AB Minus?
EP : Saya AB dokter, tapi…belum tahu Minus atau positif
Dokter : baiklah..mari kita periksa…Apakah kamu bersedia memberikan darah kamu?
EP : iya, dia adalah papa saya…..
Dokter : baiklah,ikut saya….
Min2 : Ma, kasihan EP ya?
Ibu : Iya, tapi dia sudah memahami apa arti natal..karena dia mau memberikan darahnya kepada orang yang menganiaya dia…sama seperti Bapa memberikan Anaknya untuk musuhnya yaitu manusia….dan manusia menganiaya Yesus….tapi Yesus tetap mencurahkan darahNya untuk manusia.
Min2 : hm…
( Nampak papa sedang terbaring dan EP disamping)
Papa : Maafkan papa ya?
EP : Tidak apa2….kita mulai dari awal lagi ya?
(Papa menggangguk)
( Semua masuk)
(NB: Kalau susah keluar dalam keadaan terbaring, boleh bicara di dalam saja)
( semua masuk)
( Kalau bisa semua panitia natal keluar dan bernyanyi lagu natal bertema kasih natal)
( EP memapah papanya keluar….didikuti kawan2, ibu dan Min2 mengikuti natal di gereja)
(papanya memeluk EP erat2….)
( Kesimpulan drama bisa dari lagu natal….We are the reason atau More than everything)
( Selesai…..GBU)
Tuesday, October 28, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment