Tuesday, October 28, 2008

Naskah-Aku Ingin Sekolah

AKU INGIN SEKOLAH
( Methodist-2 Teater)

SCENE 1 :
Tempat : Bebas, imajinasi, bersifat narrator, kadang bisa di rumah Andi

( Terdengar suara dari belakang)
Suara Ibu : Andi, apakah kamu sudah mengerjakan PR kamu? Ha? Cepat….kerjakan…

( Narator1 keluar)

Narator 1 : Hus….hampir saja….Ayo..cepat keluar…apa kamu juga mau disemprot?
( keluar narrator 2)

Narator 2 : Hei, tunggu saya….tunggu saya…Wow…dahsyat banget….
Narator 1 : Wah..bagaimana dengan nasib Andi ya?
Narator 2 : Sudahlah…tidak apa2…itukan untuk kebaikan Andi juga kan? Siapa suruh kamu mengajaknya main game? Ha? Apakah kamu tidak tahu, bahwa main game itu bisa membuat seseorang kecanduan?
Narator1 : Hei..hei….siapa yang bilang untuk kebaikan Andi? Ha? Apakah kamu tidak tahu bahwa menurut penelitian, main game itu bisa merangsang otak untuk berpikir?

(Narator 1 berperan sedang bermain game….sambil mengejek narrator 2)
Narator2 : wuah…wuah….siapa yang bilang? Ha? Hei, adik2…kalian jangan meniru dia, ok? Dia sudah out of mind…terlalu enak dan santai hidup…ini tidak baik ditiru….( dengan wajah mengejek)..Kita hidup harus bertanggung jawab…harus mendengar kata orang tua..
Narator 1 : ( menyela) : Yahhh…mendengar kata orang tua? Saya juga setuju….hidup baik2? Saya juga setuju…
(Narator2 terus berbicara tidak berehenti)_

Narator 2: Kita juga mesti mencari makna kehidupan..Kita mesti hidup di jalan Tuahn..oiya? kita mesti belajar keras waktu muda? Kita mesti sekolah baik2…
Narator 1 ( berteriak dnegan histeris) : SEKOLAH????? Oh….No..no…no….no…semua saya sangat setuju..tapi sekolah? Oh…no..no….

Narator 2 : oh..oh…saya tahu…saya tahu….saya tahu sekarang…kamu trauma kata SEKOLAH karena kamu pernah…..
Narator 1 : Hus..hus ( sambil menutup mulut Narator 1)….jangan bilang…atau kalau tidak….(sambil mengepalkan tinju, tapi dengan gaya yang lucu)
Narator 2 : Kalao tidak apa? Ha? Hehe….Nah…adik2 sekalian….dulu…Hero kita ini ( sambil menunjuk kepada Narator 2, sementara Narator2 marah dengan geram sekali)..pernah mengalami hal2 yang tidak menyenangkan di sekolah..haha…mau tahu? Ini dia…mari kita kembali ke masa lalu dengan pesawat waktu….Hus…hus….

( Narator 1 berubah menjadi peran murid, dia diejek oleh murid yang lain karean culun, dan bloon, lalu keluar gurunya….yang killer)
Guru : Nah, Kamu(menunjuk kepada narrator 1)…kalao gaya gravitasi di bumi 15 kali dari gravitasi di Neptunus, sedangkan berat badan kamu 45 kg dan umur kamu 40 tahun lalu kamu pergi ke Jupiter, maka coba kamu hitung jarak usia kamu ke bulan dengan gaya gravitasi 50 kali gaya gravitasi bumi dan dengan indeks relativitas 1 kali dari matahari…berapa berat badan kamu wakatu kembali ke bumi setelah menempuh waktu 15 tahun cahaya dari Pluto? Ayo..cepat dikerjakan di papan…..papan….( dengan teriak) kalau tidak bisa, berdiri selama 1 hari, lalu kaki diangkat, lalu tulis buka sebanyak 500 halaman dan satu lagi…..( mendekat kepada narrator 1)…kamu harus membersihkan WC dan mencuci baju saya selama 1 bulan……( teriak)

Narator 1 : WAHHHHHHHH ( dengan berteriak)
( lalu waktu kembali lagi)
(Narator 1 mennagis tersedu2)
Narator 2 : nah, apa saya bilangkan? Tapi saya sudah bilang berkali2….tidak semua sekolah seperti ini…iya kan? Tapi, sudahlah…kita juga tidak bisa menyalahkan dia….jangan nangis ya? ( menghibur narrator 1)
Narator 1 : ( tiba2 semangat) Makanya mulai dari sekarang..saya akan melakukan satu gerakan internasional ( dengan bangga)…GERAKAN ANTI SEKOLAH….hohohoho….
Narator 2 : haiya….kamu sudah gila ya? Apa kamu mau mengakibatkan semua manusia di dunia bodoh? Ha?
Narator 1 : Siapa bilang sekolah bisa pintar? Ha?
Narator 2 : Siapa bilang tidak sekolah pasti pintar? Ha?
Narator 1 : Tidak sekolah juga bisa pintar
Narator 2 : Sekolah juga bisa pintar…
Narator 1 : kamu??????....Ya sudah, saya ingin membuktikan kepada dunia, bahwa tidak usah sekolah, kita bisa mencapai apa yang kita inginkan….Coba dulu….saya Tanya..untuk apa kita sekolah….?

( Mereka bertengkar terus saling ngomel)
Narator 1 : hus....lihat ada penonton.....
Narator 2 : ha? Ada penonton? Tenang...tenang...Hmm...( merapikan sedikit)...Para penonton yang dimuliakan...Hari ini saya, Ping-Ping dan teman saya Pong-Pong akan menceritakan suatu kisah...kisah tentang,,,,
Narator 1 : Kisah tentang seorang pahlawan yang gagah berani menentang semua sistem .....( bicara dengan lantang, tapi akhirnya dipotong)
Narator 2 : Apa pahlawan? Jangan menyesatkan orang...Sini saya yang bicara saja....
Kisah ini mengenai seorang yang sedang bergumul apakah dia masih ingin sekolah atau tidak...Ini merupakan cerminan dari kita semua...jadi...( dipotong)
Narator 1 : Kenapa kamu mengatakannya dengan sangat sedih? Ha? Sini biar saya saja....Ini adalah cerita tentang Pahlawan ( Hero) yang dengan hebatnya melawan semua yang mengikat masa depan kita...Hero ini akan membuka mata hati kita bahwa selama ini kita telah dibohongi oleh sebuah sistem...sebuah sistem yang sangat mengerikan.,...sebuah sistem dimana harga diri, martabat manusia telah direndahkan....sebuah sistem dimana manusia tidak dipandang sebagai manusia lagi...sebuah sistem bernama...SEKOLAH....Huh..
Narator 2 : wow...wow....ckckckckck......pidato yang luar biasa sekali...kenapa tidak sekalian kamu menjadi Presiden saja....Ha?
Narator 1 : Siapa bilang saya tidak bisa menjadi presiden? Ha?
Narator 2 : Tapi menajdi preiden kan perlu sekolah kan? Haha....Ayo...
Narator 1 : Siapa bilang ? Ha?
( Mereka terus bertengkar.....;)
( Tiba2 Andi keluar)

Andi : Hei..kenapa kalian begitu ribut? Ha? Bikin saya pusing saja....Untuk apa bertengkar terus? Ha? Lebih baik kalian membantu saya mengerjakan PR.....Huh….dari tadi Cuma disuruh mengerjakan PR....Memangnya hidup ini hanya untuk kerjakan PR? Ha?
( Kedua narrator berbicara sendiri)
Narator 1 : Benar yang kamu katakan…..Untuk apa kita kerjakan PR? PR hanya untuk membuat ibu guru dan orang tua senang saja....
Narator 2 : Hus, mulai lagi...Andi jangan dengarkan dia......
Andi : Haiya…Tapi yang dia katakan memang benar kan? Hmmm...mungkin saya akan putuskan untuk tidak sekolah lagi...
Narator 2 : Haiya...kiamat sudah terjadi...kiamat sudah terjadi...Teman2 sekalian ( berbicara kepada penonton)...apakah anda sudah lihat? Kalau seseorang sudah memutuskan tidak mau sekolah, maka masa depannya sudah pasti...Dia akan menderita seumur hidup...Sayang sekali.....
Narator 1 : Siapa yang bilang begitu? Teman2...semua ini belum tentu seperti yang dibilang Ping-Ping ini....masih banyak hal yang tidak kita tahu....Ingat....Ini belum akhir cerita....Dan, kita bisa menentukan akhir cerita.....Hehe
Narator 2 : hei, kalo seseorang memutuskan tidak mau sekolah, ini sudah akhir cerita.....Akhir...akhir....
Narator 1 : pesimistis....
Narator 2 : tidak realistis....
Andi : huh...dimana buku fisika saya?
Narator 2 : ( tiba2 melompat)..masih ada harapan, saudara2....masih ada harapan...saya akan carikan...( Narator 2 mencari buku fisika lalu memberikan kepada Andi)
Andi : ( membuka buku, lalu membaca)...Momentum adalah.......Huh...kenapa susah sekali?
Narator 1 : Haiya....saya sudah bilang apa? Hukum fisika tidak ada gunanya….mana mungkin kamu cari kerja…lalu ditanya hokum Newton, hokum meomentum lah, teori relativitas…haiya…benar2 goblok….
Andi : benar yang kamu katakana….
Narator2 : hei...jangan sembarangan dulu...coba kamu lihat....( di layar LCD, orang sedang membangun jembatan, bangunan)...lihat baik2...kalau tidak ada hukum Newton, tidak ada Hukum Gaya dan berat, mana mungkin dibanun jembatan dan rumah yang kokoh...
Narator 1 : Hmmm...siapa bilang itu semuanya perlu? Cuma untuk segelintir orang...
Andi : Sudah...sudah....sekarang apa kalian bisa bantu saya mengerjakan tugas ini? ( mengatakan dengan keras sebuah soal yang susah.....)..
( Semua terdiam).....
Andi : ha...saya tahu...hukum relativitas seperti ini....ketika anda...berada di suatu tempat...entah dimana.....( mata melayang jauh...tiba2 berubah posisi seperti jaman bangsawan dulu)
( kedua narator menjadi murid)
( Keluar seorang gadis yang cantik)
Andi : Anda bertemu dengan dia….lalu jatuh cinta kepadanya….( menyanyikan satu lagu cinta yang romantis dan klasik) ...( lalu keduanya menari, keluar jam manusia berdetak dengan cepat, seluruh panggung menjadi pentas menari, keluar penari2...)...
Narator 1 : Ohh...sangat romantis sekali...
Narator 2 : Indah sekali.....Ayo, kita menari....
( Narator 1dan 2 menari)
( Kemudian musik berubah tegang....tiba2 keluar malaikat kegelapan memakai topeng...dan merenggut nyawa gadis......jam manusia berdetak makin cepat).....
Andi : Kekasihku...( dengan sedih)...kenapa kamu meninggalkan aku? Jangan....waktu kita masih panjang...
( Gadis itu semakin lemah, Andi mengajaknya menari lagu terakhir...lagu sedih keluar...Andi dan gadis itu menari dengan sedih.....gadis itu akhirnya pelan2 meninggal....)
Andi : kenapa? Kenapa? Waktu begitu cepat berlalu? Kenapa engkau harus meninggalkan aku? Kenapa?
Narator 1 : ( menangis) hiks..hiks...saya jadi teringat kepada gadis saya dulu...
Narator 2 : Akhirnya hanya waktu yang membuat sesuatu jadi berharga...

( Tiba2 suasana berubah)
Andi : nah, itulah arti relativitas....bagaimana? perasaan anda semua?
Narator 1 : Seandainya saya tahu hukum fisika begitu indah, maka saya pasti mencintai sekolah...
Narator2 : Hmm...Saya masih terbawa suasana....
Andi : Sekarang adalah tugas biologi, kimia, sejarah, matematika....( mengambil semua buku tugas...haaaaaaaaaa...( berteriak)...saya tidak mampu lagi....saya mau berhenti....
( Tiba2 mama keluar)
Mama : Siapa bilang mau berhenti? Ha?
( Semua narator menjauh dengan cepat)
Mama : Siapa yang ebrani bilang tidak mau sekolah? HA?
( Semua ketakutan)
Andi : hehe,...mama....mana ada yang bilang....saya Cuma bilang.....saya tidak mau sekolah....di hari...Minggu...hehe
Mama : la iya la....semua orang juga gak sekolah di hari Minggu....
Narator 2 : Ups...ada yang sekolah di hari minggu....Sekolah Minggu.....
Narator 1 : hus ( menutup mulut narator 2) Apa kamu mau kita celaka? Ha?
Mama : Baiklah kalau begitu....besok siap2 ke sekolah....Ini adalah sekolah terbaik....mama sudah memilihkan untuk kamu.....
Semua : HA? Sekolah baru lagi??
Mama : Iya, mama sudah memilih sekolah yang handal, tri lingual ( english –mandarin-France), fasilitas lengkap, komputer Wi-fi...bahkan dapat PDA lagi waktu pendaftaran...Ini adalah sekolah FIVE STAR in Indonesia....
Semua : Five Star? Kenapa mirip hotel ya?
Mama : Iya...Gurunya semuanya terbitan luar negri...meski ada juga yang terjemahan...
Semua : bingung ( emangnya buku? )
Mama : lagipula ini ada sekolah nasional internasional interdenominasi plus plus..dapat poin plus..hadiah plus....voucher plus...semuanya plus plus...siapa bilang hanya orang kaya yang bisa? Ha? Ini, mama daftarin kamu, mama dapat hadiah nokia N73...
Semua : ha? ( pingsan langsung)
Mama : makanya semuanya...dengarkan mama...( berbicara kepada penonton, dnegan suara tegas.....) .............KALIAN HARUS SEKOLAH....

( Musik berhenti, lampu padam)

SCENE 2

( Situasi sudah di sekolah)
( Banyak murid2 keluar)...
( Ada murid yang dijahilin dan nangis, ada murid yang sok jago, ada murid yang sok cantik selalu make up, ada murid yang latah, ada murid yang selalu aneh2, ada yang selalu murung...dsb)
( Ping, Pong, dan Andi keluar secara bersamaan...dari belakang)
Narator 2 : Wahhhh...kita sudah sampai di sekolah terhebat/......benar2 sekolah bintang lima....
Narator 1 : Apanya yang bintang lima? Lihat...sudah banyak bintang....atapnya saja bocor....
Ping : Eittt...Itulah kamu...selalu saja melihat kesalahan orang lain...kita hidup di dunia hanya sekali....kenapa mesti buang waktu melihat yang jelek?
Pong : Tapi...lihatlah, Andi....Saya takut.....
Ping : Hei, kamu jangan membawa pengalaman masa lalu kamu untuk menakuti Andi...OK?
( Andi melihat2 sekeliling, lalu masuk beberapa kawan2, yang bersifat merendahkan Andi)
Pong : Huh.....Coba lihat saja apa yang akan terjadi jika anda di sekolah ini.....Nah, teman2 sekalian....akhirnya Andi pergi ke sekolah...sekolah yang katanya hebat sekali...
Ping : Benar sekali....sekolah dimana banyak orang hebat sudah tamat dari sini...sekolah yang benar2 top...Sekolah yang modern...sekolah yang luar biasa.....
Pong : yah....benar2 luar biasa sehingga Andi menjadi gemetar dan ketakutan...Kasihan Andi....seharusnya dia sekarang berada di tempat yang menyenangkan...Tapi SEKOLAH???? Oh....no...no...no....Sekolah adalah tempat dimana orang dipaksa berpikir...dipaksa untuk menulis....dipaksa untuk taat...dipaksa untuk belajar....Seharusnya belajar menjadi menyenangkan....menyenangkan ( dalam melodi)...Coba lihat sekarang...Coba lihat Andi yang lemah ini....Poor Andi....sekarang dia seperti di sarang harimau... ( peragakan semua kawan2nya sok2an di hadapan Andi)..Mau lari tidak bisa...mau kembali...takut berjumpa dnegan harimau yang lebih besar ( maksudnya mama Andi)...Uh....hiks..hiks..hiks....
Ping : Tapi...bagaimanapun ia harus sekolah....haruis sekolah...itu demi masa depannya....demi harapannya....demi mimpinya....demi cita2nya....
Pong : Waktu semakin dekat....( terdengar suara tik tok...tik tok...)...Waktu bel semakin dekat...dekat...dekat......dekat....
( Tiba2 terdengar suara bel)
Pong : Kiamat terjadi...kiamat sudah terjadi....Ahhhhh....
( Pong, Ping dan Andi berlari ingin keluar,, tapi tidak bisa, akhirnya duduk bersama murid2 lain)

( Terdengar suara tik...tok...tik...tok...tik...tok...)
( keluar kepala Sekolah)
Kepala Sekolah : Saya kepala sekolah disini...Mulai sekarang kalian adalah murid dari Sekolah yang tergolong Top di negara ini...Kalian harus bangga dan wajib belajar dnegan tekun...Sekolah ini dulu belum begini....sejarah sekolah ini adalah......( sambil cuap2)...
( Kepala Sekolah dengan bangga menjelaskan sejarah sekolahnya dengan panjang lebar)...
( Semua murid2 menjadi ngantuk...tiba2 kepala sekolah berteriak)
Kepala Sekolah : Nah...inilah sejarah sekolah kita...Ini wajib dihapal oleh semua murid disini...Mengerti??????
Murid : Mengerti......
Pong : Nah itulah hal yang pertama yang tidak berguna....untuk apa kita mengingat sejarah2 yang tidak berguna? Hanya untuk mempertebal kesombongan kita...Tapi itulah Sekolah....Sekolah adalah Kesombongan,.....
Ping : Eitt....siapa yang bilang sejarah tidak perlu? Dengan mengingat sejarah maka kita bisa....
Pong : Bisa apa? Ha?
Ping : Bisa lebih menjiwai kehidupan kita ( menerawang jauh)
Pong : Sejarah....sejarah....Untuk apa kita belajar sejarah? ( berlari melingkari pentas)...Sejarah hanya untuk dilupakan....
Ping : Untuk dilupakan? Tidak....Kita harus belajar sejarah supaya....kita ingat perjuangan orang yang telah mendahului kita....Sejarah adalah Semangat...sejarah adalah Motivasi...Sejarah adalah Masa depan....seperti....

( Keadaan berubah menjadi peperangan.....narator , murid dan Andi menjadi tentara Indonesia.....dan berperang...melawan Jepang....)
Ping : Kita harus melawan....Ahhh.....saya terluka./..///
Pong : Ping-Ping....Saya datang untuk menolong....Hiaattttt.....
Andi : Hati2.....ada musuh./....
( Tiba2 musuh datang dan menusuk Pong2)
( Pong2 terluka parah)
Ping : Pong2.....Pong2...jangan kamu meninggalkan saya....
Andi : Pong2...pong2.....ayo, cepat bernafas...jangan tidur ( menempeleng wajah Pong2)
( Musik menjadi sedih)
( Masih terdengar suara peperangan)
Pong2 : Ehh...teri...ma.....ka...sih ( dengan suara terbata2)....sepertinya saya...ha...rus...meninggalkan....ka...lian...
Ping : jangan, Pong....Jangan.....( terdengar letusan....)
Andi : Cepat, kita harus pergi dari sini...Jepang sudah mengepung kita.....
Ping : Pong...Pong....
Pong : Sudahlah...re...lakan saya.....saya rela...tapi kamu harus ingatkan anak cucu kita....kita telah berperang melawan penjajah.....penjajah yang bagaimanapun harus kita hapus dari dunia karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan....
Ping : Pong2.....
( Keadaan menjadi semakin bahaya)
Andi : Kita harus meninggalkan Pong2.....
Pong2 : pergilah....Ingat...generasi mendatang kita harus tahu perjuangan kita...supaya perjuangan kita tidak menjadi sia2.....
( Tiba2 penjajah datang)
( Ping2 dan Andi pergi dnegan sedih)

( keadaan berbalik kembali)
Pong2 : Lho...saya belum mati....saya belum mati.....
Ping2 : Tapi...kamu sendiri ngomong....bahwa perjuangan dahulu tidak boleh dilupakan....sudah mati baru ngomong begitu....
Pong2: Hmmm....benar juga kata kamu....tapi saya tetap yakin sekolah tidak ada gunanya......
Andi : hei, kalian...bisa diam tidak? Guru sudah datang......( Tiba2 sunyi senyap.........terdengar langkah sepatu....musik menjadi seram......)

SCENE 3

( Guru Fisika masuk, semua murid2 akhirnya bernafas lega, karena guru fisika ternyata sangat bersahabat)

Guru Fisika : Halo, semuanya....Salam mestakung.....
( Semua murid2 bingung)
Guru Fisika : nah, saya akan mengajarkan Fisika tingkat tinggi dan canggih karena sekolah ini adalah sekolah Top.....Sudah...siap?
(S emua murid mengganggukkan kepala)
Guru Fisika : nah, fisika yang pertama adalah Foton...Foton adalah perpecahan energi dari gelombang sinar yang bla....bla....bla....( termasuk rumus fisika yang ditulis di depan papan tulis)
( Smeua murid menjadi ngantuk......)
Andi : Foton...tarian elektrik....gelombang elektrik...hukum Heisenberg...Ketidakteraturan molekul....( mata mulai melayang2 karena ngantuk....)...Tarian Molekul.....

( keadaan berubah.....tiba2 menjadi tarian foton...disertai musik...keluar dancer menarikan satu tarian.....Tujuan tarian menunjukkan adanya ketidakteraturan foton)

Guru Fisika : nah, sudah ngerti?
( Semua murid sudah tertidur)
Guru Fisika : Berarti sudah ngerti semua....
( Tiba2 bel berbunyi)

( Ping2 dan pong2 menjadi narator)
Ping2 : Saya baru mengerti apa itu tarian Foton....yang sekarang sedang dicari oleh ahli fisika modern....Fisika seperti tarian....( mulai menari sedikit)
Pong 2 : nah, saudara2....sementara suasana semakin tegang.....tegang...dan tegang.....saya mendengar...guru satu ini adalah guru killer......(d engan wajah menyeramkan)...Guru yang tidak punya hati...tidak punya perasaan...tidak punya apapun...
Ping2 : benar...saya juga mendengar begitu...dan teman2....satu lagi..katanya guru ini adalah bekas penjagal daging babi....
Pong2 : (terkejut.) Benarkah? AHHHHHH....Ayo, cepat lari.....
Ping2 : Jangan dulu....kita harus menhadapi apapun itu tantangan.....kita sudah sampai disini...kita harus maju....
Andi : tapi...ini adalah guru killer......
Pong2 : Benar....AHHHHH...saya takut....
Andi : tapi benar yang dikatakan Ping2..kita tidak boleh takut....kita harus maju....
( Semua mengambil langkah prajurit, keluar musik Mars)
( Tiba2 Guru Killer datang........masuk...semua terdiam....gemetaran...)

Guru Killer : Saya mendengar ada suara ribut.....Siapa yang berani ribut? HA?????????? ( Suaranya sangat keras)
( Ping2 dan Pong2 ketakutan semua....ahhhhhh)
Guru killer : Sekali lagi, Awas kalian...( dengan suara menyeramkan lalu mengeluarkan pisau jagal.....)
Guru killer : Sekarang perhatikan....hei.....kamu....saya melihat hidung kamu bergerak.....saya tidak mau ada satupun anggota badan kalian yang bergerak...TAHU??????????????
Guru Killer : Kerjakan soal ini....X+Y+Z = log 1000 + dif sin cos 30 + akar kuadrat dari rumus abc dimana abc adalah integral dari 1000+cos sin tan 150 – 60 derajat Fahrenheit...Kamu, maju kerjakan.......
(S eorang murid gemetar maju)
Guru Killer : Bisa?
Murid : ( menggelengkan kepala)
Guru Killer : Keluarkan tangan kamu...letakkan di atas meja....
( murid meletakkan di atas meja.;......)
*( lalu guru itu mencincang mejanya, bukan tangannya.....)
Guru Killer : Lain kali....tidak bisa kerjakan...jari kalian hilang satu.....Kerjakan di rumah....
( Akhirnya guru killer keluar)

Pong2 : Teman2...( dnegan suara gemetar)...saya rasa kita sudah jelas......sekolah adalah pembantaian......
Ping2 : Tapi....tidak smeua guru seperti itu.....
( terdengar bel lagi)
Ping2 : nah...teman2....Kita akan berjumpa dengan guru yang paling hebat...dimana cucu Einstein belajar darinya.....katanya dia mempunyai ilmu yang sangat luar biasa sekali......

Pong2 : Benar...benar sekali....sampai dia sendiri tidak ngerti apa yang diucapkan dan dikerjakan....

( Keluar Guru sejarah)
Guru sejarah : ( dengan wajah tatapan kosong)...Nah, anak2...sekarang kita akan masuk ke dalam sejarah peperangan Diponegoro melawan..belanda...saya akan bercerita....Dulu...Diponegoro adalah....bla...bla....dia melawan belanda...kemudian Diponegoro menghunus pedang, memotong org Belanda, pertama2 jarinya, kemudian kakinya, lalu kepalanya, lalu dikeluarkan paru2nya, lalu hidungnya, giginya dikeluarkan semua....lalu satu2 persatu2 dimasukkan ke dalam kuali...lalu dimasak dengan bumbu Royco...hahahaha ( tertawa seperti org gila)...terakhir, matanya ditaruh sebagai hiasan
(Semua murid2 sudah muntah2....)

( Tiba2 keluar dua org dari rumah sakit....)
( Membawa Guru sejarahn pergi)
Guru Sejarah : tunggu....tungggu...saya belum selesai......saya belum selesai.....( dengan berteriak)

Andi : SAYA MAU KELUAR DARI SEKOLAH.....Saya tidak ingin sekolah

( Lampu tutup, gelap.....)
SCENE 4

Pong : Teman2....begitulah kalau kita belajar di sekolah..seperti Andi...yang selalu sibuk mengerjakan PR ini dan itu....tidak bisa lagi mempunyai waktu santai....Sebenarnya belajar tidak harus di sekolah....tapi juga bisa dimana-mana.....
Ping : Benar...Belajar bisa terjadi dimana2...bisa di kamar tidur, bisa di kamar mandi...bisa di jalan umum, bisa juga di sekolah
Pong ; Wahhhh.....Sekolah lagi...( menutup telinga)..
Andi : hei, sudah...bisa kalian diam??? Ha? Kalian sudah merebut peran saya sebagai pemeran utama....Saya adalah pemeran utama...saya lah yang akan menentukan awal dan akhir cerita ini...tahu?
( ping dan Pong merasa bersalah)
Andi : Nah...Sekarang setelah saya tahu bagaimana sekolah itu....saya juga ingin tahu bagaimana jika tidak sekolah....Apakah kita akan lebih baik kalau tidak sekolah???

Pong : Wow...kalau itu, saya bisa tunjukkan kepada kita semua bahwa kalau tidak sekolah maka akan begitu....MENYENANGKAN....
MUSIK.....

( Lampu padam,.....Keluar musik.....Dancer keluar...suasana menjadi seperti kelab malam)..

( Setelah bergembira bersama, maka semua kecapekan)

Andi : haha...ternyata tidak sekolah begitu menyenangkan....
Pong : benar sekali....Eiiit....coba lihat.....Ada cewek cakep.....
( Seorang cewek keluar )
Ping : Jangan dilihat....( menutup mata Andi)
Andi : Sudah terlanjur saya lihat...Saya tiba2 jatuh cinta....
( keluar musik love song)

Cewek : Maukah kamu berdansa denganku?
Pong : ( terlena ) saya mau.....
Andi : hei, bukan kamu yang ditanya....saya yang ditanya....Ya, saya mau....
( keluar musik dansa....)
Pong : Akhirnya, mereka jatuh cinta....dan mereka akan hidup happily ever after.....Ohhh..oh...betapa indahnya akhir cerita ini...
Ping : saya juga jadi terharu..kalau begini akhirnya...saya rasa tidak sekolah juga tidak apa2....

( Andi dan Cewek saling bertatapan)

Pong : Inilah yang kita tunggu2...( suara menjadi cepat, musik cepat )...bagaimana dua insan bertemu...menjalin kasih...menjadi sebuah cerita indah...novel yang bestseller....Romeo dan Juliet,....Rama dan Sinta....Legenda abadi...Cinta abadi....yang menggerakkan semua hormon....

Ping : dan semua cairan kimia tubuh./...ke dalam pembuluh darah....jantung menjadi berdebar2....Neurotransmitter keluar dari sinyal syaraf....terjadi reaksi kimia...serotonin membanjiri tubuh...ikatan senyawa terjadi....senyawa kompleks bernama Cinta....tanpa ikatan C, H, O...yang ada hanya ikatan Batin...yang diturunkan dari surga....Inilah Partikel terindah di dunia....CINTA.........

Pong : Dan...akhirnya......terjadilah Kesetimbangan Kimia....Keseimbangan Aksi dan Reaksi....Keseimbangan Alam semesta...Keseimbangan X dan Y......Dan integralnya adalah kata CINTA.....Oh...betapa indahnya....

Ping : berakhir sudah./..teman2 sekalian....demikianlah akhir cerita kita yang Happy Ending....( dnegan senang)

( Tiba2 terjadi sesuatu, lampu kilat...musik menjadi seram.,....dan Cewek itu tiba ingin meninggalkan Andi dan pergi dnegan orang lain)
Pong : Apa yang terjadi? Apa yang terjadi? Ha? Kenapa bisa begitu?
Ping : Andi....Andi....tabahkan hatimu....

( Cewek itu akhirnya meninggalkan Andi)
( Andi menjadi sedih dan patah hati)
Andi : Ahhhhhh....saya ingin mati...ingin mati....
Pong : jangan...jangan...masih ada harapan.....
Ping ; benar, Andi,....Tuhan masih sayang kita....
Andi : Tidak, tidak ada gunanya lagi saya hidup...saya sudah kehilangan segalanya....
Hiks...hiks...
Pong : Kehilangan sesorang bukan berarti kita sudah kehilangan diri kita sendiri....
Ping : benar....manusia akan meninggalkan semua yang dicintainya di dunia....itu pasti..tapi...kita akan bertemu lagi di satu Dunia...Dunia tanpa derita, tanpa air mata, dunia tanpa kesedihan, tanpa dosa...itulah dunia Surga....
Andi : Saya tidak tahu lagi harus bagaimana.....
( Semua sedih)

Pong : Saya tahu....Kita masih punya harapan...teman2...jika semuanya sudah tidak punya harapan....
Ping : Apa itu?
Pong : Hmm...kalau bukan apa lagi? Uang....
Andi : ha? Jangan...saya bisa dimarahi mama....Uang yang sudah diberikan....tidak boleh difoya2kan....
Pong : Bukan itu maksudnya....Kita bukan foya2...tapi kita pakai untuk menghasilkan lebih banyak lagi...Kalau kita banyak uang, maka kita akan....bisa membeli segalanya....Kita bisa Bahagia kembali...

Ping : Hmm.,.. Ide bagus....tapi...kita tidak tahu mesti bagaimana.....
Pong : Mudah, kita tanam saham....lalu kita buka usaha....usaha yang laris...haha
Andi : hmm. Bagus juga...tapi....saya...tidak tahu bagaimana berdagang...
Pong : haiya...begitu saja tidak bisa....Ada modal, ada untung, ada rugi, ada pendapatan, ada pengeluaran...mudah kan?
Ping ; Iya...tapi rumusnya bagaimana?
Andi : benar.....saya benar2 tidak mengerti....
Pong : Itu tidak perlu...yang perlu hanya berani saja....bagaimana?
Andi : Ok.....saya setuju...
Ping : tapi...itu bahaya.....
Pong : hei, kalau kita sudah banyak uang, kita bisa membeli kebahagiaan,.....

( keluar musik, mereka pergi berdagang)
( tapi akhirnya mereka dibohongi.....)

Pedagang : haha...makanya kalian...belajar dulu ilmu ekonomi....Sekolah yang baik2...haha....
Andi : tapi....anda sudah membohongi kami...
Pedagang : tapi, begitulah dunia, Nak....Membohongi dan dibohongi....kamu mau bagaimana lagi? Jangan sok suci....haha....
Pong : tapi itu tidak adil...Orang yang sekolah seharusnya tidak menipu orang....Kita diajari supaya hidup dengan penuh integritas....
Pedagang : haha...Untuk apa sekolah? Saya tanya dulu? Sekolah itu supaya kamu dapat gelar, lalu kamu bisa menipu orang lain.... hahahaha....

Ping : kamu...melecehkan sekolah....( marah)
Pedagang : memangnya kenapa? Ha? Bukankah semua yang bergelar itu disini korupsi? Jangan heran, tahu? Makanya......buka mata< nak....buka mata...dan inilah dunia kita...haha

( Pedagang masuk)
Andi : Semuanya sudah hilang......
Pong : Ayo, kita pulang saja......

( mereka pulang dan masuk)

SCENE 5

(S esampainya di rumah)

Ping : teman2, bagaimana kelanjutan dar kisah ini? Saya sangat takut.....untuk mengetahui kelanjutannya...
Pong : benar....speretinya akan terjadi ledakan yang lebih hebvat dari gempa bumi mananpun..

Mama : Andi, kamu sudah pulang? Bagaimana di sekolah? Baik2 saja? Mama tidak menyangka, mendaftarkan kamu bisa dapat hadiah HP....
Andi : Ma, saya ingin bicara ( dnegan lesu)

Mama : Apa yang ingin kamu bicarakan? Apa guru dis ekolah kamu jahat? Mama akan hajar...apa teman2 kamu jahat? Mama akan panggil pengacara.....Apa sekolah kamu tidak menyenangkan? Kita pindah sekolah baru lagi...gpp....besok kita sudah bis apindah...Biar tahu rasa sekolah itu... ada apa, sayangku?

Andi : ma, andi....tidak...ingin....sekolah...lagi...

Mama : apa kamu bilang?
Andi : Andi...tidak ingin sekolah lagi...
Mama : Coba bilang sekali lagi....
Andi : Saya tidak mau sekolah lagi...

Mama : Andi...benarkah? Haiya....( nangis dnegan keras)...mama sudah susah payah sekolahin kamu, kamu tidak mau sekolah? Hiks....kamu tidak kasihan sama mama.....

Andi : tapi, Ma...Andi sudah melihat smeuanya....sekolah itu tidak penting.....tidak ada gunanya.....

Mama : Apa kamu bilang? ( dnegan marah)...siapa yang bilang tidak ada gunanya? Kalau tidak sekolah, maka kamu yang menjadi tidak berguna.....

Andi : Pokoknya Andi mau berhenti......
Mama : Andi, kamu sudah berani melawan mama ya?
Andi : Mama ingin Andi sekolah karena mau mendapat hadiah saja kan?
Mama : Andi? Kamu.....berani ngomong begitu sama mama? Kamu...
Andi : Andi tidak mau sekolah.....Titik...

Pong : Wah, gawat sekali.....kenapa Andi berani membantah mamanya? Itu seharusnya tidak terjadi......tidak terjadi.....
Ping : Benar...Andi...kamu harus cepat bertobat.....
Andi : Kalian semua diam./...( berteriak)...Saya tidak ingin sekolah....saya ingin menjadi orang sukses...siapa bilang kalau mau sukses tidak perlu sekolah? Ha?

Ping : Andi????
Mama : baiklah...kalau kamu tidak mau sekolah...sekarang...mama tidak akan membiayai kamu lagi.....
Andi : Tidak perlu....saya bisa membiayai diri sendiri...
Mama : Andi....mama sangat sedih...kenapa kamu bisa begini.....
Andi : Saya bisa begini karena mama selalu memaksakan kehendak mama....
Mama : Andi, kamu ( menampar Andi )
Andi : Baiklah, ma....saya akan pergi...saya akan pergi...( dnegan sedih dan menangis)
Mama : Andi, maafkan Mama ya?

Ping : Andi, maafkan mama kamu.....
Pong : benar, maafkan mama kamu....

(Suasana menjadi sepi )
Andi : Saya akan pergi.....
Mama : Apa kamu akan meninggalkan Mama?
Andi : Mungkin......
( suasana hening...)

Ping : Andi, kamu tidak boleh begitu......
Pong : benr, kamu tidak boleh begitu.....Katakan kalau kamu menyesal....

Andi : Diam, kalian semua.......
( Andi pergi....)
Mama : menangis....

Ping : kita harus bagaimana? Ha?
Pong : saya tidak tahu...bagaimana ini? Apa kita akan meninggalkan Andi sendirian?
Ping ; kenapa ceritanya bisa begitu?
Pong : kita tidak boleh meninggalkan Andi....
Ping : Tapi, kita juga tidak boleh meninggalkan Mama Andi...Dia sedang bersedih hati.....

( Lampu padam...musik pelan....)

( Andi keluar)
Andi : Untuk apa kita sekolah? Supaya pintar? Lalu bisa mempermainkan hati orang lain? Atau supaya bisa menipu orang? Sekolah hanya untuk menyenagkan hati orang tua? Saya juga ingin membuktikan bahwa saya bisa berhasil tanpa sekolah......Fisika, Kimia, Biologi, Matematika, Sejarah, Ekonomi, Sosiologi....huh.....siapa yang peduli dengan itu? Membosankan sekali....

Andi : Saya akan mencari pekerjaan dulu......
( Bertemu dengan beberapa orang)
Andi : maaf, apa saya bisa melamar pekerjaan?
Orang 1 : Oiya? Mau melamar jadi apa?
Andi : Menjadi Manager.....
Orang 1 : Eh,mmmm...potongan kamu ok juga....saya ras bisa juga....Tamatan S2 mana?
Andi : S2?
Orang 1 : benar.....
Andi : Saya tidak tamat SMA....
Orang 1 : Tidak tamat SMA?
Andi : benar....
Orang 1 : Berani melamar menjadi Manager? Sampai kiamat pun tidak bisa...
Andi : tapi, kemampuan saya sangat hebat....
Orang 1 : Haha....saya tahu....semua orang juga bilang begitu....Nak, apa kamu tahu? Sekarang, sangat mudah mencari org yang kemampuannya sama dengan kamu, tapi dia sudah lulus sarjana.....banyak sekali org yang menginginkan pekerjaan ini...Belum tamat SMA? Berani lamar? Haha....Cuci baju saya saja tidak pantas....Apa kamu tahu? Pembantu saya saja sudah lulusan SMA...Sudah pergi sana, masih banyak yang antri......

Andi : huh...mengesalkan....Saya akan buktikan......

( Andi bertemu dengan beberapa org, tapi selalu ditolak...akhirnya Andi merasa lapar, tidak punya uang....ia menjual bajunya...lalu kedinginan.....)

Andi : Apa yang sedang terjadi?????
( lalu nampak satu orang, Andi ingin bekerja)
( Lalu Andi bekerja sebagai kuli dan tukang cuci baju....)

( Andi bekerja sampai capek, kedinginan, dihina, diremehkan.....)

Andi : Kenapa hidup saya bisa begini????? Apa Tuhan sudah tidak peduli kepada saya lagi??? ( menangis sedih)

( Andi kecapekan, lalu tertidur)

SCENE 6

( kakek muncul)
Kakek : Hei, Andi.....
Andi : Siapa kamu?
Kakek :S iapa saya tidak penting....siapa kamu itu lebih penting.....
Andi : Saya sudah tahu....itu tidak penting...
Kakek : benarkah? Hehe.....Kamu adalah orang yang membantah mama kamu....
Andi : kamu jangan ikut campur....
Kakek : Hmm...siapapun yang membantah orang tuanya itu sangat tidak baik.....
Andi : Tapi, saya punya alasan.....
Kakek : benarkah?
Andi : benar....Mama memaksakan kehendaknya,.,,,,
Kakek : Mama kamu juga punya alasannya.....
Andi : Saya tidak peduli...Orang tua sekarang hanya bisa memaksakan kehendak...
Kakek : Sama juga.....anak2 sekarang hanya bisa membantah orang tuannya,......
Andi : Kamu jangan ikut campur....
Kakek : Wow...Galak juga...tapi saya lihat kamu tidak ada bahagia sama sekali....
Andi : Suatu saat saya akan bahagia....
Kakek : Dengan bekerja begini? Hahaha.....
Andi : Jangan menghina saya...saya sudah cukup terhina....
Kakek : Seandainya kamu mendengar kata mama kamu.....

Andi : Huh....Mama saya tidak peduli perasaan saya....
Kakek :S iapa bilang...justru dia peduli perasaan kamu....peduli masa depan kamu....
Andi : Kenapa bilang begitu?
Kakek : mama kamu tidak mau kamu menghadapi hal yang sama seperti mama kamu hadapi dulu...
Andi : ( penasaran) Apa itu?
Kakek : makanya tadi saya bilang, mama kamu juga ada alasannya.....
Andi : Bolehkah saya tahu??? ( suara menajdi lembut)

Kakek : baiklah....saya akan membawa kamu melihat hal yang sangat menarik.....tutup mata kamu....
( Lampu padam)

SCENE 7
( kakek membawa Andi melihat)

(Seorang perempuan muda, diperintah oleh Ibu/tante)

Tante : Hei, kalau kerja yang benar....tahu?
Mama : Maaf...maaf...
Tante :A da mata tidak? Hmm...makanya, kalau tidak bisa kerja, jangan kerja...menghabiskan uang saya saja......tulis nama saja tidak bisa....huh...buta huruf....
Mama : maafkan saya...
Tante : Nanti kalau selesai cuci baju, bersihkan toilet...lalu didepan ada kotoran anjing....harus bersih...tahu?
Andi : Keterlaluan......

Tante : Satu lagi....jangan kotori rumah saya dengan kaki kamu yang jorok itu.....Kalau mau kerja lebih baik, makanya sekolah baik2....
Mama : iya......

Kakek : Kamu tahu siapa dia?
Andi : Tidak....
Kakek : Itu mama kamu dulu......
Andi : ( Terdiam)...
( Menggambarkan mama lagi berjualan
Sambil menggendong bayi...sambil belajar keras.....musik tentang pengorbanan mama)

Kakek : tapi, sekarang kamu tidak tahu lagi...Itu masa lalu mama kamu....Dia tidak ingin kamu mengalaminya lagi....
Andi : Oh...Mama....maafkan Andi......

Kakek : mama kamu lagi menunggu di rumah.....
Andi : Apakah dia mau menerima saya kembali?
Kakek : Pasti...Dia lagi menunggu kamu ......
Untuk apa kamu bekerja begini? Sedangkan kamu masih bisa sekolah?
Andi : Benar....saya akan kembali kepada mama saya......
Kakek : Baiklah....saya akan membawa kamu langsung.....

( Lampu padam)

SCENE 8

Andi : Mama......
Mama : Andi, kamu kah itu? Oh...kamu sudah kembali......
Andi : maafkan Andi, mama......Andi berjanji akan sekolah kembali........Andi sudah tahu kenapa mama memaksa Andi sekolah...
Mama : mama tahu....mama tahu.....
Andi : Ma....mana tas sekolah Andi? Andi sekarang mau sekolah.....

(S ementara di sisi lain....terlihat kakek, ping, pong)
Ping : Akhirnya......
Pong : Iya...untung ada kawan kita yangs atu lagi...
Kakek : hei, kalian harus traktir saya makan....
Pong ; bereslah.....kita makan sushi tei di Sun plaza? Ok?
Kakek : Siipp la.....

Ping ; Akhirnya, teman2....Untunglah ceritanya dapat berakhir....berakhir dnegan happy ending...meskipun kita semua deg2an...nah, teman2....Untuk apa kita sekolah? Anda bisa menjawab sendiri....

Andi : ( tiba2 ) Ayo, kita pergi sekolah.....
Pong : APA? SEKOLAH LAGI? AMPUNNNNNNNNNNNNNNNN.....................................................................................

( Keluar musik dan lagu penutup)

No comments: